
Siang hari, Gladis terbangun karena merasakan lapar. Ia, pun membangunkan suaminya.
"Yank, ayo bangun.! Aku laper.. " rengek Gladis, sambil menggoyangkan tubuh Kenny.
"Egh.. Kalau laper ya makan yank." sahut Kenny, ia enggan untuk membuka matanya.
"Is, Kamu tuh. Nggak ada peka - peka nya banget." kesal Gladis, ia pun turun dari kasur dengan menggerutu.
Kenny, langsung membuka matanya. Dan, menarik tangan Gladis. Alhasil, Gladis kembali terduduk dikasur.
"Becanda sayang, yaudah ayo kita cari makan. Baby nya papa mau makan apa sayang?." tanya Kenny, sambil berbicara didepan perut Gladis. Gladis, tersenyum bahagia saat melihat sifat lembut dari Kenny.
"Mau makan ayam kecap pah, tapi kita sekalian mampir dirumah papa ya sayang." jawab Gladis, sambil mengusap kepala Kenny.
"Siap laksanakan komandan hehe.. " ujar Kenny, sambil tertawa kecil. Gladis, hanya tersenyum senang.
Drt.. Drt.. Drt..
Ponsel Kenny bergetar, yang berada diatas nakas. Kenny, melihat siapa si penelpon.
Shella is calling...
"Siapa sayang?." tanya Gladis.
"Shella sayang, udah biarin aja. Yuk, kita siap - siap." ajak Kenny, ia kembali meletakkan ponselnya diatas nakas. Tetapi, Gladis malah menggelengkan kepalanya.
"Jawab sayang, Kamu nggak boleh seperti itu. Kan, udah aku bilang akhiri hubungan Kamu secara baik - baik. Jangan, ada yang namanaya musuhan. Aku, nggak mau disangka jadi perusak hubungan orang." ujar Gladis, ia mencoba tersenyum. Walau, jauh dilubuk hatinya. Ia, juga merasa cemburu suaminya harus menjawab telepon dari wanita lain. Tetapi, ia tau diri. Karena, wanita itu hadir. Jauh, sebelum adanya dia. Gladis, saja menikah hanya karena terpaksa. Tetapi, waktu memutar segalanya. Hingga, mereka sekarang saling mencintai.
Akhirnya Kenny mengalah, ia pun menjawab teleponnya. Sedangkan Gladis, memilih bersiap - siap saja.
"Hallo.. Kenapa Shel?." jawab Kenny, dengan malas.
"Hallo sayang, Kamu kenapa jawabnya kaya nggak senang gitu?." tanya Shella.
__ADS_1
"Kenapa nelpon?." tanya Kenny, tanpa menghiraukan ucapan Shella.
"Ih, Kamu tuh. Udah lama nggak ketemu. Kok, Kamu jadi aneh gini. Aku, sangat merindukanmu sayang." ujar Shella, dengan nada manjanya.
"Ya, aku juga merindukanmu. Jangan, bertele - tele She. Aku, mau lanjut meeting nih." sahut Kenny, beralasan.
"Tunda dulu sayang meetingnya, aku sekarang berada dibandara. Jemput aku ya sayang, aku udah kangen banget sama Kamu." ujar Shella.
"Maaf Shel, tapi aku nggak bisa. Ini, meeting nya sangat berpengaruh ke perusahaan aku. Tapi, aku akan menyuruh Zoe untuk menjemputmu. Baiklah, aku tutup dulu." ucap Kenny, tanpa mendengar balasan Shella. Ia, langsung memutuskan telepon secara sepihak. Kemudian, memberikan perintah kepada Zoe.
"Arghh... Dasar sialan, kenapa dia jadi aneh gini. Apa, selama aku pergi Kenny berhubungan dengan pelayan itu? Ah, tidak - tidak. Tidak, mungkin Kenny mau dengan wanita seperti dirinya. Mungkin, dia memang sedang meeting. Dan, kelelahan bekerja. Makanya, dia agak ketus menjawab teleponku." ucap Shella, ia sudah kembali dari pemotretan nya.
