Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
50


__ADS_3

"Lepaskan.." Teriak Eryna sambil mencoba melepaskan ikatan tangan dan kaki nya..


"Hahahahah, jangan harap kau bisa lepas dari sini.." Ucap seorang pria..


"Siapa kau...?? Dan di mana aku..???" Tanya Eryna, yang mata nya masih tertutup oleh sebuah kain hitam..


"Kau tidak perlu tahu siapa aku.. Yang jelas, aku akan menyiksa mu, agar suami mu Will, bisa merasakan apa yang adik ku dan orang tuaku rasakan.." Ucap pria itu, yang tak lain adalah anak Pram.


"Lepaskan, aku tidak ada hubungan nya dengan Will, tolong lepaskan..." Teriak Eryna kembali..


"Kak Eryna..." Teriak Ella memanggil, yang juga kebetulan di sekap di situ..


"Ella.. Kau di sini..???"


"Kak, hiksssss hikkkksssss.. Aku takut kak.."


"Hahahahahahah, betapa bahagia nya aku melihat kedua orang yang Will sayangi berada di dalam genggaman ku.."


"Kau akan mati di tangan kaka ku.." Ancam Ella..


Aditiya, anak dari Pram, berjalan menuju Ella, dan mencengkram kedua pipi Ella dengan sangat kerasnya..


"Auuuhhhhh,."Rigis Ella.


"Kau tahu, apa yang kaka mu lakukan pada adik ku...??? Maka kau akan merasakan apa yang adik ku rasakan.."


"Lepaskan dia, jangan sakit dia.." Teriak Eryna,,.


Lalu kemudian, Aditiya berjalan ke arah Eryna dan membuka penutup matanya..Dan menarik rambut belakang Eryna,.. "Aku penasaran bagaimana reaksi Will saat tahu, wanita yang ia cintai berada di tangan ku dan akan membuka kedua kakinya untuk ku di atas ranjang.."


Cuuuiiihhhhhhh... Eryna meludah ke wajah Aditiya, dan berucap.. "Lebih baik aku mati,."

__ADS_1


"Hahahahahha,..." Tawa Adit menggema.


Plakkkkk... Adit menampar pipi Eryna begitu keras sehingga membuat pipi Eryna memerah.. "Kau terlalu percaya diri.. Lihat lah kau sendiri yang akan meminta untuk membuka kaki mu padaku.."


"Ingat besok, bawa gadis ini.." Tunjuk Adit pada Ella, "Bawa dia ke rumah kosong yang berada di sebelah, dan bawa 10 pengawal untuk menemaninya di ranjang.."


"Siap tuan.."


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


"Tuan, tuan.."Teriak Van, sambil berlarih ke arah Will..


"Ada apa Van...?? Kenapa kau berlari seperti ini..??? Apa kau sedang di kejar oleh seseorang..??" Tanya Will..


"Tuan, nyonya.....


"Kenapa Van..??? Apa yang terjadi pada istriku..??"


"Sialan..."Ucap Will penuh dengan amarah.. "Ayo ikut aku Van, dan telpon Dave sekarang juga, serta hubungi semua orang kita.. Aku tidak ingin badan istriku lecet sedikit pun.."


"Tuan, Irfan menelpon.." Ucap Van menyerahkan ponselnya ke Will..


"Ada apa..??"


"Tuan, maaf.. Rumah kita di serang oleh Aditiya anak nya Pram, dan dia berhasil membawa nona Ella.."


Bukkkkkk... Will meninju dinding yang ada di sampingnya... "Ahhhhkkkkhhhhhh." Teriak Will begitu marah..


"Ayo Van,.."


"Baik tuan.."

__ADS_1


Beberapa jam menempuh perjalanan, kini Will telah tiba di rumahnya, disana sudah ada Dave dan Adzam yang menunggu kedatangan nya..


"Bagaimana..??? Apa sudah ada kabar tentang istri dan adik ku..???" Tanya Will pada Dave, saat turun dari mobilnya..


"Tunggu, sebentar lagi.. Orang kita sedang bekerja mencarinya.."


"10menit.. Jika dalam waktu sepuluh menit mereka tidak menemukan istriku, maka jangan biarkan mereka hidup.."


"Baik Will.."


Bukkkkkkk.. Adzam meninju wajah Will..


"Gara gara kau, adik ku sampai harus mengalami hal ini.. Kau harus tanggung jawab, aku tidak ingin melihat adikku lecet sedikit pun.."


"Maaf.." Ucap Will..


"Jangan meminta maaf, jika kau belum menemukan adikku.,. Kau tahu, saat ini adik ku sedang hamil.. Kalau sampai terjadi apa apa dengan bayinya maka kau akan menyesal seumur hidupmu.."


"Aku mengerti, aku akan menyelamatkan istriku.."


"Jangan hanya berucap, tapi buktikan,. Selamat kan Eryna, dan selamat kan anak mu.."


"Anak....????" Tanya Will.


"Anak mu, anak yang Eryna kandung.."


Hm Hm Hm


Sampai di sini mi dulu lek,.. Maaf nah, akhir akhir ini jarang UP, karna lagi sibuk di dunia nyata🀭🀭 .Jadi di harap pengertian nyaπŸ€—πŸ€—


Otor khilaf sayang kalian semuaπŸ₯°. ***** dulu ahh😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


Jgn lupa like comen..


__ADS_2