Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
59


__ADS_3

Setelah dokter Dian, memeriksa Eryna dan dokter Stive yang melihat hasil usg, mereka saling terdiam dan memandang satu sama lainya.. Yang membuat Will semakin penasaran saat melihat nya..


"Ada apa..??? Katakan., ? Bagaimana kondisi bayi ku dan istriku saat ini...??" Tanya Will.


"Maaf tuan Will.. Bayi anda harus segerah di gugurkan, dan nyonya harus segerah melalukan operasi pengangkatan kanker yang ada di rahimnya.."


"Tidak... Tidak..." Teriak Eryna, saat mendengar ucapan dokter Stive..


Will yang melihat Eryna, langsung meraih tubuh Eryna, dan memeluknya.. "Will, aku sehat, sangat sehat. Aku tidak ingin kehilangan bayiku." Lirih Eryna dengan air mata yang sudah membasahi pipinya..


"Dokter apa tidak ada jalan lain lagi..??" Tanya Will.


"Jika nyonya bertahan untuk menyelamatkan bayi nyonya, itu akan sangat beresiko untuk nyonya sendiri. Terlebih lagi, kanker pada rahim nyonya sudah mulai berkembang.." Jelas dokter Stive.


"Dok, apa pun yang terjadi, aku tidak mengikuti ucapanmu." Kesal Eryna, karna merasa dirinya saat ini sedang baik baik saja.. "Aku yang membawa tubuhku, dan aku yang membawa bayi ku. Aku yang tahu, aku sanggup atau tidak.." Jelas Eryna. Membuat dokter terdiam.


"Sayang sudah, tenang lah.." Ucap Will menenangkan Eryna dalam pelukan nya..


"Will, apa pun yang terjadi, aku ingin anak ku selamat.."


"Ia sayang, ia.. Jadi tenang lah.. Aku akan megantar mu ke mobil, El akan menemanimu di sana." Ucap Will.


••••••

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, setelah mengantar Eryna, Will kembali berjalan menuju ruangan dokter Stive, Will ingin mendengar langsung penjelasan Stive yang tadi sempat terpotong, akibat Eryna..


"Jadi, apa tidak ada jalan lain lagi Stive..???" Tanya Will, saat duduk berhadapan di ruangan Stive..


"Sudah ku katakan, jika kau mempertahan kan bayinya, maka akan sangat beresiko buruk untuk keduanya, untuk istri dan bayimu.. Jadi lebih baik, saat ini kau harus memilih bayi atau istrimu.."


"Istriku, aku memilih istriku." Lirih Will. Yang merasa sangat sedih harus berada di antara pilihan..


"Jadi bujuklah dia, agar ingin melakukan operasi..Karna semakin lama kita menunda, maka keadaan istrimu akan semakin menurun.." Jelas Stive


"Baiklah." Ucap Will lesu..


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Beberapa saat kemudian, setelah mobil yang mereka tumpangin telah tiba di rumah.. Eryna yang tanpa di bantu oleh Will turun dari mobil tanpa memperdulikan siapa pun.. Berjalan dengan cepat menuju kamarnya..


"Momi baik baik saja, kau akan selamat selama bersama dengan momi." Lirih Eryna, sambil berduduk di sofa kamar nya dan mengusap perutnya ..


"Eryna." Panggil Will sambil berjalan ke arah Eryna..


"Sudah ku katakan, aku tidak ingin menggugurkan anak ku.." Ucap Eryna dengan isak tangis..


"Jika itu mau mu maka aku tidak akan memaksa mu.." Ucap Will sambil memeluk tubuh Eryna..

__ADS_1


Hikkssss, hikkkkssssss.. "Apa kah perkataan mu sungguh sungguh ??" Tanya Eryna.


"Apa aku seperti terlihat sedang berbohong..??" Jawab Will dengan pertanyaan..


Eryna menarik tubuhnya dari pelukan Will, lalu mendongakkan kepalanya menatap wajah Will.. Eryna melihat, tidak ada raut kebohongan di wajah Will,. sehingga membuat Eryna kembali memeluk Will.. "Terima kasih Will."


"Tapi ada syaratnya..???" Ucap Willi


"Syarat..???"


"Ia, mulai hari ini, kita akan tidur bersama, karna aku ingin menjaga mu dan menjaga bayi kita, dan mulai hari ini kau harus menganggapku sebagai suami mu, bukan sebagai musuh mu.."


"Tapi Will......


"Syarat ku sangat muda Eryna.."


"Tapi Will......


"Kau sangat menyanyangi bayi kita kan..?? Maka dari itu, tidur lah bersama ku mulai hari ini.."


Ehhheeekkkkk, ada" aja alasan mu Willi😅😅😅😅


Jgn lupa like, comen yah🤗🤗🥰🥰😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2