"Sayang, Kamu udah siap?." tanya Kenny, saat melihat Gladis duduk didepan cermin.
"Udah yank, Kamu udah siap nelponnya?." tanya Gladis balik. Kenny, menganggukkan kepalanya.
"Shella bilang apa yank?." tanya Gladis, ia penasaran. Karena, Kenny juga lumayan lama berbicara dengan Shella.
"Oh, yaudah. Kamu, jemput aja nona Shella. Aku, pergi sama mama aja." ujar Gladis.
"Tidak, aku yang akan menemanimu dan calon anak kita. Shella, Zoe yang akan menjemputnya." ujar Kenny.
"Tapi yank.. " ucapan Gladis, terhenti karena Kenny sudah duluan memotongnya.
"Tidak ada tapi - tapi. Dan, ya. Jangan, memanggil Shella dengan sebutan nona. Derajatmu lebih tinggi dari pada dia." seru Kenny.
"Tidak apa - apa sayang, aku sudah terbiasa memanggilnya dengan sebutan nona." ucap Gladis.
"Ini perintah.! Sekarang, ayo kita pergi." kata Kenny, ia menarik tangan Gladis keluar kamar.
*****
"Hai mah." sapa Gladis, saat melihat ibu mertuanya menonton diruang keluarga.
__ADS_1
"Eh hai sayang, kalian sudah bangun? Kalian mau kemana? Kalian makan dulu sana. Apalagi, Gladis Kamu harus banyak makan sayang. Karena, Kamu sudah berbadan dua. Oh iya, resep yang udah mama tebus serta susu ibu hamil udah mama taruh dilaci kamar kalian ya. Tadi, mama ketuk - ketuk kamar. Tapi, nggak ada yang bukain. Yaudah mama buka, ternyata kalian sedang tidur. Maaf ya sayang." ujar Mama, seraya membelai rambut Gladis.
"Iya mah tidak apa - apa. Kita mau makan. Tapi, makan diluar mah. Sekalian, mau mampir dirumah papa." ucap Gladis, sambil tersenyum.
"Oh gitu, yaudah sayang. Kalian hati - hati ya. Kenny, jaga istrimu.!." titah Mama, menatap tajam Kenny.
"Iya mah, pasti lah Kenny menjaga istri dan calon anak Kenny. Gimana, sih mama." jawab Kenny, ia merasa jengkel karena sikap mama nya.
"Sayang, kalau Kenny jahat sama Kamu. Bilang aja sama mama ya, biar mama kubur dia hidup - hidup." kata Mama. Gladis, tertawa mendengar ucapan mama mertuanya yang agak kocak ini.
"Iya mah, mama mau nitip sesuatu nggak?." tanya Gladis.
"Tidak sayang, yasudah pergilah. Kalian hati - hati ya. Oh iya, bilang pada papamu. Mama, mengundang besan mama untuk makan malam dirumah ya sayang. Kita, harus merayakan kabar bahagia ini." ucap Mama.
"Beneran mah?." tanya Gladis, dengan mata yang berbinar. Mama, mengangguk sambil tersenyum.
"Yaudah mah, kita pergi dulu." ucap Kenny, kali ini Kenny sendiri yang akan menjadi supir untuk dirinya serta istri dan calon anaknya.
.
.
.
Duh.. Maaf ya all, karena baru sempet up. Itu, pun cuma 1 bab doang. Karena, author ada kesibukan didunia nyata hehe.. Tapi, Insya allah bakal up setiap hari kok. Walaupun, cuma 1 bab.
Jangan lupa memberikan semangat nya ya.
-Like.
-Komentar.
-Vote, sebanyak - banyaknya. Terimakasih 😘😍❤💋
__ADS_1