
Tok.. Tok..
Suara ketukan pintu, terdengar dari luar kamar.
"Nak, mama masuk ya. Ini, dokter Zerry sudah datang." seru Mama, dari luar kamar.
"Iya mah, masuk aja." sahut Kenny, Mama masuk bersama dokter Zerry.
Mr. Zerry, adalah seorang dokter umum. Dia, sudah sangat lama mengabdi dikeluarga Kenny. Dia, menjadi dokter pribada keluarga Kenny.
"Hallo tuan Kenny, nona. Selamat pagi." sapa Dr. Zerry, seraya menundukkan kepalanya.
"Selamat pagi dokter Zerry. Ayo, periksa istriku dulu.! Apa, dia keracunan makanan." ujar Kenny, tidak sabaran. Mama, hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan putranya.
"Sembarangan.! Aku, nggak keracunan makanan ya." seru Gladis, ia mencubit pelan perut Kenny.
"Haha.. Baiklah tuan, nona. Saya, periksa dulu." ujar Dr. Zerry, ia mulai mengukur tensi Gladis.
"Bagaimana dok? Apa, istri saya keracunan?." tanya Kenny.
"Ih Kamu tuh, do'ain aku biar keracunan ya. Dari, tadi yang ditanya itu mulu. Kan, aku jadi kesel." ucap Gladis, seraya mengerucutkan bibirnya.
"Sebentar ya tuan, untuk tensinya. Tensi nona Gladis normal. Ehm.. Nona, kapan terakhir anda datang bulan?." tanya Dr. Zerry. Gladis, tampak berpikir.
"Heii... Kenapa kau menanyakan tentang datang bulan istriku? Jangan, macam - macam kau." kata Kenny, sambil menatap tajam Dr. Zerry.
"Diamlah Kenny, biar itu menjadi urusan Dr. Zerry.! Kita, cukup mendengar kan saja." ujar Mama, dia mulai jengkel dengan sikap Kenny. Yang, tidak bisa diam.
"Maaf tuan, saya hanya memastikan yang saya periksa saja. Saya, tidak ada berniat untuk macam - macam." seru Dr. Zerry.
"Ehm.. Sepertinya seminggu lebih dok. Memangnya kenapa dok? Itu, memang biasa pada haid saya. Saya, memang sering terlambat datang bulan." jawab Gladis. Dr. Zerry tersenyum mendengar ucapan Gladis, ia sendiri tidak sadar. Bahwa, dirinya tengah hamil muda sekarang.
"Jadi, bagaimana dok? Apa, penyakit menantu saya? Apa, itu berbahaya? Jika, iya. Bantu saya untuk menyembuhkan menantu saya hingga sembuh." ujar Mama, ia kesal dengan Kenny karena sangat cerewet. Dia, sendiri tidak sadar akan ucapannya.
__ADS_1
"Diamlah mah, mama menyuruhku untuk diam. Tetapi, mama sendiri yang berbicara tanpa titik koma." ujar Kenny, ia menirukan ucapan mama nya.
"Kamu ini, tidak sopan sekali. Masa mama nya sendiri disuruh diam." ucap Mama, sambil menjewer telinga Kenny.
"Au au mah.. Lepas ih. Habisnya mama nyuruh aku diam, udah tau aku khawatir sama keadaan istriku. Makanya, aku nggak bisa diam." ucap Kenny, sambil mengusap telinga nya yang memerah.
"Sudah diam, maaf dok. Jadi, bagaimana keadaanya?." tanya Mama, menatap Dr. Zerry.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan nyonya, tuan. Nona, Gladis baik - baik saja. Ini, memang wajar dialami pada ibu yang hamil muda." jawab Dr. Zerry. Mama, yang mendengar itu tersenyum sangat bahagia. Lain, dengan Gladis. Matanya membulat sempurna saat mendengar ucapan dokter. Yang, mengatakan bahwa dirinya tengah hamil. Hatinya, bersedih kembali. Saat, mengingat tentang Perpisahan mereka.
"Oh, cuma hamil muda doang?." tanya Kenny, ia belum sadar akan kehamilan istrinya.
"Apa?!! Hamil muda? Istriku hamil dok?." tanya Kenny, menatap Dr. Zerry dengan mata yang berbinar - binar. Dr. Zerry mengangguk. Sambil tersenyum.
"Iya tuan, kira - kira kandungannya sudah dua minggu. Maka, dari itu nona akan mengalami yang namanya morning sickness. Yang, akan mengalami mual disetiap pagi. Tapi, saya akan memberikan resep. Agar, mengurangi rasa mual. Dan, saya juga akan memberikan resep penguat janin. Maka, dari itu. Saya, harap nona Gladis tidak melakukan hal - hal yang berat. Dan, banyak pikiran. Karena, itu bisa mempengaruhi bayi yang berada didalam kandungan." kata Dr. Zerry menjelaskan sedetailnya.
