MENJADI PENGASUH CALON DUDA

MENJADI PENGASUH CALON DUDA
CHAPTER 33 - KEMBALI ?


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Pukul tujuh malam, mobil yang ditumpangi Beby dan Leon baru saja tiba memasuki mansion milik Sean bersamaan dengan kedatangan si pemilik mansion yang baru pulang kerja.


Pintu mobil Alphard dibuka secara otomatis, Beby keluar bersamaan dengan Leon yang sudah berada di gendongannya. Anak itu terlihat kelelahan dan begitu mengantuk.


"Larut sekali kau pulang ya pengasuh," ucap Sean yang juga baru keluar dari mobil sports mewahnya.


Beby melirik Sean sekilas lalu menutup pintu mobilnya. "Saya baru selesai mengantarkan tuan muda Leon kerja kelompok di rumah temannya. Tadi tuan muda Leon di sekolah disuruh berkelompok dan membuat video bernyanyi 5 lagu anak-anak. Dan para ibu-ibu sepakat mengambil video menyanyi setelah pulang sekolah. Jadilah hari ini saya dan tuan muda Leon pulang terlambat."


Kedua alis Sean terangkat dengan dahi yang berkerut. "Kau ini bodoh, tuli, atau apa ? Aku tidak bertanya dengan apa yang kau dan anak cengeng itu lakukan hari ini. Aku hanya mengatakan kau pulang larut. Aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang kau lakukan hari ini!" jawab Sean tersenyum menyeringai kearah Beby.


Beby menghembuskan nafas panjang berulangkali untuk mengurangi kejengkelannya pada ayah dari Leon ini.


Mata Sean beralih pada Leon yang bergetar dan bersembunyi di ceruk leher Beby. "Hei! Kenapa kau bersembunyi begitu. Dasar lemah!"


"Dia takut padamu," jawab Beby.


Tangan Sean terangkat untuk mengambil alih tubuh Leon yang tadinya berada di gendongan Beby, kini beralih pada gendongannya. "Biar aku yang gendong dia." tanpa menunggu jawaban Beby, Sean sudah berjalan memasuki mansionnya meninggalkan Beby yang kini meringis bingung melihat wajah pucat Leon.


"Kak Beby....Leon takut...." ucapnya hanya dengan gerakan bibir pada Beby.


"Astaga, pria kaku itu benar-benar sangat merepotkan. Aku tahu jika aslinya dia menyayangi anaknya, tapi caranya benar-benar.... ARGHHH.....gak tahu deh..." gumamnya lalu Beby juga ikut memasuki mansion Sean, ia berjalan tepat dibelakang ayah dan anak itu.


Mereka bersamaan berjalan menaiki tangga untuk memasuki kamar Leon. Saat sudah berada di kamar Leon, dengan masih menggendong anaknya, Sean menatap Beby bingung.


"Dia sudah mandi, sudah makan ?"


Beby yang baru saja menaruh tas sekolah Leon di meja belajar langsung menghadap tuannya. "Tuan Leon belum mandi sore, tapi sudah makan tuan."


Sean menganggukkan kepalanya mengerti, ia menatap anaknya yang ketakutan dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku juga belum mandi. Siapkan aku dan Leon air hangat, kita akan mandi bersama!"

__ADS_1


Mata Beby membulat terkejut, tak percaya dengan ucapan Sean. Namun ia juga segera berlari kecil menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat di bathtub Leon dengan air hangat.


Beberapa menit kemudian, Beby keluar dengan lagi-lagi ia dibuat terkejut saat melihat Sean tengah melepas baju sang anak, ya meskipun dengan kasar.


"Tu–tuan, air hangatnya sudah siap..." ucapnya dengan terbata-bata.


Sean melirik Beby sekilas lalu menganggukkan kepalanya, ia membawa tubuh t3lanj4ng anaknya memasuki kamar mandi.


"Siapkan bajuku dan Leon di atas kasur. Jika kau ingin mandi juga bawa bajumu dan mandi di kamarku!" titah Sean yang langsung diangguki oleh Beby.


Saat Sean sudah memasuki kamar mandi, barulah Beby menunjukkan rasa speechless nya, ia bertepuk tangan dengan heboh. "Wow, dia luar biasa..." gumamnya sebelum berjalan keluar untuk mengambil baju santai Sean di kamar pria itu.


