
Beberapa jam terkurung di dalam kamar Will.. Yang ada hanya ada keheningan. Setiap Will ingin mengatakan sesuatu Eryna langsung menutup telinga nya.. Ia tidak ingin mendengar sama sekali apa yang Will ucapa kan..
Will hanya bisa menitihkan air matanya.. Menyesalai perbuatan nya selama dua bulan ini.. Menyesal telah menyiksa Eryna, menyesal karna telah salah pahan kepada Eryna,. Terlebih lagi saat ini Will tahu bahwa Eryna lah gadis yang selama ini ia cari dan ia rindukan.. Gadis yang selam belasan tahu, selalu mengisi hatinya. Gadis yang telah, membuat nya lupa akan wanita lain di luar sana.. Dan gadis, yang begitu membuat Will bersemangat untuk tetap menjalani hidupnya hingga saat ini..
Tapi semua itu hilang, dan sirna sudah.. Harapan yang Wilk tanam, yang berjanji akan membahagia kan gadis kecilnya, semuanya telah sirna,. Sirna karna kesalapahaman yang Will buat sendiri..
"Eryna, apa kh tidak ada maaf lagi untuk ku..???"Lirih Will. Yang saat ini duduk di lantai bersandar di ujung tempat tidur..
Namum Eryna hanya diam. Tidak ingin menjawab pertayaan Will..
"Eryna, kau tahu.. Selama belasan tahun ini aku terus saja mencari mu..?" Ucap Will lagi, namum lagi lagi Eryna hanya terdiam.
"Eryna, aku berjanji akan melakukan apa pun asal kau ingin memaafkan ku.." Ucap Will kembali..
Diam nya Eryna, membuat Will merasa sakit yang teramat mendalam..
"Eryna, aku janji akan menebus semua yang telah ku lakukan padamu.. Aku janji akan memberikan mu kebahagian." Ucap Will lagi namum Eryna masih tetap terdiam
__ADS_1
Hingga terdengar bunyi suara pintu yang di buka dari luar.. Dengan Segerah Eryna berdiri dari duduk nya, dan mencoba melangkah.. Namum langkah nya terhenti, kala Will meraih tangan nya..
"Kumohon, maafkan aku Eryna,."
"Lepaskan aku Will,." Ucap Eryna, dan berhasil melepaskan tangan nya dari genggaman Will. Dan melangkah keluar dari kamar Will..
Saat berada di depan kamae Will.. Ella berada di sana, berdiri sambil menundukkan kepalanya..
"Maafkan aku kak Eryna.." Ucap Ella.
"Kak kumohon, maafkan kak Will." Teriak Ella, dan membuat Eryna menghentikan langkah nya..
"Kak ku mohon maafkan kak Will, dan tolong tetaplah terus berada di sini, di sisi kak Will." Ucap Ella kemudian..
"Kau tidak tahu El, apa yang telah kakak ku lakukan padaku.."
"Maaf.."
__ADS_1
"Jadi jangan pernah memintaku untuk tetap berada di sisi nya Will."
"Kak, kumohon. Satu kesempatan untuk kak Will, kumohon kak.."
"Kau tahu Ella, kaka mu itu buka manusia.. Kau tahu, Will hampir saja beberapa kali ingin membunuhku.. Dan bahkan dia tengah membuatku harus membuka pakaian ku di hadapan para penjaga rumah ini.. Kau tahu El, saat itu apa yang kurasakan.. Kau tahu, hatiku saat itu sudah sangat hancur dengan perlakuan kaka mu itu.. Kau tahu, tiap hari, hatiku yang sakit selalu berusaha ku ajak damai, tapi setiap melihat wajah Will, yanga ada hatiku justru merasa sakit yang begitu mendalam.. Sakit akibat perbuatan yang Will lakukan padaku.. Setiap aku rindu akan sosok iam, aku memaandang wajah Will di pagi hari..Tapi apa kau tahu El, yang ada justru aku merasa labih sakit.. Rindu yang kurasa tergantikan dengan rasa sakit yang teramat mendalam.." Jelas Eryna dengan isak tangis nya..
"Kak." Lirih Ella, yang juga ikut menangis..
"Kau tahu El, betapa tersiksa nya hatiku saat tahu jika Will adalah iam.. Saat itu, aku berharap jika semua itu hanya kebohongan.. Aku tidak ingin iam yang ku kenal dulu adalah Will.. Setiap hari ku tepis kebenaran itu.. Tapi semakin kucoba untuk menepis semua, semakin sakit yang kurasa.."
Pas tulis part ini, jantung otor bedetak lebih cepat, jemari tangan otor gemetar ..
Kirain otor sakit parah..??? Eh ternyata padahal otor laparπ π π
Next lagi Yukkkk
Jgn lupa like dan comenπππ
__ADS_1