
Tiga tahun yang lalu. Saat Eryna berada di rumah sakit.. Eryna yang selalu saja terbaring lemah, namun Eryna terus saja melawan rasa sakitnya dan terus saja ingin berjuang untuk baby Mika.. Hingga Eryna berpikir dan mengambil kesimpulan.. Bahwa ia ingin berobat ke luar negeri, dan meminta bantuan pada Dave..
"Kenapa..???" Tanya Dave saat mendengar permintaan konyol Eryna, menurut Dave..
"Tolong Dave, kali ini saja.. Tolong kabulkan permintaan ku." Pinta Eryna.
"Ini sangat beresiko Eryna, aku tidak ingin Will marah akan keputusan mu ini.."
"Kumohon rahasiakan ini dari Will. Ku kumohon..!!!"Pinta Eryna lagi.. "Aku janji Dave, aku akan berjuang melawan penyakit ini." Ucap nya lagi.
"Kenapa.? Kenapa kau ingin merahasiakan ini dari Will.? Kenapa..? Beri aku alasan yang tepat agar aku bisa menyetujui permintaanmu."
"Karna aku tidak ingin melihat Will tersiksa dan menderita menjaga ku. Karna aku tidak ingin melihat baby Mika tumbuh tanpa di jaga oleh daddy nya..Karna jika Will menjaga ku, otomatis waktu Will berkurang untuk baby Mika.. Dan aku juga tidak ingin Will melihat perubahan ku."
"Maksud mu dengan perubahan..???"
__ADS_1
"Aku sudah membicarakan ini pada dokter.. Sebentar lagi, rambutku akan rontok. Dan aku tidak ingin melihat Will menatapku penuh kasihan.. Aku hanya ingin melihat Will menatap ku dengan cinta, bukan dengan rasa kasihan karna melihat ku mengalami perubahan, melihatku mengalami kesakitan.. Aku tidak ingin itu Dave.." Jelas Eryna.
"Tapi....." Ucap Dave terputus kala Eryna menyela..
"Kumohon, bantu aku Dave. Hanya kau satu satu nya yang bisa membantuku.."
"Adzam.. Apa Adzam tahu tentang ini..?" Tanya Dave namun Eryna menggelengkan kepalanya.. "Kenapa.?" Tanya Dave lagi.
"Karna kau tahu sendiri, pasti kak Adzam akan memberi tahu Will yang sebenarnya.."
"Baiklah kalau begitu. Aku harus berkonsultasi dulu ke dokter, bagaimana baiknya, dan semoga ada jalan keluar tanpa Will tahu semuanya." Jelas Dave lalu kemudian melangkah keluar dari ruang kamar inap Eryna..
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Terlintas sejenak, pikiran Dave untuk meminta kepada dokter tentang apakah ada obat atau semacamnya yang bisa membuat Eryna tertidur sebentar dan berhenti bernafas sejenak.. Dan tanpa ragu, Dave menanyakan itu semua ke dokter,..
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Tidak, tidak mungkin istriku pergi.. Dia belum pamit, dia bilang, dia telah sembuh.. Yaa, dia sudah sembuh, dan saat ini istriku hanya tertidur saja,. Aku yakin itu." Ucap Will.
"Tenangkan dirimu. Kau harus taba menerima semua ini." Ucap Adzam.
"Hikkssssss, Hikssssss, Hikkkkkssssss.." Tangis Will pencah, kala Adzam memeluk tubuhnya..
"Dia satu satu nya wanita yang paling aku cintai. Kenapa dia tega meninggalkan ku,tanpa pamit sama sekali.." Ucap Will.
"Aku tahu itu., Tapi kau harus kuat mengahadapi nya. Karna saat ini ada baby Mika yang sedang menunggu mu di rumah.." Jelas Adzam, sambil menepuk pundak belakang Will.. "Ikhlaskan Eryna, aku yakin dia bahagia di sana, tanpa merasa sakit sedikit pun."
Saat Will sedang terduduk menangis.. Dave datang membawa baby Mika. Dave sengaja memberikan baby Mika kepada Will dan mengambil alih untuk mengurus segala sesuatu tentang Eryna,.. Will hanya bisa pasrah sambil menangis memeluk tubuh kecil baby Mika..
Nihh, autor khilaf hari ini.. Jadi up lagi
__ADS_1
semoga kalian suka dan mengerti ttg penjelasan nya yah.. Intinya Will tidak tahu, kalau Eryna tidak meninggal, karna Will hanya sibuk meratapi nasibnya sambil mengurus baby Mika..
Jangan lupa like dan komen 🥰🤗🤗🤗