
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Kehadiran kedua orang tua Sean untuk menjenguk cucu semata wayangnya sudah menginjak hari ketujuh atau bisa dibilang sudah seminggu mereka tiba di Italia.
Dan selama seminggu ini pula pekerjaan Beby uang diharuskan mengurus bayi imut dan bayi banggong sedikit lenggang.
Pasalnya ternyata Leon sangat manja kepada sang nenek, ia ingin di mandikan, di suapi, dan terkadang meminta diantar ke sekolah oleh neneknya.
Beby pun memaklumi ini, kedua orang tuan Sean ini tinggal di Jerman. Jadi mungkin saja Leon sangat merindukan Opa dan Omanya yang memang jarang mengunjunginya.
Seperti saat ini, Sean tengah bergelung selimut di ranjang yang sama dengan Beby. Sadar ataupun tidak sadar, lengan kanan Sean mengampit pinggang Beby hingga wanita itu menempel pada badannya.
Oh ya, tapi untuk masalah tepat tidur sampai detik ini, atau bisa dibilang sudah hari ketujuh Beby tidur bersama dengan Sean. Si Bule gila itu sama sekali tidak menyuruh maid untuk membersihkan kamar tamu, dengan alasan "Sebentar lagi juga orang tua saya kembali ke Jerman, kasian maid jika harus membersihkan kamar besar hanya untukmu seorang. Lalu tidak akan dipakai lagi, karena orang tua saya akan pulang."
Beby pun hanya mampu menurut, toh Sean tidak melakukan hal aneh. Paling jauh hanya berpelukan saat tidur, dan Beby yakin itu tidak disengaja oleh Sean.
Lama tertidur, Beby terusik saat ia merasakan gejolak aneh yang area perutnya. Mata Beby langsung membulat sempurna saat merasakan akan ada ledakan yang keluar dari mulutnya.
Beby menolehkan pandangannya ke samping, ia melihat Sean yang masih tertidur sembari memeluk tubuhnya.
"Ck!" decaknya sebal. "Setiap pagi kenapa dia selalu memeluk ku, sih!"
"Nanti kalo dia bangun duluan pasti aku yang kena amuk, dikira keganjenan dekat-dekat sama dia. Padahalkan dia yang meluk pinggang Beby. Dasar gen––hoek....." ucapan Beby terpotong saat ada cairan yang ingin keluar dari mulutnya.
Wanita cantik itu menghempaskan lengan Sean yang melilit tubuhnya secara kasar, tak perduli jika pria itu akan mengamuk atau menceramahi Beby karena menganggu waktu tidurnya. Yang terpenting saat ini adalah Beby harus cepat pergi ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
BRAKKK...
Ia membanting pintu kamar mandi yang berada di dalam kamar Sean dan Beby segera d
muntah di dalam wastafel.
__ADS_1
"Hoek....Hoek...Hoek...."
"Hoek...."
Beby melihat isi muntahnya, "sial kenapa hanya air...Hoek....." Apa mungkin Beby masuk angin ? Mengingat suhu ruangan di kamar Sean begitu rendah bak berada didaerah daratan tinggi.
Eh tapi tunggu, Beby menatap pantulan wajahnya yang berantakan di depan cermin wastafel.
Tidak mungkin kan kalo Beby itu–
BRAKK....
Sean masuk ke dalam kamar mandi, dan tak lupa ia juga membanting pintu kamar mandi itu seperti Beby. "Sudah berapa kali aku katakan! Jangan ganggu aku tidur! Apa susah sekali tidak beranjak dari ranjang sebelum aku membuka mata! Aku ini peka terhadap sekitar, sekali saja ada sisi ranjang yang bergerak aku pasti akan bangun!" omelnya.
"Maafkan saya tuan, saya kebelet buang air besar, jadi saya berlari untuk masuk ke kamar mandi..." cicitnya berbohong, tangannya yang berada dipunggung belakang bergerak cepat untuk menghidupkan kran air, agar muntahan itu masuk ke selokan dan Sean tak curiga atas kebohongannya.
Sean mendengus sebal, lalu menatap Beby dari atas sampai bawah yang begitu menarik dengan wajah bantal khas bangun tidur dan dres satin seperti biasa, wajah Sean memerah terpesona.
"Ekhemm, ya sudah. Sana keluar kamar, siapkan pakaian kerja saya!" usir Sean yang segera di turuti oleh Beby.
