Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
77


__ADS_3

Tak henti hentinya Will tersenyum mengingat bahwa sebentar lagi ia akan bertemu dengan sang istri tercinta. Sang istri yang begitu sangat ia rindu kan selama kurang lebih tiga tahun ini. Istri yang begitu sangat ia cintai. Will tidak menyangkah bahwa, akan ada skenario yang begitu membuatnya bahagia. Ia pikir tadi hanya sebuah mimpi saja. Namun ternyata semua benar ada nya bahwa sang istri memang benar masih hidup hingga saat ini. Tak henti henti nya Will mengucap syukur dalam hati, karna sebentar lagi, ia akan bertemu dengan kekasih halalnya..


Saat Will berjalan ke garasi bersiap untuk naik keatas mobilnya, tiba tjba terdengar suara bunyi ponsel.. Will yang mendengar, langsung meraih poselnya, dan melihat tertera nama Dave yang sedang menghubungi nya..


"Ya Dave ada apa.?" Tanya Will saat panggilan terhubung..


"Kau sedang di mana.?" Tanya Dave di seberang sana..


"Aku...??? Hhhhmm ini rahasia..."Ucap Will.


"Rahasia.??? Sejak kapan kau main rahasia padaku ?" Tanya Dave.


"Entah lah,. Sudah dulu. Aku ingin pergi ke suatu tempat.." Ucap Will,


"Tunggu Will, aku ingin bilang jika hari ini......." Ucapan Dave putus kala Will sudah mematikan sambungan nya..


Tut tut tut tut.. Bunyi suara sambungan telpon terputus.

__ADS_1


"Astaga Will, kebiasaan sekali.. Padahal aku hanya mau bilang, jika Eryna sudah kembali dan saat ini sudah berada di bandara." Ucap Dave..


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Will yang kini sudah berada di Rs dimana terakhir kali ia tahu di mana posisi ponsel Adzam. Kini hanya bisa menahan kenyataan pahit. Kala ia tahu jika Eryna sudah tidak berada lagi di sana..


Senyum Will yang sedari tadi mengembang kini, mulai sirna berubah dengan wajah kesedihan.. "Kau dimana..?" Batin Will, merasa kehilangan..


"Apa sebenci itukah kamu kepada diriku.? Hingga untuk melihatku saja, kau sudah tak ingin lagi." Lirih Will sambil meneteskan air matanya..


"Tuan. Sekarang apa yang harus kita lakukan..?" Tanya salah satu pengawal Dave.


"Tuan, barusan tuan Dave menghubungiku.. Katanya saat ini nyonya sudah berada di rumah bersama dengan noba muda Mika." Jelas pengawal, membuat Will mengahapus air matanya, lalu berdiri dari duduknya.


"Apa maksud mu..? Coba katakan sekali lagi ?" Tanya Will, yang merasa khawatir jika tadi pendengaran nya salah


"Baru saja tuan Dave menghubungiku, kalau saat ini nyonya sedang berada di rumah bersama dengan nona muda Mika."

__ADS_1


Tanpa menunggu waktu lagi, Will langsung meraih ponsel nya, dan menghubungi no Anzel.. Selang beberapa saat kemudian, Dave menjawab paggilan nya..


"Ada apa.?" Tanya Dave saat panggilan terhubung..


"Apa kau berkata dengan benar, pada salah satu pengawalku..?" Tanya Will..


"Ouh soal itu.. Apa pengawalmu sudah menyampaikan nya..?" Tanya balik Dave..


"Dave jawab..? Apa itu benar..?" Bentak Will..


"Jika kau ingin tahu jawaban nya, pulang lah dan lihat sendiri." Jawab Dave, lalu mematikan panggilan nya..


Will yang mendegar ucapan Dave, langsung bergegas.. "Ayo, kita pulang sekarang juga." Titah Anzel pada pengawalnya...


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"Momy........." Panggil Mika saat melihat Eryna berada di hadapan nya.. "Momy, apa kah itu kau.? Atau apakah aku sedang bermimpi.?" Ucap Mika kembali..

__ADS_1


Eryna hanya tersenyum sambil meneteskan air matanya, tak henti henti air mata Eryna berjatuhan kala melihat sang buah hati yang kini ada di hadapan nya.. Secara perlahan, Eryna melangkah mendekat ke arah Mika, Namun Mika justru semakin perlahan berjalan mundur..


Eryna yang melihat anaknya berjalan mundur langsung menghentikan langkahnya, lalu berucap."Baby." Sambil merentangkan kedua tangan nya..


__ADS_2