
Will yang sedang mendengarkan penjelasan Ella dan Mika, langsung di buat sadar dan meraih ponselnya dan mencoba menghubungi no ponsel Adzam.. Namun sayang berapa kali pun Will mencoba namun tetap tidak ada jawaban sama sekali..Will lalu mencoba menghubungi anggota nya.. Panggilan pertama langsung terhubung.
"Aku ingin kai melacak no ponsel yang ku kirim lewat pesan. Temukan di mana keberadaan nya saat ini." Pinta Will.
"Siap tuan." Jawab anggota Will di seberang sana..
"Satu jam waktu untuk mencarinya."
"Baik tuan."
Setelah selesai memberi perintah, akhirnya Will memutuskan sambungan nya, dan meraih tubuh kecil Mika, di bawanya ke dalam dekapan nya.. Mika yang masih saja menangis, langsung membenamkan wajah mungil nya di dada hangat milik daddy nya.. "Jangan menangis lagi sayang, sebentar lagi kita akan menemukan mommy.." Ucap Will sambil membelai pucuk kepala Mika..
"Daddy, apakah mommy ingin bertemu Mika..? Atau apakah mommy juga rindu kepada Mika, seperti Mika merindukan mommy.." Ucap Mika, sambil melihat waja daddy nya..
"Jelas saja sayang, mommy pasti bahagia bosa melihat Mika tumbuh hingga saat ini. Mommy pasti bahagia melihat Mika yang sangat pintar ini." Ucap Will, sambil mengusap air mata yang berada di pipi mIka dengan jarinya..
"Daddy. Bolehkan Mika memint sesuatu.?" Tanya Mika.
"Apa itu sayang.?"
"Nanti Mika bilang, tapi daddy janji akan mengabulkan nya."
"Baiklah, dan daddy janji akan mengabulkan nya."
__ADS_1
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Di rs, Eryna terus saja menangis, mengingat sang putri tercinta untuk pertama kalinya secara langsung melalui vidoe call.. Biasanya Dave hanya memberika foto Mika kepada Eryna.. Adzam yang melihat sang adik yang terus saja menangis, langung memeluk tubuh adiknya.. "Jangan menangis, harusnya kau bahagia melihat Mika baik baik saja.."
"Aku menangis bahagia kak. Melihat anak ku tadi untuk pertama kalinya semenjak aku pergi."Lirih Eryna..
"Sekarang kau harus betul betul berjuang, hingga kau bisa sembuh total.. Lihat lah tadi Mika sampai menangis karna sangat merindukan mu." Jelas Adzam, membuat Eryna menganggukkan kepalanya..
"Kak aku ingin kita kembali ke Indonesia hari ini juga.." Ucap Eryna..
"Tapi Eryna........" Ucap Adzam terputus kala Eryna menyela..
"Aku sudah sembuh kak, tinggal menjalani rawat jalan saja.."
"Aku yakin dengan keputusan ku kak. Sangat yakin.."
"Baiklah, kalau begitu kaka telpon Dave dulu,."
"Baiklah kak."
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Satu jam berlalu, dan benar saja kini Will sudah tau di mana titik letak ponsel Adzam berada, dan tanpa menunggu waktu lagi, Will langsung mengurus segalanya,..
__ADS_1
"Ella.." Panggil Will.
"Iya kak. Ada apa." Ucap Ella.
"Aku ingin menemui istriku.Tolong jaga baik baik Mika sampai aku kembali."
"Kau sudah menemukan di mana kak Eryna berada..?" Tanya Ella penasaran, dan Will menganggukkan kepalanya.. "Tolong kak bawa kak Eryna kembali, dan sampaikan salam ku pada kak Eryna." Ucap Ella..
"Aku berangkat dulu." Pamit Will.
"Daddy." Panggil Mika, hingga Will menghentikan langkahnya.
"Iya sayang, ada apa.???" Tanya Will sambil menundung mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Mika..
"Apa daddy ingin menemui mommy..?" Tanya Mika
"Iya sayang.. Mika di sini bersama dengan aunty Ella,."
"Daddy, maukah daddy membawa mommy pulang..?? Mika rindu mommy." Ucap Mika sambil menunduk..
"Pasti sayang, daddy akan membawa mommy pulang, agar kita bisa berkumpul bersama." Ucap Will sambil memeluk tubuh anaknya dengan kelembutan dan kehangatan..
"Mika rindu mommy." Lirih Mika di dalam pelukan sang daddy..
__ADS_1