
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Beby mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, meskipun otaknya kini sedang kalut memikirkan Dominic yang sampai sampai saat ini tidak menjawab telfonnya, ia harus tetap tenang. Ia tidak mau jika nanti terjadi kecelakaan yang membuat ia harus merenggangkan nyawanya.
Ia masih ada Lily yang harus di rawat dan disukseskan terlebih dahulu.
Sekitar tiga puluh menit mengemudi, akhirnya mobil yang dinaiki Beby sampai ke sebuah mansion berukuran luas. Ia langsung masuk ke dalam tanpa membuka gerbang terlebih dahulu, bukan karena apa tapi gerbang itu masih rusak dan dalam proses perbaikan.
Ia memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu mansion lalu segera keluar untuk memasuki rumahnya itu.
Tangannya tak berhenti mengotak-atik ponselnya untuk menghubungi Dominic, "kemana sih ? biasanya meskipun lagi meeting juga tetap angkat telfon. Ini kenapa gak angkat-angkat sih telfonnya!" gerutu Beby sebal.
"Silahkan masuk, non..." sapa seorang maid sembari membungkuk saat Beby memasuki mansion.
Wajah Beby yang tertekuk seketika tersenyum samar, ia menundukkan kepalanya sekilas seraya berjalan menaiki tangga.
Tut...Tut..
"Maaf panggilan telf––"
Lagi dan lagi suara operator yang menyambutnya, Beby mendesah frustasi saat tiba dikamar ibunya. Ia memasukkan ponselnya kedalam saku celana lalu mengetuk pintu kamar ibunya.
Tok...tok....
"Ibuuuu!!" teriaknya seraya mengetuk pintu.
"Sebentar!" jawab ibunya dari dalam kamar.
Tak berselang lama, keluarlah ibunya yang menggendong sang anak. Dilihat Lily yang rambutnya masih basah dan wajah yang full akan bedak.
Beby tertawa lalu mengecup pipi putrinya itu dengan sayang. "Habis mandi ya, anak mami ?" tanyanya yang dijawab anggukkan kepala oleh Lily, gadis kecil itu menguap lalu menyenderkan kepalanya kepada bahu sang nenek.
"Gila ya kamu! Ibu sudah bilang pulang secepat mungkin, tapi kamu malah pulang sore-sore begini!" gerutu Risna–ibu Beby yang kesal dengan kelakuan anaknya. "Untung Ayah' kamu belum pulang, kalo dia tahu kamu keluyuran bisa diceraikan ibu!" sambungnya sembari melototkan matanya kesal kepada anak tunggalnya itu.
Beby tertawa lebar, ia mengambil alih sang anak pada gendongan ibunya. "Kan yang penting Beby jemput Lily gak sampai ayah dateng," jawabnya.
"Lily udah makan kan, Bu ?" tanyanya sembari menuruni tangga.
Risna menggelengkan kepalanya, "belum tadi pas kamu antar kesini langsung main dia sama maid di lantai bawah sampai siang. Terus dia ngantuk dan ibu tidurin di kamar. Barusan ini dia baru bangun jadi langsung ibu mandikan aja."
Kepala Beby mengangguk mengerti, saat sudah sampai di pintu utama mansionnya, ia berbalik dan menatap ibunya. "Beby pamit Bu, takut ketahuan Dominic," tangan Beby terulur untuk menyalami ibunya.
Risna mencium kedua pipi cucunya lalu mendaratkan ciuman kening pada Beby. "Hati-hati sayang, kalau sampai langsung telfon ibu!"
__ADS_1
"Pasti!" jawabnya lalu memasuki mobilnya bersama sang anak yang ditaruh dibangku yang letaknya di belakangnya.
Mobilpun bergerak meninggalkan mansion orangtuanya, ia melirik anaknya dibelakang dari kaca spionnya. "Ngantuk banget ya nak ? Nguap-nguap terus dari tadi..." .
Kepala Lily menggeleng pelan, ia menatap ibunya dengan mata yang berkaca-kaca. "Makan ma, Lily lapall!!" ucapannya.
Beby tertawa kecil lalu mengangguk kepala, "mau makan apa emang anak Mami ?"
"Ayam ma! ayam!!" teriaknya riang.
"Oke, kita ke K*FC ya sayang...." jawabnya yang diangguki oleh Lily.
Saat mobil berhenti karena lampu lalu lintas yang menunjukkan warna merah, Beby segera mengirimkan pesan untuk Dominic, ia tidak mau laki-laki itu bertambah marah jika tak ijin lagi.
My Dominic 🦁
Papi, Mami sama Lily mau makan di KFC
Okeyy ?
Tak berselang lama, hanya berselang beberapa detik pesannya langsung dibaca oleh Dominic. Tapi tak ada tanda-tanda pria itu akan menjawab pesannya, ditelfon pun tidak diangkat.
"Sudahlah, yang penting sudah ijin," gumamnya pelan lalu melajukan mobilnya kembali saat rambu lalu lintas sudah berwarna hijau.
...o0o...
Tepat pukul 7 malam, mobil milik Beby yang diberi oleh Dominic sudah terparkir dengan cantik pada parkiran apartemen.
Brak...
Pintu ditutup dengan pelan oleh Beby, setelahnya ia membawa sang anak memasuki apartemen dan segera menuju lift.
Ting...
Pintu lift terbuka, Beby segera keluar dari lift dan segera menuju unit apartemennya. Setelah memasukkan beberapa pin, pintu itu terbuka dan Beby segera memasuki ruangan itu yang masih gelap gulita.
Saat Beby akan berjalan untuk menghidupkan saklar lampu, ia dikejutkan dengan suara seseorang yang sangat familiar.
