
Will terus saja berjalan tidak memedulikan lagi Van yang sedang berada di belakng nya, yang terus saja memanggil dirinya..
"Tuan.."
"Diam Van. Kau tidak boleh menahan ku untuk menemui istriku.."
"Apa tuan lupa, nyonya akan meminta cerai pada tuan, jika melihat tuan.."
"Aku tidak peduli Van.. Karna bukan nya orang yang sedang mengandung tidak boleh bercerai. Dan ini adalah kesempatan ku Van, kesempatan ku agar bisa kembali bersama istriku.."
"Walaupun...... " Ucap Van terpotong,..
"Jangan berbicara yang tidak tidak Van.. Semua yang istriku miliki, juga menjadi milik ku.. Aku sebagai suaminya akan menerima setiap kekurangan istriku.." Ucap Will dan terus saja berjalan menuju rumah Eryna..
Beberapa saat kemudian, kini Will telah berdiri, tepat di depan pintu rumah Eryna,. Will yang sudah tidak sabar, langsung mengetuk pintu..
Tok, tok, tok. Bunyi suara pintu.. Eryna yang mendengar langsung berjalan menunu pintu dan membukanya..
"Iam." Ucap Eryna melihat saat ini Will sedang di hadapan nya..
"Eryna, maafkan aku.." Lirih Will
"Bagaimana bisa kau ada di sini..?? Kenapa kau bisa menemukan ku..???"
"Kau lupa, dulu aku pernah bilang kemana pun kau pergi, aku pasti akan menemukan mu."
__ADS_1
Eryna, yang mendengar ucapan Will, langsung sontak berjalan mundur.. "Jangan mendekat.." Ucap Eryna..
"Eryna.. Jangan takut.. Aku hanya datang, untuk meminta maaf padamu.." Ucap Will sambil berjalan mendekat ke arah Eryna..
"Stop.. Stop kataku Will.." Teriak Eryna,. "Pergi dari sini, aku tidak ingin melihat mu Will, tolong pergilah.." Ucap nya kemudian..
"Eryna...." Lirih Will..
"Will, kumohon pergilah."
"Maafkan aku Eryna.."Lirih Will lalu berjalan keluar dari rumah Eryna..
Saat Will sudah keluar, seorang ibu pertani teh datang ke rumah Eryna, dan berpapasan dengan Will.. Ibu itu melihat Will dengan seksama, kemudian kembali melangkah kan kakinya ke dalam rumah Eryna..
"Assalamualaikum dek.."
"Ouh ini, saya hanya datang memberikan ini pada adek.."
"Makasih bu.."
"Ouh yah dek, suami kamu ganteng sekali.." Puji ibu di hadapam Eryna..
"Suami...??"
"Ia, itu dek. Laki laki yang baru keluar dari rumah ini kan suami mu, siapa lagi jika bukan suami.. toh dia tiap hari selalu menjaga kamu.. Setiap kamu di kebun teh, dia pasti ikut bersama mu.."
__ADS_1
"Masa sih bu...??? Mungkin ibu salah lihat...??"
"Tidak mungkin, karna mataku masih normal.. Dan aku melihat suami mu bukan hanya sekali.. Tapi selama kau tinggal di sini, selama itu juga suami mu selalu bersama mu.." Jelas ibu..
••••••••••••••
Eryna terus terngian ngiang dengan ucapan yang ibu tadi katakan. Berarti selama ini, Will selalu saja berada di dekatnya, menjaga nya dari arah dekat, dan Eryna tidak sadar akan hal itu..
Eryna meraih handpone nya lalu menghubungi sang kaka..
"Kak Adzam.." Ucap Eryna, kala panggilan terhubung.
"Yah, ada apa Eryna.."
"Kak, apa kau bisa kesini...??"
"Maaf Eryna, hari ini kaka belum bisa.."
"Baiklah kak.."
"Ada apa Eryna.. Aku bisa menyuruh Dave untuk ke situ menemui mu.."
"Tidak usah kak.. Aku baik baik saja."
Setelah menelpon Adzam.. Eryna menarik nafas panjang, lalu menghembuskan nya.. Kemudian Eryna, mengambil jaket nya dan berjalan menuju kebun teh.. Pikiran Eryna saat ini, ia harus bertemu dengan Will,, Ada sesuatu yang harus ia katakan, dan perjelas..
__ADS_1
Sambil menunggu UP, yuk mampir ke novel baru ku yang berjudul "LOVE IS TRUE". Cinta itu nyata.. Klik aja profil ku, maka semua novel ku akan terlihat.. Yukkkk, mampir dan jgn lupa like dan comen yah🤗🤗🤗😘😘😘😘