
Selama setahun sudah Adzam.berada di luar negeri menjaga sang adik tercinta, berarti susah tiga tahun Eryna berada di sini. Tahun pertama dan kedua Eryna lalui bersama dengan Dave, dan di tahun ketiga ini Eryna lalui bersama dengan sang kaka Adzam.. Dave terpaksa harus meninggalkan Eryna, karna ada hal mendesak yang harus di kerjakan di perusahaan, dan Dave juga tidak bisa lagi terus terus menolak untuk memanggil panggilan dari Will, agar menyuruhnya segerah pulang..
Yang Will tahu saat ini. Dave betah berada di luar Negeri karna Dave sedang memiliki kekasih yang harus di jaga. Itu alasan Dave kepada Will, dan Will yang memang sedari dulu bodoh, ia ikut percaya dengan apa yang Dave katakan.
Saat ini, Ella, Mika dan juga Will sedang berada di taman belakang, menemani si cantik Mika yang sedang bermain dengan peliharaan barunya, seekor kelinci. Tiba tiba ponsel Ella berdering, menandakan sebuat panggilan video. Ella yang melihat nama Adzam tertulis di layar, langsung menjawabnya.. "Halo kak." Sapa Ella.
"Halo Ella, kamu di mana..??" Tanya Adzam di seberang sana..
"Rumah. Kenapa kak..???" Tanya Ella.
"Apa sih cantik Mika sedang bersama mu..? Jika ia, aku ingin melihat wajahnya, dan berbicara padanya."
"Ada, tunggu yah kak." Ucap El, lalu berjalan menuju Mika dan memberikan ponsel nya pada Mika.
"Mika, uncle Adzam ingin berbicara padamu." Ucap aunty Ella..
"Halo sayang,. sih cantiknya uncle.. Apa kabar nak.?" Tanya Adzam.
"Uncle, Mika rindu uncle. Uncle kapan kesini, Mika ingin bermain bersama uncle." Ucap Mika dengan wajah bersedih, karna menahan rindu..
__ADS_1
Eryna yang mendengar suara anaknya untuk yang oertama kalinya lewat ponsel, langsung menitihkan air mata nya dan tersenyum lembut.. "Anak ku." Batin Eryna.,
"Apa kau ingin berbicara kepada Mika..?" Bisik Aszam kepada Eryna.. Namun Eryna menggelengkan kepalanya
"Apa yang sedang uncle katakan.." Tanya Mika, yang merasa heran. " Kenapa uncle berbisik bisik." Tanya nya lagi.
"Ouh tidak apa sayang, uncle hanya berbicara pada teman uncle. Apa kau ingin melihat wajah teman uncel..??" Tanya Adzam.
"Apa boleh uncle..?" Tanya ulang Mika.
"Jika kau mau, uncle akan memperlihatkan mu."
"Tunggu sebentar sayang." Ucap Anzel, lalu memberi ponselnya pada Eryna.. "Ayo dek, aku tahu kau rindu dengan baby Mika.. Sekarang waktu nya, kau harus melihat wajah cantik Mika." Bisik Adzam.. Dan Eryna langsung meraih ponsel Anzel..
Dengan pelan pelan Eryna memperhatikan layar ponsel, dilihat nya waja baby Eryna, wajah yang begitu sangat di rindukan nya selama tiga tahun ini. Wajah yang selalu memberikan nya kekuatan dalam menghadapi sakit ini.. Keheningan, hanya ada keheningan dia antara keduanya.. Meraka saling menatap tanpa berucap kata sama sekali..
Eryna yang begitu rindu oada sang anak, hanya bisa meneteskan air matanya.. Menangis dalam diam nya. Dan sebaliknya Mika yang melihat seorang perempuan di layar ponsel, terus saja memandang dan sesekali mengerjapkan matanya. Hingga Mika sadar siapap perempuan itu, lalu Mika berucap.
"Mommy.." Ucap Mika.
__ADS_1
Eryna langsung mengahapus air matanya kala mendengar sang anak berucap mommy..
"Mommy, kau mommy ku kan..?? Kenapa mommy tidak pulang.? Mika rindu mommy." Ucap Mika sambik meneteskan air matanya..
Mika adalah tipe anak yang aktif, dan jarang sekali menangis, tapi baru kali ini, Mika menangis hanya karna melihat sang mommy di layar ponsel..
"Mommy, apa Mika punya salah.?" Tanya Mika lagi, Namun Eryna terus saja menangis tanpa menjawab pertanyaan sang buah hati..
"Mommy, Mika rindu mommy.. Mau kah mommy pulang, dan memandikan ku..?" Tanya Mika dengan air mata yang terus saja berjatuhan.
"Mau kah mommy mengepang rambutku.?"
"Maukah mommy membacakan buku dongeng untukku.?"
"Maukah mommy menemaniku tidur."
Mika terus saja berbicara sambil menangis. Membuat Ella kaget dan langsung meraih ponselnya.. Dan betapa kagetnya Ella saat melihat siapa yang Mika temani untuk video call..
"Kak Eryna.." Ucap Ella.
__ADS_1