Saat pintu kamar mandi sudah ditutup oleh Sean, wajah Beby kembali berubah panik. Ia berjalan mondar-mandir di kamar Sean. "Tuhan, ini tidak mungkin kan... aku gak mungkin kan ??" tanyanya pada dirinya sendiri saat menatap pantulan dirinya di cermin besar milik Sean.
Jika memang saat ini Beby sedang mengandung, lalu bagaimana dengan istri Sean ? Pasti pria itu tentu akan memilih istrinya daripada dirinya. "Astaga, aku harus bagaimana? Tuhan, ku mohon jangan titipkan nyawa dalam rahimku...."
...o0o ...
Jika sampai di muntah dan dilihat oleh seluruh keluarga Sean bisa-bisa ada yang mencurigainya hamil. Dan dia dianggap sebagai pelakor.
"Kenapa tidak makan ?" tanya Mommy Sean yang sudah menghabiskan seluruh makanan dal piringnya.
Beby tersenyum tipis melihat wanita paruh baya yang makan dengan lahap itu. "Aku tidak nafsu, Mom. Aku lebih suka makanan Indonesia, daripada spaghetti begini..." alibinya.
"Ya sudah, sekarang biar Dad dan Mom yang antar Leon ke sekolah. Kamu bisa ke supermarket untuk membeli bahan makanan yang kamu inginkan," ucap Daddy Sean sembari mengelap ujung bibirnya dengan tisu.
"Opa, Leon sudah selesai. Ayo berangkat sekolah," ujar Leon tiba-tiba yang membuat hatiku berbunga, rupanya anak ini juga mau aku pergi ke supermarket karena melihat aku tidak makan apapun, gemasnya... batin Beby menatap Leon gemas.
Setelah mengatakan itu, Daddy dan Mommy Sean langsung membawa cucunya yang sudah berpamitan pada Beby dan Sean untuk segera pergi ke sekolah.
Hingga kini di meja makan hanya tersisa, Sean, Jacob dan Beby. "Aku selesai!" ucap Sean sembari berdiri dari duduknya tak lupa diikuti oleh sang asisten–Jacob.
__ADS_1
"Ini, belanja lah makanan Indonesia," titahnya sembari menyerahkan selembar kartu kepada Beby.
Mata Beby membulat sembari menerima kartu itu. "Beby masih ada uang kok tuan, jadi gak us–" belum selesai Beby berucap, Sean sudah lebih dulu pergi meninggalkan meja makan.
"Pakai saja, gak papa kok!" ucap Jacob saat melihat keterdiaman Beby dengan senyum lebar, lalu berjalan menghampiri tuannya yang sudah berjalan terlebih dulu.
...o0o ...
Melihat mansion milik Sean kosong, digunakan dengan sebaik-baiknya oleh Beby. Ia meminta ijin kepada satpam untuk membawa mobil sendiri, dan untungnya di ijinkan oleh satpam itu.
Tak mau menunggu lagi, Beby segera menjalankan mobilnya menuju apotek yang jauh dari area tempat tinggal Sean. Bukannya apa, tapi Beby tidak ingin ada bodyguard atau maid Sean yang berkeliaran dan melihat dirinya memasuki apotek.
Pasti anak buah Sean itu akan mengadu kepada tuannya, dan kalo sampai itu terjadi pasti Sean akan menanyakan kenapa Beby pergi ke apotek, lalu Beby harus berbohong lagi untuk menjawab pertanyaan Sean.
Beby tidak mau! Itu terlalu merepotkan! Lebih baik memilih apotek yang jauh dari area milik Sean.
"Selamat pagi, ada yang bisa di bantu nyonya?"
"Tolong berikan aku 6 macam merk tespack yang berbeda, masing-masing dua."
Karyawan apotek itu menganggukan kepalanya mengerti, ia segera mengambilkan barang milik Beby. "30 euro nona," jawabnya.
****empat ratus delapan puluh lima ribu****.
Dengan cepat Beby mengeluarkan kartu ATM yang di berikan Sean dan disodorkan kepada pegawai wanita itu.
"Ini nona barang anda, saya harap hasilnya positif!" pegawai itu tersenyum lebar sembari memberikan paperbag berisi tespack Beby dan tak lupa mengembalikan kartu itu lagi pada Beby.
Beby tersenyum kikuk dan segera memasuki mobilnya kembali. "Semoga tidak!!!!" ucapnya lirih, ia menancap kembali gas mobilnya dan berjalan menuju mansion Sean dan jantung yang berdegup kencang.
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
__ADS_1
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA