
Jam kini menunjukkan pukul 10mlm,, hingga kini Will belum juga sadar. Dan Eryna masih setia berada di sampingnya sambil mengenggam tangan Will.. Dave yang kebetulan masih berada di situ langsung mendekat ke arah Eryna dan berkata.. "Ayo, Eryn. Aku antar kau pulang bagaimana pun kau butuh istirahat.."
"Tidak Dave.." Ucap Eryna..
"Eryna, kau sedang mengandung. Kasihan bayi yang ada di perutmu.."
"Tapi bayi ku, ingin di sini.. " Ucap Eryna, dan Dave tidak bisa lagi berkata kata.. "Lebih baik kau yang pulang Dave, kasihan Ella sendiri.. Aku janji akan memberi kabar jika Will telah sadar nanti.."
"Baiklah, jika itu mau mu aku akan pulang.. Tapi Eryna, ku mohon, kau harus istirahat. Jangan terlalu memaksakan dirimu.."
"Baik Dave.."
Dave tak mampu berkata lagi, akhirnya memutuskan untuk pulang.. Tapi sebelum itu Dave juga sudah memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menjaga Will dan Eryna yang kini sedang berada di rumah sakit..
••••••••••••
Karna merasa kantuk yang begitu mendalam, akhirnya Eryna memutuskan untuk menutup matanya,. Dengan posisi yang masih setia duduk di samping Will, sambil menggenggan tangan Will.. Beberapa saat kemudian, Will yang tadi nya masih setia menutup matanya.. Kini mulai membuka mata secara perlahan..
"Eryna.." Panggil Will saat melihat ada Eryna yang tertidur di samping nya, dan menggenggam tangan nya..
"Eryna,.." Panggil Will kemudian, sambil mengusap lembut pucuk kepala Eryna..
__ADS_1
Eryna yang merasa ada pergerakan di ujung kepalanya, langsung mengerjapkan mata nya secara perlahan.
"Eryna.." Panggil Will lagi, sehingga Eryna melihat ke arah Will..
"Bodoh.." Satu kata yang Eryna ucapkan yang mampu membuat Will terdiam..
"Bodoh.. Kenapa kau menolongku.. Harus nya kau biarkan aku saja yang tertusuk.." Ucap nya kemudian..
"Tidak mungkin.."Balas Will..
"Kau memang bodoh, dulu kau bilang kau ingin melihat ku mati bukan...??? Lalu kenapa saat aku siap mati, kau malah mencegah nya..???"
"Maaf, itu karna aku mencintai mu.." Ucap Will..
"Eryna.." Ucap Will sambil menggenggam jemari Eryna, mencegahnya agar tidak pergi meninggalkan nya.. "Maafkan aku Eryna.."
"Tidurlah, besok aku akan datang lagi.."
"Aku tidak akan tidur, jika kau pergi.. Aku tidak ingin melepas mu lagi.. Dulu, kau membohongiku. Kau bilang, jika akan menemui ku 3hari lagi.. Tapi ternyata kau berbohong.. Jadi mulai sekarang, aku tidak akan melepaskan mu lagi.."
"Baikalah.." Ucap Eryna, lalu kembali duduk di tempatnya semula..
__ADS_1
"Terima kasih.."
"Jadi sekarang tidurlah Will,."
"Aku tidak bisa tidur Eryna, kau lupa tadi aku sudah cukup tidur telalu lama.."
"Ouh ia aku lupa.."
"Tapi tadi tidurku terganggu.."
"Kenapa..???"
"Karna ada seorang perempuan cantik yang terus saja menangis di sampingku.. Jadi itu membuat tidurku terusik.."
"Ia, aku memang menangis melihat keadaanmu..Dan lagian wanita mana yang tidak akan menangis jika melihat ayah dari bayi nya terluka seperti itu..?? Wanita mana yang tidak akan menangis jika melihat seseorang yang menolongnya, harus mendapatkan tusukan di punggung nya.. Dan wanita mana yang tidak menangis jika melihat seorang pria....." Ucapan Eryna terputus kala Will menyela..
"Jika melihat seorang pria yang ia cintai harus menahan sakit.." Ucap Will membuat Eryna terdiam.. "Itukan yang mau kau bilang..??" Goda Will sambil tersenyum..
"Will.." Teriak Eryna..
Lalu Will menarik lengan Eryna dan membuat Eryna masuk kedalam pelukan nya.. "Aku mendengar semua yang kau ucapkan tadi.. Jujur aku bersyukur bisa melewati ini semua.. Andai ku tahu, bahwa hanya dengan cara ini kau bisa memaafkan ku.. Maka dari dulu, mungkin aku sudah menabrakkan diriku ke mobil yang melintas.. Agar kau bisa memaafkan ku.." Jelas Will..
__ADS_1
"Will.." Lirih Eryna di dalam pelukan Will..
"Aku tahu, kau ingin menangis bukan..??? Tapi kau hanya sengaja pura pura kuat saat ini.." Goda Will lagi..