
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
"Astaga sebenarnya dimana calon suamiku itu ? Sudah empat hari dia tidak pulang ke mansion!" gerutu Vania–adik Clara dengan sangat sebal, alisnya menukik keatas dengan bibir yang diberi polesan merah darah itu mengerucut. "Sia-sia dong aku setiap hari ke mansion untuk merawat Clara tapi Sean tidak ada di mansion! Lalu aku caper seperti ini untuk siapa ? Ya masa untuk Leon ???"
Ctarrrrrr.....
Vania membanting gelas kosong yang tadinya berisi ramuan herbal untuk kakaknya itu sangat keras ke lantai hingga kini gelas itu tak pecah berkeping-keping.
Wanita itu benar-benar sangat kesal rupanya, ia menyambar tasnya dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar sang kakak.
Tapi sebelum tubuhnya sepenuhnya keluar, ia membalikkan badan dan menatap Beby tajam. "Jika Sean sudah pulang ke mansion, segera hubungi aku lagi. Nomor ponselku ada di hp milik Leon! Dan jika Sean bertanya aku dimana, jawab saja aku pulang karena mengerjakan tugas kuliah. Mengerti?????"
Beby menganggukkan kepalanya patuh, wanita itu baru saja memandikan tubuh Clara dengan lap basah. "Mengerti," jawabnya pelan.
BRAKKK....
Mendengar jawaban yang membuatnya puas, Vania segera keluar dari kamar Clara dengan membanting pintu kayu itu hingga membuat Beby mengumpat terkejut.
"Anj–astagaaa wanita gila!" gerutunya, ia menaruh baskom berisi air dan lap itu di bawah ranjang, lalu matanya beralih pada Leon yang masih tidur terlelap, tak terganggu dengan kebisingan yang dibuat oleh tantenya tadi.
"Untunglah dia masih tidur," gumamnya.
Beby menjatuhkan dirinya untuk duduk dan bersandar di atas sofa. "Kemana ya Sean, ini sudah hampir 5 hari dia tidak pulang ke mansion. Apa dia tidak merindukan istri kesayangannya itu ?"
Sejak saat Sean merampas paket hadiah yang diperuntukkan untuk Beby itu, sejak saat itu pula Sean tak menampakkan wajahnya di hadapan Beby.
Pria itu juga tak pulang ke mansion selama 5 hari lamanya, otak Beby berfikir bingung. "Apa yang membuat Sean sampai tak pulang berhari-hari seperti ini ?"
Pasalnya jika karena masalah pekerjaan, itu tidak mungkin. Sean selalu menganggap enteng pekerjaan sebagai CEO. Ia juga sering membawa pekerjaannya ke rumah, itu artinya memang kalo masalah pekerjaan tidak perlu sampai berhari-hari tidak pulang, kan ?
"Ah, entahlah. Mungkin karena hal penting," gumamnya sembari mengacak rambutnya kesal.
__ADS_1
Beby berdiri dari duduknya untuk mendekati Leon, ini sudah larut malam. Ia mengangkat tubuh pria kecil itu untuk dibawa tidur di kamar milik Leon.
Bukannya tidak memperbolehkan Leon tidur bersama ibunya, tapi keadaan yang tidak memungkinkan. Tubuh Clara benar-benar dipenuhi oleh alat-alat medis, sedangkan Leon jika tidur tidak bisa diam. Pria kecil itu akan bergerak tak tentu arah, dan Beby takut jika tangan atau kaki Leon menyenggol kabel-kabel itu dan menyebabkan Clara tidak nyaman. Jadi tidur Clara dan anaknya harus di pisah.
"Nah, tidur di sini ya sayang..." Beby dengan hati-hati meletakkan tubuh Leon diatas ranjang. Lalu tak lupa menyelimutinya.
Cup....
Ia mengecup kening Leon lama, "selamat tidur, sayangnya kak Beby..." Badan Beby memutari ranjang dan kini tidur disebelah Leon.