...o0o...


Saat ini suasana kamar Leon terasa canggung, mereka bertiga kini sudah memakai pakaian tidur mereka, Beby juga sudah menyiapkan makan malam untuk Sean.


Dan saat Beby bercanda dengan Leon di kamar, tiba-tiba Sean masuk ke kamar Leon dan mengatakan pada Beby jika ia sudah selesai makan malam.


"Lalu ?" tanya Beby bingung.


Sean menatap Beby bingung, ia menjatuhkan dirinya untuk duduk di tepi ranjang. "Maksudnya ?" tanya Sean bingung.


Mata Sean menatap wajah anaknya yang bersembunyi di balik selimut. "Aku tidak perduli, hari ini aku akan tidur di sini. Bersama kalian bertiga."


Tanpa aba-aba, Sean langsung menyeret tubuh kecil Leon untuk tidur di dekat dinding. Lalu ia mengangkat tubuh Beby dan menaruhnya ditengah-tengah kasur. "Aahhhh!! Tuan Sean...."


Dan yang terakhir barulah Sean menjatuhkan dirinya disamping tubuh Beby setelah ia mematikan saklar lampu.


"Sekarang tidur!" titah Sean tak terbantahkan, ia memeluk pinggang Beby erat dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher pengasuh anaknya itu.


Sementara wanita yang di peluk itu merasa tak nyaman dengan pelukan pada tubuhnya. Ia menolehkan kepalanya kearah Leon yang kini tengah menangis tanpa suara.


Beby mengelus kepala Leon dengan sayang, dan menyandarkan kepalanya bocah kecil itu kepada dadanya. "Sstt...tidurlah sayang. Kak Beby selalu di sini sama Leon...."


"🎶 Leon bobok...oh oh...Leon bobok🎶"


"🎶 Kalau tidak bobok digigit nyamuk🎶"


Beby terus menyanyikan lagu pengantar tidur kepada Leon tak lupa ia terus mengelus kepalanya dengan rasa sayang yang membuncah.

__ADS_1


Hingga tak berselang lama, Beby merasakan nafas teratur yang menerpa dadanya. Yang menandakan jika Leon sudah tertidur.


Beby mencium kepala Leon, lalu kembali menaruh dan memposisikan tubuh Leon dengan benar dan tak lupa memberikan guling di sudut ranjang agar kulit Leon tak terkena langsung dengan dinding kamarnya yang dingin.


"Selesai...." gumamnya dengan senyum lebar saat melihat mahakaryanya.


Saat ia akan membalikkan badan, ia kesusahan karena tubuh Sean yang benar-benar menempel pada tubuhnya. "Tuan, tuan Sean..." panggil Beby dengan berbisik.


Namun tak ada jawaban dari Sean, meski sudah berkali-kali Beby memanggil. Dapat Beby simpulkan jika Sean jika sudah ikut anaknya ke alam mimpi.


Beby menghembuskan nafas lelah, tak ada yang bisa ia lakukan selain menutup mata. Kedua pria berbeda usia ini benar-benar mengurung Beby ke dalam sangkar.


Hingga tak berselang lama, Beby pun menutup matanya saat rasa kantuknya menyerang.


Bermenit-menit ia tidur, hingga berjam-jam ia lalu. Tak terasa mereka bertiga bak keluarga kecil bahagia yang tengah tertidur bersama seperti ayah, ibu dan anak yang saling berpelukan.


Berbeda dengan Sean, Beby dan Leon yang tengah berada di mimpi indah mereka. Di kamar lain kini sedang merasakan kebingungan serta kebahagiaan yang tak terduga.


"Astaga, apa ini mimpi ?" ucap seorang maid yang menatap takjub seorang wanita yang terbaring lemah diatas kasur.


"Ini benar! Cepat panggil dokter!"


"Sudah aku baru saja menelfon dokter pribadi Nyonya Clara!" jawab seorang maid lain.


Siapa yang akan mengira jika seorang wanita yang sudah mereka anggap tiada kini dengan perlahan membuka matanya.


Clara, wanita yang selama 6 tahun mengalami koma itu akhirnya membuka matanya untuk yang pertama kalinya.


...o0o ...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

__ADS_1


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2