
Keheningan. Hanya itu yang tercipta saat ini antara Dave dan Eryna. Setelah menjelaskan semuanya kepada Dave, Eryna terdiam membisu begitu pun dengan Dave.. Jujur sebenarnya Dave sangat tidak suka dengan apa yang Eryna katakan.. Tapi kau bagaimana lagi, Eryna adalah Eryna. Jika ia sudah memutuskan sesuatu, siapa pun itu tidak akan ada yang bisa mencegah nya..
Beberapa saat kemudian.
"Kau yakin..?" Tanya Dave, membuka percakapan kembali.
Eryna menolehkan wajahnya menghadap ke wajah Dave, lalu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya..
"Apa keputusan itu tidak bisa di ubah lagi ?" Tanya Dave kemudian.
Lagi lagi Eryna kembali tersenyum, dan menganggukkan kepalanya.. Setelah itu Eryna bersandar di pundak Dave. "Maksih Dave, karna selama ini kau sangat baik padaku." Ucapnya.
"Eryn."
"Hhmm"
"Aku senang bisa mengenal wanita seperti mu." Ucap Dave..
"Aku berdoa, agar kau bisa mendapat wanita seperti diriku."
"hahahah, kenapa kau masih bisa bercanda dalam keadaan seperti ini..?"
"Ini bukan candaan Dave. Tapi ini doa."
"Ya, ya, ya, baiklah.."
"Makasih karna sudah mengerti dengan keinginan ku." Lirih Eryna, membuat Dave terdiam.. "Aku janji....." Ucapan Eryna terputus kala Dave menyela.
"Janji mu akan ku pegang, jika kau melanggarnya maka kau akan tau sendiri akibatnya." Timpal Dave..
__ADS_1
"Ya aku janji.."
"Baiklah sekarang kita masuk,. Aku tidak ingin Wil berprasangka yang tidak tidak, karna kita berdua sudah berbicara cukup lama."
"Baiklah."
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hari berganti hari, kini tak terasa usia kandungan Eryna memasuki bulan ke 7.. Setiap harinya selama beberapa bulan ini, tak henti hentinya Eryna mengajak Will berlibur berdua. Bahkan kadang Eryna tidak ingin siapa pun mengganggu mereka..
Will dengan setianya, menemani Eryna.. Kemana pun Eryna berjalan, Will pasti selalu berada di sampinya, menjaga Eryna,.. Perhatian Will sehari hari membuat Eryna terus saja tersenyum. Bagimana tidak, setiap langkah selalu ada Will, Will, dan Will.. Will tidak ingin meninggalkan nya walau hanya sesaat..
Semua yang melihat kebersamaan mereka, pasti akan merasa cemburu,. Dimana mereka selalu saja berjalan bersama, bagaikan sepasang merpati..
"Sayang, besok jadwal operasi mu.. Kau harus istirahat." Ucap Will.
"Aku belum mengantuk Will."
"Boleh aku tidur di pangkuan mu..???" Tanya Eryna saat Will sudah duduk di sampingnya..
"Kenapa harus meminta izin.." Ucap Will, lalu Eryna meletakkan kepalanya di atas kedua paha Will..
"Will,.." Panggil Eryna.
"Iya."
"Will."
"Iya."
__ADS_1
"Will." Panggilnya kemudian.
"Ada apa, hmmm...???" Jawab Will lembut, sambil tanganya bergerak membelai dengan lembut rambut Eryna..
"Terima kasih, sudah menemaniku."
"Itu sudah tugas ku sayang, jadi jangan katakan terima kasih."
"Will."
"Iya."
"Maaf, karna membuat mu harus kerepotan dengan semua permintaan ku yang aneh akhir akhir ini."
"Sayang, menurut ku permintaan mu tidak aneh, jadi stop untuk minta maaf.." Ucap Will
Kemudian Eryna menarik lengan Will.. Eryna, menggenggam jemari Will, dan sesekali menciumnya.. "Will kau ingat saat pertaman kali kita bertemu dulu..???" Tanya Eryna.
"Iya sayang aku ingat, ingat semuanya."
"Aku ingin kau menceritakan tentang kita dulu.. Aku ingin mendengar nya." Pinta Eryna..
"Serius ingin mendengarnya..??" Tanya Will penasaran..
"Iya Will. Tolong cerita kan semuanya padaku agar aku tidak akan bisa melupakanya.."
"Baiklah sayang.."Ucap Will, kemudian menceritakan semunya, awal mula mereka bertemu beberapa tahun yang lalu, saat mereka masih duduk di bangku dasar..
Will yang tengah asyik bercerita, tiba tiba menghentikan cerita nya kala, kala jemarinya yang di genggam oleh Eryna tiba tiba terlepas.. "Sayang, sayang,. Apa kau tidur..???" Tanya Will namun Eryna hanya terdiam..
__ADS_1
"Sayang, tadi katanya kau bilang belum mengantung.. Lalu kenapa kau tiba-tiba tertidur.??" Ucap Will..