"Udah pintar kabur sekarang ya..." ucap pria itu ditengah gelapnya ruang apartemen Beby.
Beby menelan ludahnya susah payah, rasa gugup mulai menggerogotinya. Dengan masih menggendong anaknya, ia meraih saklar listrik dan dinyalakannya benda itu.
Klik...
Secara bersamaan lampu telah menyala dengan sempurna, mata Beby menatap intens Dominic yang terlihat begitu kacau dengan rambut yang acak-acakan dan kancing kemeja yang tidak dikancing sepenuhnya.
Pria tampan itu tengah menikmati minuman alk0hol miliknya yang terasa begitu menyiksa kerongkongannya.
"Pintar kabur, hm ?" tanya Dominic sekali lagi dengan mata yang masih memperhatikan gelas wine miliknya.
Dengan perlahan dan masih menggendong anaknya, Beby berjalan mendekat Dominic. "Aku kan udah bilang mau ke KFC sama Lily. Aku udah chat kamu kan ? Kamu udah baca tapi gak bales ...." alibinya cepat.
__ADS_1
Mata Dominic melirik Beby sekilas lalu menyesap lagi alk0hol miliknya. "Taruh Lily dikamar dulu, lalu kembali kesini secepatnya!" titah Sean yang langsung dikerjakan oleh Beby.
Wanita itu segera memasuki kamarnya, dan meletakkan anaknya dengan perlahan dan berhati-hati di atas kasur.
Setelah mengatur nafas beberapa kali, akhirnya Beby keluar dan duduk dihadapan Dominic.
"Nic," panggil Beby saat Dominic sama sekali tidak menghiraukan kehadirannya. "Maafin aku, aku minta maaf kalo aku buat salah sama kamu..." sambungnya dengan nada yang begitu menyesal.
Dominic tak menghiraukan ucapan Beby, ia kembali menuangkan alk0hol dalam gelasnya dan meminumnya dengan sekali tegukan.
Berulangkali Dominic melakukan itu, menuangkan minuman haram itu dalam gelasnya dan meminumnya tanpa memperdulikan permintaan maaf Beby yang tidak berdasar.
Beby mendesah frustasi dibuatnya, ia memilin-milin tangannya yang berada dipangkuannya dan matanya mulai berkaca-kaca.
"Aku minta maaf sama kamu, kamu boleh marah sama aku, tapi tolong jangan diamkan aku begini. Aku gak suka...." ucap Beby lirih disertai air mata yang menetes pada sudut matanya.
"Kenapa ketemuan sama Sean ? Emang aku izinin kamu ketemuan sama dia ? Ngobrolin apa aja sama mantan ? Seru ya ? Sampai aku telfon berkali-kali ga diangkat. Iya sih, aku emang gak sepenting itu buat kamu!" ucap Dominic dengan datar, menyampaikan kegundahan hatinya.
Kepala Beby menunduk, ia begitu merasa bersalah pada Dominic. Ia kini seperti ketahuan berselingkuh.
"Kamu penting Nic! Kamu, Lily adalah dua orang terpenting dalam hidupku! Jangan dibandingkan dengan Sean! Aku ketemu dia gak sengaja. Aku cuma mau ngejenguk Leon," beri tahu Beby dengan suara yang bergetar.
Dominic tersenyum miring, "emang aku izinin kamu ketemu Leon juga ?" tanyanya yang membuat Beby diam seketika. Pria itu merogoh saku jasnya dan mengeluarkan beberapa lembar foto yang diambil anak buahnya.
Mata Beby membelalak kaget melihat foto dimana ia dan Sean saling berpelukan. "Kamu masih cinta sama dia ? Mau balikkan ?" tanya Dominic sarkas.
Dengan cepat Beby menggeleng untuk menjawab pertanyaan Dominic air mata yang berhenti mengalir pada wajah cantiknya.
"AKU YANG NEMENIN KAMU DARI AWAL! AKU YANG BANTU KELUARGA KAMU! AKU YANG BERUSAHA SEBAIK MUNGKIN MENJADI FIGUR SOSOK AYAH KANDUNG UNTUK LILY. AKU MENCINTAI KAMU DENGAN TULUS, TAPI INI BALASAN KAMU KEPADA KU ?" teriak Dominic yang sangat kesal saat ini.
"KAMU CARI KE SELURUH DUNIA, ADA PRIA DENGAN TULUS MAU MEMBANTU DAN MENCINTAI WANITA YANG SUDAH JADI KORBAN P3LECEHAN HINGGA HAMIL SELAIN AKU ?"
Air mata tak berhenti turun dari mata Beby, wanita itu benar-benar merasa tak enak pada Dominic. Benar kata pria itu, jika memang hanya Dominic satu-satunya pria yang mau menerimanya dengan tulus.
Melihat tangisan Beby semakin menjadi-jadi, Dominic menghela nafas kasar. Ia berusaha meredakan amarahnya dengan menenggak alk0hol yang berada di depannya.
"Aku cape Beb, kalo perasaan yang tulus malah dibalas dengan kejam seperti ini. Aku gak minta apa-apa selain cinta kamu. Cuma itu, semua kebaikan yang aku lakukan untukmu dan keluargamu, aku hanya ingin mendapatkan balasan cinta yang tulus dari kamu." Dominic berdiri dari duduknya, ia menatap Beby intens. "Aku pulang, istirahat lah..." pamitnya lalu segera meninggalkan apartemen yang ia belikan untuk Beby.
Setelah kepergian Dominic, Beby menangis semakin deras. Ia memukul-mukul kepalanya dengan keras. "Bodoh! Bodoh! Selamat Beby, kamu selama ini sudah menyia-nyiakan orang tulus kepadamu...."
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA