
Will yang mendengar semua penjelasan Eryna, hanya bisa terduduk lemas di depan pintu kamarnya, sambil menangis sesegukan dan memengang dadanya karna menahan sakit,, terasa sangat begitu sakit, walau tak berdarah..
"Maafkan aku Eryna, maafkan aku." Gumam Will. Yang masih setia dengan air mata yang membasahi pipinya..
"Kak.." Lirih Ella, yang masih bersedia membujuk Eryna..
"Apakah kesempatan itu sudah tidak ada lagi untuk kak Will..???" Tanya Ella.
"Sejak pertama tidak pernah ada kata kesempatan,. Sejak Will menyiksaku, sudah tidak ada lagi kesematan untuknya.." Ucap Eryna sambil menyeka air mata nya..
"Kak Eryna., Kau tahu, selama hari itu, hari di mana kak Eryna menolong kak Will.. Kak Will tak henti hentinya terus saja menceritakan tentang kaka,. Sampai kak Will dewasa, kak Will selalu saja terus mengingat kaka, mengingat setiap kata yang kak Eryna ucapkan dulu.. Bahkan sampai saat ini, hanya ada satu wanita yang berhasil menempati hati kak Will, yaitu kak Eryna. Tidak ada yang lain. Hanya Kak Eryna, yang kak Will cintai, hanya kak Eryna, yang kak Will anggap sebagai wanita.." Jelas Ella.
"Dan hanya aku, satu satu nya wanita yang Will siksa, tanpa tahu kebenaran yang sesungguhnya." Sambung Eryna..
"Andai hari itu, tidak ada Dave yang menolongku.. Mungkin semua orang sudah melihat tubuhku ini.. Andai saat itu Dave tidak menolongku, mungkin aku sudah mati di kolam renang, dan andai saat itu Dave tidak menolongku, mungkin wajah ku ini sudah cacat. Dan andai Dave tidak ada, mungkin aku sudah tidak bisa berdiri di hadapan mu lagi El.." Jelas Eryna..
"Aku mencoba, berlaku baik pada iam.. Kucoba mengurus semuanya. Kucoba berdamai dengan hati ini. Namum usahaku semuanya sia sia El,. Setiap melihat wajah Will, yang ada aku hanya semakin tersiksa dengan kenyataan yang begitu menyakitkan.. Jadi kumohon jangan paksa aku tuk berada di sisi Will. Karna itu hanya membuat ku dan membuat Will semakin tersiksa dengan kenyataan ini." Ucap Eryna, dan berjalan menuruni anak tangga..
Will yang melihat Eryna, menuruni tangga, langsung bergegas berdiri dan mengikuti Eryna dari belakang..
__ADS_1
"Bibi.." Sapa Eryna, saat berada diruang tamu..
"Iya non, ada apa..??"
"Bi, apa aku bisa meminjam ponsel mu...???"
"Tunggu non, bibi ambilkan.." Ucap bibi.
"Kau bisa memakai telpon rumah Eryna.." Ucap Will yang masih setia berada di dekat Eryna..
"Ini non, ponsel bibi." Ucap bibi menyerahkan ponselnya.
"Halo.." Ucap Adzam, kala sambungan terhubunh..
"Kak, jemput Eryna sekarang." Ucap Eryna..
"Maaf Eryna, kak belum bisa menjemput mu saat ini.. 2 hari lagi kaka akan datang,."
"Kenapa kak..??"
__ADS_1
"Maaf, kaka sedang berada di luar negeri.. Tetap lah dulu di situ. Jangan kemana mana,.."
"Tapi kak...????"
"Maafkan kak Eryna.. Dua hari lagi kak akan menjemputmu.."
"Baiklah kak, aku kan menelpon Dave untuk menjemputku."
Setelah panggilan telpon nya terputus. Eryna mencoba menghubungi no ponsel Dave.. Tak menunggu waktu lama, Dave langsung menjawab panggilan telpon dari Eryna..
"Maaf Eryn, stengah jam lagi aku akan menjemputmu." Ucap Dave, tanpa mendengar dulu ucapan Eryna..
"Aku menunggu mu Dave.." Ucapnya lalu mematikan sambungan nya.
"Kau betul ingin pergi Eryna..?" Tanya Will, yang masih setia berada di dekat Eryna..
"Tadi kau berjanji akan melakukan apa pun kan, agar aku memaafkan mu.. Jadi tolong jangan halangi langkahku untuk keluar dari rumah mu ini."
Dan jangan halangi otor,. Otor mau otw dapur, jadi jgn minta up dulu🤭🤭🤭
__ADS_1
Love kalian semua❤❤. Syg syg nya otor🥰🥰😘😘😘😘