
,SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Tok....tok...tok....
Suara gedoran pintu sama sekali tidak bisa membangunkan tiga orang yang telah tertidur lelap di dalam kamar.
Padahal para maid sudah beberapa kali menggedor-gedor pintu kamar tuan mudanya, tapi tidak ada satupun orang yang membukakan pintu untuk mereka.
Padahal kan mereka datang mengetuk pintu untuk mengabarkan hal yang sangat penting untuk tuan mereka.
"Kok tumben banget ya, tuan Sean gak langsung buka pintu ?"
Seorang maid didepan pintu menganggukkan kepalanya setuju mendengar ucapan rekannya. "Iya ih, biasanya tuan Sean yang paling peka sama suara. Ini malah gak bangun."
"Mungkin tuan sedang kelelahan. Kita ucapakan saja besok. Ini memang sudah larut malam. Toh, saat ini nyonya Clara sudah ditangani oleh dua dokter sekaligus."
Ketiga maid itu menganggukkan kepalanya setuju, dan kembali beranjak menuju ruangan Clara yang saat ini tengah sadar.
"Semoga dengan kehadiran nyonya Clara di sini, pengasuh keganjenan itu bisa segera di usir oleh tuan Sean...." gumam seorang maid yang saat ini sedang membersihkan tubuh Clara dengan menggunakan lap basah.
...o0o...
Pagi hari kali ini di sambut oleh pelukan di sisi tubuh depan dan belakangnya dengan saat erat. Jika di depan Beby sangat tahu siapa yang memeluknya, sudah pasti Leon. Tapi jika dibelakang ini yang masalah.
Beby berusaha melepaskan lilitan tangan Sean pada pinggangnya perlahan, namun sepertinya pria itu sudah sangat nyaman dengan posisinya hingga tak ingin melepaskan Beby barang seinci pun.
"Astaga, pria ini benar-benar!" Beby berdecak kesal tangannya tak henti-hentinya berusaha melepaskan kukungan Sean padanya. "Tuan bangun! Tuan Seann!!!!!"
"Diamlah, dan kembali tidur!" titah Sean dengan mata yang masih terpejam dan suara khas bangun tidur.
Beby memutar bola matanya malas, "saya mau siapin kebutuhan Leon sekolah, tuan...."
__ADS_1
Sean tertawa, dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Beby. Bibirnya kini tersentuhan dengan daun telinga Beby. "Sekarang libur, Baby!"
Tubuh Beby menegang, seru nafas Sean yang terkena oleh daun telinganya terasa menggelitik. "Tuan jangan seperti ini! Ini namanya pelecehan! Mau saya laporkan ke polisi ?" ancam Beby.
Lagi-lagi Sean dibuat tertawa dengan ucapan Beby, pria itu entah mengapa jadi lebih sering tertawa jika bersama dengan Beby. "Bahkan saat kamu menuduhku membunuh pun, aku tidak akan ditanggap. Aku ini kebal hukum, baby...."
Beby memberengut tak suka, bibirnya mengerucut kesal mendengar jawaban Sean. "Ya sudah tuan sana, kalo dekat-dekat Beby terus nanti jadi suka loh sama Beby...."
"Aku hanya menyukai, Clara!" jawab Sean mutlat, ia menelusupkan wajahnya ditengah-tengah b3l4han dada Beby untuk mencari kehangatan.
Beby mengigit bibir bawahnya kuat agar tidak mendes4h karena ulah Sean ini. "Hmm, cuma cinta nyonya saja ? Tapi kenapa tidur sama saya berkali-kali?" tanyanya gugup menahan rasa nikmat yang Sean berikan padanya.
"Karena kau sangat nikmat," jawabnya dengan jujur.
Mendengar itu Beby dibuat cengo, mulutnya terbuka lebar terkejut. "Jadi tuan hanya menyukai tubuhku, begitu ?" tanyanya dengan melotot.
Sean mengigit put1n9 Beby dari luar dres satin yang saat ini wanita itu kenakan dengan gemas. Wanita itu selalu tidak memakai penutup dadanya setiap tidur.