"Maaf dok, sampai kapan saya akan mengalami morning sickneess ini?." tanya Gladis.
"Ini akan di alami, pada tri semester pertama nona. Setelah, itu akan hilang sendiri." jawab Dr. Zerry. Gladis, hanya mengangguk patuh.
"Iya, terimakasih banyak dok." ujar Kenny, menerima resep tersebut.
"Sama - sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu." pamit Dr. Zerry.
"Mari Dr. Saya antar kedepan." ucap Mama. Dr. Mengangguk sambil tersenyum.
"Mari tuan, nona." pamit Dr. Zerry. Gladis, membalasnya dengan tersenyum.
"Iya dok, makasih banyak." seru Kenny. Dokter Zerry mengangguk. Dan, melenggang keluar.
"Sayang, mama antar Dr. Zerry keluar dulu ya. Kamu, istirahat ya Nak. Sini resepnya Ken, biar mama saja yang tebus bersama mamang. Kamu, jaga istrimu ya nak" ucap Mama. Gladis, mengangguk sambil tersenyum.
"Ini mah, makasih mah." ujar Kenny, Mama mengangguk. Lalu, melenggang keluar dari kamar.
__ADS_1
"Sayang, sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah. Aku, senang sekali sayang. Makasih banget." ujar Kenny, ia menciumi perut datar Gladis. Gladis, mengangguk. Air matanya keluar begitu saja. Entah, air mata bahagia atau sedih. Bahagia, karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu. Sedih, akan mengingat perpisahannnya bersama suaminya. Ia, tidak bisa berbohong. Bahwa dia, sudah sangat mencintai Kenny.
"Sayang, Kamu kenapa menangis?." tanya Kenny, saat melihat Gladis menangis.
"Aku bahagia sayang, karena bisa segera memberikanmu anak. Tapi, aku sedih saat mengingat perpisahan kita setelah anak ini lahir." jawab Gladis, ia semakin terisak.
Deg...
Jantung Kenny, berdebar kencang. Saat, mendengar ucapan Gladis yang memilukan. Ia, menjadi merasa bersalah. Ia, langsung mendekap tubuh Gladis.
"Kita tidak akan berpisah sayang, kita akan merawat anak kita bersama - sama. Menua bersama, hidup bahagia selamanya. Maafkan aku, karena kesan pertamaku membuatmu menjadi selalu kepikiran tentang ucapanku itu. Jujur, aku sudah sangat nyaman dengan keberadaanmu disisiku. Aku, tidak ingin kau pergi dariku sayang. Entah, kapan perasaan itu muncul. Aku, sendiri tidak tau. I Love Yo istriku." ucap Kenny, mengungkapkan perasaanya.
Hati Gladis berbunga - bunga, saat mendengar pengakuan dari Kenny tentang perasaanya. Namun, ia kepikiran tentang Shella.
"Tapi, bagaimana dengan nona Shella?." tanya Gladis, ia tidak ingin merebut kebahagiaan orang lain.
"Aku sudah tidak memiliki perasaan apa - apa terhadapnya. Dia, itu egois. Hanya, memikirkan tubuh dan kariernya saja. Aku, akan segera memutuskan hubungan dengannya." ucap Kenny.
"Akhiri lah dengan cara baik - baik sayang, karena dia juga wanita yang pernah mewarnai hari - harimu sebelum adanya aku." pinta Gladis. Kenny, mengangguk. Lalu, berbaring disamping Gladis.
"Kamu belum balas ucapanku loh." kata Kenny.
"Ucapan yang mana?." tanya Gladis.
"I Love You istri polosku." ucap Kenny, ia mengulangi ucapannya lagi. Seketika, wajah Gladis bersemu merah. Ia, membenamkan wajahnya didada bidang suaminya. Kemudian, membalas ucapan suaminya.
"I Love You to suami kejamku." jawab Gladis, ia cukup malu untuk memandang wajah suaminya. Kenny, tersenyum bahagia. Ia, memeluk erat tubuh istrinya. Mereka pun, terlelap dengan saling memeluk satu sama lain. Seoalah, takut akan ada yang memisahkan mereka.
.
.
.
__ADS_1
Akhirnya uwuuu... Ada yang gemes nggak sih? Oh iya, bagi yang kepo visualnya komen dibawah. Tapi, aku juga bingung sih. Mau, buat visualnya siapa. Yang, punya saran. Mau dong saran dari kalian. Recomendasiin visual siapa yang cocok untuk karakter mereka nih. Terimakasih, yang sudah mendukung.
Lopyuh allππβ€