Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
51


__ADS_3

Tidak sampai 10 menit, anggota Dave dan Will kini telah menemukan di mana keberadaan Eryna dan Ella., Dan tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Will, Dave, Adzam dan semua pengawal pergi ke tempat di mana Eryna dan Ella di sekap..


"Ingat selamatkan nyonya Eryna dan nona Ella lebih penting dari kalian.. Siapa pun yang ada di hadapan kalian, lumpuhkan saja.." Titah Irfan kepada para pengawal..


"Baik tuan.."


"Jangan biarakan istri tuan Will mengalami lecet sedikitpun, karna saat ini nyonya sedang mengandung.."


"Baik tuan.." Ucap serentak para pengawal..


Setelah menempuh perjalanan kuran lebih 1jam, akhirnya mobil yang Will tumpangi kini telah tiba di suatu hutan, yang terdapat salah satu vila, yang menurut anggotanya tempat nyonya Eryna di sekap..


Semua pengawal Will turun, dan mengepung sekeliling vila,.. Will, Adzam dan Dave, juga ikut turun dari mobilnya, saat melihat semua anggota mereka terlibat perkelahian..


Dan, dor dor dor.. Terjadi aksi saling tembak antara anak buah Will dan anak buah Aditiya.. Will Adzam dan Dave berpencar untuk mencari Ella dan Eryna.


"Dave, tolong jaga Adzam. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya, karna aku tidak ingin melihat Eryna bersedih.."


"Baiklah, percayakan Adzam padaku.. Kau sendiri juga harus berhati hati.."

__ADS_1


"Pasti, aku akan berhati hati.. " Ucap Will,


Will yang di temani oleh Irfan, kini telah berhasil menerobos masuk lewat jendela samping..


"Tuan, aku akan mencari nona ke kamar atas.." Ucap Irfan.


"Kau harus berhati hati Irfan.."


"Baik tuan.."


Dooorrrrrrrr... Satu tembakan berhasil menyerempet lengan Will sehingga lengan Will mengeluarkan darah segarnya.. Irfan yang kebetulan masih berada di situ, langsung menoleh ke arah tembakan melesat, dan menembak orang yang telah menembak tuan nya..


Irfan yang melihat lengan tuan nya sudah ber mandikan darah, langsung segerah menolongnya.. "Tuan, anda baik baik saja..??" Tanya Irfan..


"Aku baik baik saja Irfan,..Ayo kita cari istri dan adik ku.."


Prokkkkk prokkkk prokkkkkkk... Terdengar suara tepuk tangan dari arah belakang Will dan juga Irfan, seketika mereka berdua menoleh..


"Aditiya.." Geram Will..

__ADS_1


"Hahahahhha, Will ternyata dengan mudanya aku bisa membawa mu datang padaku.."


"Adit, lepaskan istri dan adik ku.."


"Tidak semuda itu Will.."


"Apa mau mu Adit..??? Mereka tidak bersalah, jika kau ingin kan aku, maka ambil saja aku dan lepaskan istri dan adik ku.."


"Terlalu gampang, jika aku membekap mu... Sekarang aku tahu kelemahan mu Will, kelemahan mu ada pada sitrimu, hahahahhahah". Ucap Adit lalu tertawa..


Bukkkkkkk,,,.. Will maju dan memberi bogem mentah ke arah wajah Adit.. Seketika Adit kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur ke lantai..


Will menaiki tubuh Adit, dan memengang kera kemeja baju Adit.. "Katakan di mana istri dan adik ku, kalau tidak aku akan membunuhmu saat ini juga.." Bentak Will..


"Kau tidak punya waktu untuk membunuh ku Will, karna saat ini istri dan adik mu sedang bersenang senang di atas tempat tidur bersama para anak buah ku.." Ucap Adit menentang, sambil tersenyum licik..


Bukkk, bukkk, Bukkkk... Will menghantam Adit membabi buta.. "Jika sesuatu terjadi kepada istri dan adik ku, maka semua keturunan Pram akan ku musnahkan.." Ancam Will, lalu menghempaskan dengan kasar tubuh Adit..


"Irfan, aman kan dia.. Aku akan mencari istri dan adik ku..."

__ADS_1


"Baik tuan."


__ADS_2