
Tiga tahun kemudian.
Selama tiga tahun ini, Will mengasuh Mika dengan sangat baik.. Selama tiga tahun lamanya Will masih saja tetap setia memiliih menetapkan cinta nya pada satu nama, yaitu Eryna istri tercinta. Yang kini tak lagi bersama nya..
Kemana pun Will berada pasti ada baby Mika. Bahkan kekantor sekali pun.. Will bahkan tidak ingin baby Mika di asuh oleh babysitter.. Will ingin sendiri mengurus buah cintanya bersama sang istri.. Ella yang melihat sang kaka seperti itu, kadang merasa kasihan. Bagaimana tidak, Will sama sekali bagaikan manusia yang super kuat, yang selalu ada untuk baby Mika, yang selalu ada untuk perusahaan.. Menurut Ella, mungkin kaka nya seperti itu, karna hanya ada satu alasan. Yaitu, ingin melupakan bahwa, sang istri telah pergi. Ingin melupakan kejadian yang begitu sangat kelam..
Namun, bagaimana pun Will berusaha melupakan kejadian kelam itu, pasti Will selalu saja teringat akan kejadian hari itu. Kejadian di mana sang istri pergi untuk selama lamanya. Pergi tanpa berucap pamit sama sekali.. Hampir di tiap malam Ella melihat sang kaka menangis dalam diamnya di balkon kamar.. Bahu yang bergetar menandakan jika Will menangis begitu pilu..
Jika seseorang, melihat Will di pagi hari saat matahari bersinar, maka orang orang pasti mengira bahwa Will lah pria paling bahagia di muka bumi.. Bagaimana bisa.? Karna Will selalu saja ceria di depan baby Mika, tidak ada kesedihan yang nampak di wajahnya.. Tapi pada malam hari, saat baby Mika tertidur, yang ada Will selalu saja menangis, meluapkan kerinduan nya kepada sang istri. Rindu yang tak bisa mendapatkan jawaban. Rindu yang tak bisa terbalaskan sama sekali..
"Kak.." Panggil Ella sambil menepuk pundak Will, dan ikut duduk di samping Will.. Namun Will masih setia membenamkan kepalanya di antara lututnya.
"Kak, sampai kapan kaka sepertk ini.?" Tanya Ella kemudian.. Namun lagi lagi Will hanya terdiam.
"Kaka,. Ayo, kaka harus kuat. Kaka harus bisa kembali seperti dulu lagi.."
"El. Bagaimana bisa aku kembali seperti dulu, jika istriku tidak berada di sini, di sisiku." Lirih Will.
__ADS_1
"Tapi kak, sampai kapan kaka akan seperti ini. Menangis di setiap malam,. Ini sudah dia tahun kak. Dua tahun ini kaka lewati, hanya untuk menyiksa diri kaka sendiri.. Ayolah kak, jangan seperti ini lagi, lupakan kak Eryna, iklas kan dia pergi kak."
"Aku tidak bisa El.. Aku tidak bisa melupakan istriku.. Aku menyesal hari itu tidak berada di sisinya. Aku menyesa karna tidak mendengar ucapan perpisahan darinya.. Aku......." Ucap Will terputus kala Ella memeluk tubuh sang kaka, sambil menepuk pudak belakang Will, memberika kekuatan..
"Kaka harus kuat, kaka harus iklas.. Bagimana pun yang terjadi sudah terjadi. Kita tidak bisa mengulang semuanya. Kita tidak bisa mengubah takdir yang sudah terjadi. Jadi tolong, kaka harus iklas menerima semua ini."
"Hikkkksss, hikkkkss,,hikkkkkss,, kenapa takdir begitu kejam padaku.? Kenapa takdir memisahkan kami.? Kenapa harus ada takdir di kehidupan ini.?" Lirih Will..
Ella hanya diam, tidak bisa menjawab lagi ucapan kaka nya.. Hanya bisa memeluk Will dan ikut menangis bersama sang kaka..
Beberapa saat kemudian, Mika terbangun dari tidurnya... "Daddy." Panggil Mika sambil menhucek matanya.. Will yang mendengar panggilan dari sang anak, langsung segera melepas pelukan nya pada Ella, dan mengusap air matanya.
"Iya sayang, Daddy ada di sini." Ucap Will sambil berjalan ke arah Mika, dengan senyum terukir di wajahnya. "Ada apa sayang.? Mika ingin sesuatu.?" Tanya Will kemudian.
"Daddy, mommy.. Aku bertemu mommy di dalam mimpi." Ucap Mika, si baby imut..
"Benarkah..?" Tanya Will.
__ADS_1
"Daddy, mommy Mika sangat cantik. Mommy Mika selalu tersenyum. Mika ingin bersama dengan mommy." Ucap Mika dengan polosnya..
Ella yang mendengar ucapan Mika, langsung mengambil alih Mika dan menggendongnya..
"Apa Mika tidak ingin bersama dengan aunty..?" Tanya Ella, lalu mencium Mika.
"No aunty. Mika bosan bersama aunty. Mika ingin mommy. Mika ingin bermain bersama dengan mommy.." Ucap Mika.
"Hiksss,hikks,. Aunty jadi sedih. Karna Mika menolak ajakan aunty."
Cup, Mika mengecup pipi aunty Ell, lalu berucap." Aunty yang terbaik."
"Benarkah.? Wah makasih sayang.. Kalau begitu Mika lanjutin bobo nya lagi yah sayang. Karna ini sudah malam."
"Baik aunty."
Next, bakalan ada kejutan. Jadi reader jgn menebak asal dulu yah😉😉..
__ADS_1
Semoga suka.. Jgn lupa like, dan komen🥰😘