"Ahhh..... shh.....tuan sakitttt!!!" gerutu Beby sebal.
Bukannya berhenti Sean malah semakin menyerang dada Beby dengan ganas hingga hampir membangunkan anaknya yang sedang terlelap.
"Tuan belum menjawab pertanyaan ku!" Beby membalas pelototan Sean dengan mata tajam juga. "Tuan menyukai tubuhku ? Bagaimana dengan nyonya Clara ?"
"Wajah kalian mirip, jadi setiap aku berhubungan dengan mu, aku membayangkan tidur dengan istriku."
Deg....
Beby tahu jawaban Sean akan begini, tapi kenapa sakit sekali hatinya ?
"Dan masalah tubuhmu itu, kau tahu Beb. Selama aku tidur dengan banyak wanita termasuk dengan istriku sendiri. Hanya kau yang paling nikmat, tubuhmu seperti nark0b4. Aku ketagihan selalu, dan selalu," mata Sean menyorot mata Beby dalam.
"Jadilah simpanan ku, Beb. Tugasmu hanya tidur denganku, dan aku akan berikan apapun yang kau inginkan. Dan untuk anak yang sedang kau kandung itu," jeda Sean sembari mengusap perut Beby yang masih rata. "Aku akan berikan posisi sebagai tangan kanan Leon saat Leon sudah menjabat sebagai direktur utama alias CEO dari perusahaan ku."
Beby mengigit bibir bawahnya bingung, tawaran Sean nampak menggiurkan. Anak yang ia kandung bisa menduduki posisi tangan kanan Leon, bukankah itu masa depan yang cerah? Daripada harus menjadi penerus perusahaan ayahnya yang nasibnya selalu terombang-ambing....
Sean memberi kecupan pada pipi Beby pelan, "katakanlah aku laki-laki munafik yang mengatakan hanya mencintai istriku tapi memintamu untuk menjadi simpanan. Aku tahu aku munafik, tapi aku butuh kehangatan ranjang. Sudah 6 tahun Beb, aku butuh."
"Jadi bagaimana? Kau mau kan ? Hanya tidur dan melayani lalu anakmu akan kupastikan menjadi tangan kanan Leon."
__ADS_1
Saat akan menjawab tawaran Sean, pintu kamar Beby diketuk oleh maid. Beby langsung merapikan kembali baju tidur satin yang saat ini ia kenakan dibagian dada yang masih basah akibat air liur Sean dan segera bangkit dari posisi tidurnya.
Tok....tok....tok....
"Ya, sebentar!" teriak Beby yang kini sudah berjalan di depan pintu.
Ceklek...
"Ada ap––"
"TUAN SEAN! NYONYA CLARA SAAT INI SUDAH SADAR!!!" pekik maid dengan kencang memotong ucapan Beby dengan cepat.
Beby membalikkan badan dan kini matanya bertatapan dengan Sean yang juga sama terkejutnya.
Dilihatnya Sean yang buru-buru memakai bajunya kembali dan berjalan menghampirinya. "Clara sudah sadar ?" tanyanya memastikan.
Maid itu menganggukkan kepalanya, "sudah tuan, saat ini sedang di periksa oleh dokter di kamar. Silahkan lihat sendiri kondisi, nyonya, tuan..."
Sean menganggukkan kepalanya mengerti, meskipun ia masih terlihat seperti orang yang kebingungan.
"Tawaran ku masih berlaku, meskipun Clara sudah siuman. Aku tunggu jawabanmu!" bisik Sean sebelum berlari kecil untuk menuju kamar Clara.
Beby termenung di depan pintu, melihat bagaimana Sean dengan terburu-buru berjalan memasuki kamar istrinya. Haruskah ia menerima tawaran Sean ?
...o0o...
KALAU KALIAN ADA DI POSISI BEBY, KALIAN TERIMA GAK TAWARAN SEAN BUAT JADI SIMPANANNYA?
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA