Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
65


__ADS_3

Semua penghuni rumah menjadi panik, kala Will teriak sambil berlarih menggendong tubuh istrinya menuju mobil.. "Sayang, kau harus bangun. Kau harus bisa bertahan.." Ucap Will, terus menerus..


Ella yang juga sedang berada di rumah, langsung mengikuti Will,. "Ka, apa yang terjadi..???" Tanya Ella..


"El tolong, kamu ikut dengan kaka." Ucap Will kemudian memutari mobilnya dan masuk duduk di balik kemudi mobil..


Will memacu mobilnya dengan sangat cepat, Will sudah tidak sabar, agar bisa dengan segerah sampai ke Rs.. "Kak, hati hati." Ucap El, yang merasa ketakutan,..


"El, istriku masih bernafas kan..???" Tanya Will, di balik kemudinya.


"Ia kak.."


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Di rs.


"Apa yang terjadi pada istriku dok...???" Tanya Will saat Eryna sudah berada di ruang pemeriksaan.. "Ayoo dok, katakan apa yang terjadi pada istriku..???"


"Istri tuan, harus segerah di operasi. Agar bayi dalam kandungan nya bisa di selamatkan.." Jelas dokter.


"Lakukan apapun itu.. Tolong selamatkan mereka berdua.. Aku janji akan membayar sebanyak apa pun itu, asal istri dan anak ku bisa selamat.." Pinta Will..

__ADS_1


Will terus saja berjalan mengikuti suster yang sedang mendorong brankar,, sambil menggenggam jemari Eryna,. "Aku tau, kamu wanita paling kuat sayang, bertahan lah sayang. Kau dan bayi kita harus bisa selamat. Berjuang lah di dalam, dan aku akan berjuang di sini dengan doaku.." Bisik Will di telinga Eryna..


"Kak." Panggil El, namum Will tetap tidak menjawab.. Ia hanya sibuk modar mandir seperti sebuah strika,..


"Kak Will.." Panggil El kembali.


"Ada apa..??". Jawab Will.


"Kaka harus tenang, jangan seperti ini.."


"Bagaimana kaka bisa tenang, jika istri dan anak ku sedang berada di dalam, berjuang bersama dan aku berada di sini." Ucap Will sambil meneteskan air matanya.


"El, istriku baik baik aja kan El. Istri dan anak ku pasti akan selamat kan El..?" Tanya Will, sambil menangis..


"Kaka yang kuat yah.. Ayo kita sama sama berdoa.." Ucap El, sambil menghapus air mata di pipi Will..


"Ada apa ini..??? Apa yang terjadi kepada adikku Eryna..??" Tanya Adzam yang baru saja datang..


"Ka Adzam." Panggil Ella..


"Tolong jelaskan, kenapa Eryna sampai bisa seperti ini..??? Kenapa...???" Tanya Adzam sambil mengguncang kedua pundak Will.. "Ayoo katakan, apa yang terjadi.." Teriak Adzam.

__ADS_1


"Maaf.." Lirih Will.


"Kak Adzam, tolong kaka diam." Ucap Ella..


"Bagaimana aku bisa diam, jika adikku didalam sana sedang berjuang.."Ucap Adzam..


"Harusnya kaka lebih baik berdoa untuk kak Eryna dan bayinya.. Jangan seperti ini.." Ucap Ella..


"Apa yang terjadi..?? Bagaimana..? Apa operasinya berjalan dengan lancar..?" Tanya Dave yang juga baru saja datang..


"Kak Dave." Lirih Ella sambil berjalan ke arah Dave dan memeluk tubuh Dave.. "Tolong jangan salahkan kak Will." Pinta Ella.


"Hey, siapa yang meyalahkan Will.. Aku hanya bertanya saja Ella.?" Ucap Dave.. "Jadi bagimana sekarang. Apa kata dokter..?" Tanya Dave sambil menoleh ke arah Will..


"Belum ada sama sekali. Istriku baru saja masuk ke ruangan operasi." Jawab Will..


"Ya sudah, lebih baik kita menunggu bersama.. Kita berdoa semoga Eryna dan bayinya bisa selamat." Ucap Dave dengan tenang..


Namum sejujurnya Dave merasa sangat khawatir tentang kondisi Eryna di dalam sana.. Terlebih lagi saat hari itu Eryna menceritakan sesuatu padanya. Saat mereka berdua berada di taman belakang rumah Will..


"Aku yakin kau pasti bisa selamat Eryna. Aku tau itu.." Batin Dave..

__ADS_1


__ADS_2