Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
42


__ADS_3

Setelah menelpon Dave.. Eryna, duduk di sofa, menunggu kedatangan Dave, yang akan menjemputnya. Keheningan, hanya keheningan yang tercipta saat ini.. Will, terusa saja menatap Eryna, dengan tatapan sendu dan penuhi rasa bersalah..


Tatapan penyesalan, tatapan kerinduan, semua berkumpul menjadi satu.. Will bahkan lupa untuk memejamkam matanya,, hanya untuk demi melihat wajah Eryna, wajah yang selama belasan tahun ia rindukan, dan ia cari.. Tapi setelah bertemu, yang ada hanya penyesalan, dan rasa bersalah.. Yang menghampiri Will..


Beberapa saat kemudian , sesuai janji.. Dave teleh datang, Eryna yang melihat Dave. Langsung berdiri dari duduk nya, dan melangka mendekati Dave..


"Ayo Dave, kita pergi." Pinta Eryna.


"Kumohon, jangan pergi Eryna.." Lirih Will,.


Eryna hanya diam, tak menjawab sama sekali ucapan Will, begitupun dengn Dave..


"Dave, ku mohon jangan bawa Eryna pergi." Timpal Ella, yang tiba tiba bergabung..


"Dave, ku mohon.. Biarkan Eryna berada di sini..." Ucap Will kemudian.


"Maaf El, maaf Will. Aku harus membawa Eryna. Aku tidak ingin wanita yanh ku cintai berada di sini.."


"Dave.." Teriak Will,. Mendengar perkataan Dave membuat Will kembali merasakan sakit yang begitu mendalam..


"Ayo Dave, kita pergi.." Ajak Eryna menarik tanggan Dave..

__ADS_1


Ella yang melihat, lansung mendekat kearah Eryna, dan memeluk tubuh Eryna, dengan sangat erat..


"Maafkan aku kak.. Maaf.." Ucap Ella.


"Jangan menangis El,."


"Jujur, aku berharap kaka bisa kembali bersama dengan kak Will."


"Semua sudah berakhir El, jangan berharap yang tidak tidak, untuk sesuatu yang tidak mungkin.. Dan terima kasih El, selama berada di sini kau begitu baik padaku.."


"Kak.." Lirih Ella.


"Aku harus pergi El."


"Maafkan aku Will." Ucap Dave, lalu melangkah keluar dari rumah Will bersama dengan Eryna..


••••••••••••


Di perjalanan, hanya ada keheningan yang tercipta.. Eryna terus saja menatap ke arah jendela mobil, sambil sesekali menyeka air matanya.. Dave yang melihat hanya bisa terdiam, dan sesekali melirik ke arah Eryna..


"Eryna, kita sudah sampai.." Ucap Dave, saat mobil yang ia kendarak telah tiba di rumah Eryna.

__ADS_1


"Makasih Dave.." Ucap Eryna, dan mencoba turundari mobil, namum Dave menggenggam tangan nya..


"Aku janji Eryn, aku akan membuat mu bahagia." Ucap Dave tulus..


"Makasih Dave.."


"Aku harap setelah ini, maka tidak ada lagi air mata yang jatuh membasahi pipi indah mu ini.." Ucap Dave, sambil menyeka buliran air mata Eryna..


"Kak Dave.... Hikssss hiksssss hiksssss." Tanggis Eryna pecah..


Dave langsung sigap, meraih tubuh Eryna dan membawanya kedalam pelukan nya..


"Menangislah.. Menangislah dengan sangat keras, agar semua beban yang terpendam di hatimu bisa berkurang,.."


"Kak, kenapa takdir begitu sangat kejam., Seolah olah takdir tidak ingin melihat ku bahagia.."


"Jangan berkata seperti itu. Jika takdri tidak ingin melihat mu bahagia, maka aku akan membuat takdir akan melihatmu bahagia, karna aku janji akan selalu berada di sini mu dan membuat mu bahagia Eryn.."


"Hikksssss, hikkkksssss.. Dave, bawa aku pergi jauh.. Aku tidak ingin tinggal disini. Aku tidak ingin Will melihat ku.. Aku tidak ingin kembali teringat pada kejadian kelam itu."


"Aku janji akan membawa mu pergi.. Kemana pun yang kau minta,. Tapi kita harus menunggu Adzam dulu,.."

__ADS_1


"Baiklah Dave.." Ucap Eryna, melepaskan pelukan nya dari Dave..


__ADS_2