Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
Bertemu Papa


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya papa Gladis memasuki kediamannya.


"Maaf, menunggu papa terlalu lama." ujar Papa, dia menghampiri Gladis yang bersandar dibahu suaminya.


Mendengar itu, Gladis menatap ke asal suara. Lalu, mendapati papa nya yang sedang menyunggingkan senyum bahagia nya. Gladis, menghambur ke pelukan sang papa. Rasanya, ia benar - benar sangat merindukanmu sosok papa nya.


"Papa, Gladis sangat merindukan papa. Maafkan Gladis, yang baru sekarang berkunjung kerumah papa." ucap Gladis, dengan memeluk papa nya erat.


"Iya sayang, papa juga sangat merindukanmu. Kamu ini, sudah menikah masih saja bersikap manja seperti ini. Liat, suami itu. Dia, melihatmu sambil menggelengkan kepalanya." ujar Papa, menatap kearah Kenny yang sedang tersenyum canggung.


"Tidak usah hiraukan dia pah, ayo kita makan! Gladis sudah sangat lapar." seru Gladis, ia menarik tangan papa nya menuju meja makan. Semua, makan siang telah dipersiapkan bibi.


"Nak, maafkan sikap Gladis ya." ujar Papa, menatap Kenny.


"Tidak apa - apa pah, Kenny mengerti. Gladis, memang sangat merindukan papa." ujar Kenny.


"Yasudah, ayo kita makan." ajak Papa. Kenny, mengangguk dan mengikuti langkah anak dan bapaknya itu.


Mereka pun, makan dalam keadaan hening. Tidak ada yang bersuara, hanya terdengar suara dentuman sendok saja.


Beberapa menit kemudian.


Mereka telah selesai makan, dan melanjutkan obrolan sekaligus mengobati rasa rindu yang terpendam antara ayah dan anak itu. Diruang keluarga.


"Pah, Gladis dengar dari bibi. Kalau, papa sering makan siang diluar. Dan, jarang sekali makan dirumah ya?." tanya Gladis, dengan sorot mata mengintimidasi.

__ADS_1


Papa, yang mendengar sekaligus menatap Putrinya yang menatapnya seolah ingin memakan nya hidup - hidup hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Bukan seperti itu sayang, akhir - akhir ini. Papa, memang sangat disibukkan dengan urusan kantor. Makanya, papa tidak sempat pulang nak." jawab Papa, sambil mengelus kepala Putri kesayangannya.


"Sesibuk - sibuknya papa, aku nggak mau ya papa makan diluar terus. Itu, nggak baik buat kesehatan papa." seru Gladis.


"Iya sayang, papa tidak akan makan diluar lagi. Kenny, gimana prilaku Putri papa? Apa dia menyusahkanmu?." tanya Papa, beralih menatap Kenny.


"Papa apaansih, memang nya prilaku Gladis nggak baik? Sampe papa tanyain segala sama suami Gladis." protes Gladis. Papa, hanya membalasnya dengan tersenyum saja.


"Putri papa sama sekali tidak menyusahkan ku pah, dia sangat - sangat berprilaku baik." jawab Kenny, sambil menepiskan senyumnya.


Tiba - tiba Kenny beranjak dari duduknya, dan bersimpuh dikaki papa Gladis. Membuat Papa serta Gladis kaget dengan tindakan Kenny.


"Kenny, ada apa denganmu nak? Berdirilah! Jangan seperti ini." pinta Papa, ia menarik tangan Kenny agar duduk disebelah kirinya. Tetapi, Kenny tidak beranjak. Dia, malah mengambil tangan mertua nya untuk ia cium.


"Tidak nak, papa sudah memaafkanmu sebelum Kamu meminta maaf. Papa, lah yang seharusnya minta maaf. Karena papa Kamu harus mengalami kerugian yang besar." tutur Papa, sambil menarik tangan Kenny untuk duduk disamping nya. Akhirnya, Kenny duduk juga.


"Tidak pah, aku lah yang bersalah. Tolong, maafkan menantu kurang ajarmu ini." ucap Kenny.


"Sudah lah nak, yang berlalu biar lah berlalu. Jadikan, itu pelajaran untukmu. Jangan, gampang tersulut emosi. Selesaikan masalah dengan dingin kepala. Lagipula, jika saja itu tidak terjadi. Mungkin, Kamu dan putri papa tidak akan bersatu." tutur Papa, ia menepuk pelan bahu Kenny.


Gladis yang melihat papa dan suaminya akrab, menitikkan air mata haru bahagia. Dia, sekarang mempunyai tiga pria serta satu wanita yang sangat menyayanginya.


"Papa tidak tau, umur papa sampai kapan. Maka, dari itu. Papa minta sama Kami, tolong Kamu jaga putri papa. Karena, tidak ada lagi siapa - siapa kecuali Kamu yang papa harapkan." ucap Papa.

__ADS_1


"Papa ngomong apasih? Jangan ngomong yang aneh - aneh deh. Memangnya papa nggak mau lihat apa, cucu pertama papa lahir." timpal Gladis, ia mengerucutkan bibirnya.


"Cucu pertama? Kamu sedang mengandung nak?." tanya Papa, seoalah tak percaya. Gladis, mengangguk cepat.


"Papa turut bahagia sayang, selamat ya nak. Sebentar lagi, kalian akan menjadi seorang ayah dan ibu." ujar Papa, ia mengusap kepala putrinya.


"Iya pah, oh iya. Mama mertua ajakin papa makan malam bersama. Papa datang ya." pinta Gladis, Papa menganggukkan kepalanya. Pertanda, menyetujui permintaan putrinya.


"Pasti sayang, papa akan datang." ujar Papa.


"Sanking asiknya mengobrol, mereka tidak menyadari ternyata hari sudah mulai petang. Akhirnya, mereka memutuskan untuk pulang dari rumah papa Gladis.


"Ah, ya ampun.. Pah, kami pamit pulang dulu. Ternyata hari sudah mulai petang pah." ujar Gladis, ia melirik jam dipergelangan tangannya.


..."Oh yaudah sayang, kalian hati - hati ya nak. Nanti malem, papa kerumah kalian." sahut Papa. ...


Mereka langsung beranjak dari duduknya, dan berjalan keluar rumah. Memasuki mobil yang terparkir rapi dihalamam rumah. Gladis, melambaikan tangannya kepada papa nya. Papa nya membalasnya sambil tersenyum. Kenny, membunyikan klakson, dan langsung menjalankan mobilnya.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Vote vote all.


Lopyuhh😘😍❤


__ADS_2