Tak lupa sebelum tidur, ia mengelus perut ratanya. "Ya sayang, nanti Daddy mu pulang kok. Kangen Daddy yaa...." monolognya pada sang anak.
Jujur saja, tak melihat Sean lima hari ini membuat Beby sedikit merindukan kekasaran dan ucapan tajam dari ayah janinnya itu.
...o0o...
Tengah malam, pesawat pribadi milik Sean sudah tiba mendarat dengan sempurna di rooftop mansionnya.
Pintu terbuka secara otomatis, Sean dan Jacob segera keluar dari pesawat. "Semua sudah kamu bereskan ?"
"Ya tuan, Mr. Dominic langsung membunuh para polisi dengan rakitan bom buatannya, yang membuat berita Indonesia langsung gempar di buatnya. Tapi untunglah ladang ganja kita masih belum tercium kehadirannya oleh para polisi itu," jawab Jacob.
"Keadaan mereka tidak memungkinkan tuan, peluru pihak kita berhasil melumpuhkan para bodyguard juga sekretaris Mr. Dominic, jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain melenyapkan polisi itu."
Senyum di bibir Sean terukir, ia teringat kemarin malam berhasil membuat tanda cantik di kaki sang sekretaris dari Dominic itu. "Kirimkan pesan untuknya melalu surat, isinya 'itu hanya peringatan dariku. lain kali jika kau menggoda apa yang sudah menjadi milik Sean, maka bukan hanya sekretaris mu yang terancam tapi nyawamu juga!' tuliskan begitu!" pinta Sean sembari berjalan memasuki lift nya.
Jacob menganggukkan kepalanya mengerti dan berjalan memasuki lift yang sama dengan Sean.
"Setelah ini pulanglah, tidur dan isi tenagamu untuk hari esok!" titah Sean yang diangguki oleh Jacob.
Sean keluar dari lift saat lift itu sudah membawa tubuhnya ke lantai dua mansionnya, sedangkan Jacob sudah turun ke lantai bawah untuk pulang.
Dengan langkah tegasnya, ia berjalan memasuki kamar sang anak.
Untuk apa lagi jika bukan untuk menyalurkan hasrat panasnya pada Beby.
Dilihatnya jam yang sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, pastilah Beby dan Leon sudah terlelap di alam mimpi.
Tanpa aba-aba Sean langsung merengkuh tubuh wanita berisi itu dan di bawanya ke kamar pribadinya.
__ADS_1
BRAKK.....
Sean membanting tubuh wanita hamil itu di atas ranjang hingga membuat Beby terkejut dan spontan membuka matanya.
"A–astaga ada apa Sean ?" tanyanya dengan degup jantung yang belum stabil.
"Layani aku!" pintanya dan tanpa aba-aba melepas jas dan kemeja yang masih ada lumuran darah itu dan langsung menghajar tubuh Beby habis-habisan.
Nafas Beby tersengal-sengal tak kuat melayani Sean yang begitu brutal malam ini. Berbagai gaya berc1nt4 sudah mereka lakukan namun Sean masih belum puas terhadap tubuhnya.
"Menungging!" pinta Sean dengan suara berat menahan hasrat.
Beby menggeleng, matanya sudah berlinang air mata menatap takut kearah Sean. "Sakit tuan, ampun, sakit!!!"
PLAKKK!!!
Sean menampar p4ntt Beby hingga tangannya tercetak jelas pada bulatan daging Beby itu, Beby menjerit kesakitan di buatnya.
"SAYA BILANG NUNGGING YA NUNGGING!!!! BALIKKAN TUBUHMU, HADAP KE BELAKANG!" titah Sean.
"AHHHHHH SEANNN!!!!"
Dengan kasar ia memompa miliknya di belakang Beby hingga hampir membuat wanita itu jatuh pingsan akibat merasakan sakit.
"Mulai sekarang dan seterusnya kau adalah milikku! Jangan berhubungan dengan pria lain, termasuk Dominic! Kau melanggar akan kupastikan kau tidak akan selamat!" ancamnya sebelum melanjutkan gerakan pinggulnya.
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
__ADS_1