MENJADI PENGASUH CALON DUDA

MENJADI PENGASUH CALON DUDA
CHAPTER 80 - KECELAKAAN


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Seseorang dibalik pohon terus memperhatikan kejadian kecelakaan tunggal yang sejak tadi terus menjadi pusat perhatian warga sekitar.


Cekrek....


Cekrek....


Ponselnya ia arahkan kedepan, tak lupa ia mengezoom layar ponselnya agar kejadian kecelakaan yang berjarak sangat jauh darinya itu bisa dilihat dengan sangat jelas.


Setelah puas memotret pria berkaos hitam dengan masker itu segera menghubungi rekan kerjanya, yang sudah menunggu informasi darinya sejak tadi.


"Lamborghini Aventador berwarna dark blue dengan plat nomor X 7 XYX, menghantam pembatas jalan yang berbuat dari beton dan berakhir mobil berguling hingga jarak 100 meter disebelah kanan."


"Bagaimana kondisi pria itu ?" tanya seseorang dari sebrang telfon.


Pria berpakaian serba hitam dengan masker langsung mengalihkan pandangannya kearah mobil yang sudah rusak parah itu.


Tak lama sebuah ambulans datang dari arah yang berlawanan. Para petugas medis, langsung mengeluarkan brankar dan menuju ke arah mobil itu.


Perlahan mereka membuka pintu yang sudah sangat penyok dan mengeluarkan pria yang kecelakaan itu dengan pelan, lalu ditaruh diatas brankar dan mereka langsung kembali ke ambulance untuk menuju rumah sakit terdekat secepatnya.


"Kondisinya sangat parah, seluruh tubuhnya berdarah, terlebih lagi pada wajah dan kakinya. Wajahnya dipenuhi serpihan kaca yang pecah. Jika dilihat dari kondisinya, sepertinya dia sudah meninggal di tempat."


"Tuan pasti sangat senang, mendengar berita ini. Setelah ini ikuti ambulansnya, kita harus tahu dimana pria itu di rawat!" titah pria diujung telfon yang segera diangguki oleh pria berpakaian serba hitam itu.


"Baik, aku mengerti!"


Tut....


Setelah mematikan panggilan telfonnya, pria itu segera memasukkan telfonnya ke saku jelana jeans hitamnya, lalu berlari kecil untuk memasuki mobilnya dan menghidupkan cepat-cepat mobilnya, tak ingin kehilangan jejak dari ambulans itu.


...o0o ...


Di dalam ambulans, seorang petugas rumah sakit itu langsung menggeledah pakaian Dominic.


Ia harus mencari tanda pengenal atau apapun itu agar bisa menghubungi keluarga Dominic, itu memberitahu kondisi pria itu kepada pihak keluarga.


"Coba di saku celana atau jasnya," ucap seorang petugas medis lainnya.


Pria itu menganggukkan kepalanya mengerti, ia menggeledah saku jas milik Dominic dan menemukan ponsel pria itu di sana.


"Ada ponselnya, aku akan segera menghubungi keluarganya," beritahu pria petugas rumah sakit itu.


Setelah membuka kunci ponsel dengan menggunakan sidik jari Dominic, petugas medis itu langsung membuka kontak telfon dari ponsel Dominic.


Tanpa sadar sudut bibir petugas medis itu terangkat keatas saat melihat kontak telfon Dominic hanya 2 orang saja.


1. Satu-satunya Cintaku 💘


2. Sekretaris


"Anda sepertinya sangat mencintai pasangan anda, tuan..." gumamnya seraya tersenyum tipis.


Tanpa lama-lama lagi, petugas rumah sakit itu langsung dengan cepat menelfon seseorang yang ia yakini adalah kekasih Dominic.


Tut....tut.....tut.....


Tut....tut.....tut.....

__ADS_1


Panggilan telfon pertama tak diangkat, tapi sang petugas rumah sakit itu terus mencoba menelfon seseorang itu hingga panggilan keempat.


Tut....tut.....tut.....


"Sudah sampai mansion, Pi ?" tanya seorang perempuan dari sebrang telfon.


"Maaf menganggu malam-malam begini, saya Rio petugas Royal's hospital ingin memberitahukan bahwa memilik ponsel ini telah mengalami kecelakaan tunggal yang menyebabkan luka parah. Tolong kesediaan nona untuk menjadi pendamping pasien. Saya tunggu kedatangan anda di Royal's hospital sekarang. Terima kasih!"


Tut...


Panggilan telfon terputus, petugas medis itu mengantongi ponsel Dominic. Dilihatnya pria tampan, yang wajahnya terus mengeluarkan darah karena terkena serpihan kaca.


"Semoga anda baik-baik saja tuan, kekasih anda sangat khawatir," ucap pria itu dengan tulus setelah mendengar suara wanita ditelfon itu terdengar sangat bergetar ketakutan.


...o0o ...


Kring...kring...kring.....


Telfon Beby terus berdering, tapi wanita itu tak bisa mendengar suara telfonnya, karena saat ini ia sedang membersihkan dirinya. Menggosok seluruh tubuhnya dengan sabun scrub.


Beby ingin menghapus semua jejak yang Sean berikan pada tubuhnya.


Sejak kepulangan Dominic 40 menit yang lalu, Beby langsung menaruh anaknya diatas ranjang agar tidur dengan nyaman. Lalu segera memasuki kamar mandi untuk.l ritual mandi malamnya.


Kring....kring...kring....


Telfon panggilan ketiga terus berbunyi bersamaan dengan Beby yang baru keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang menutupi setengah tubuhnya.


"Siapa itu telfon malam-malam begini ?" tanyanya lada dirinya sendiri sembari memakaikan tubuhnya pakaian.


Kring....kring....kring....


Panggilan telfon keempat pada ponselnya, Beby buru-buru mengambil ponselnya yang berada di atas nakas.


Senyum diwajah cantiknya langsung merekah saat melihat siapa orang yang menghubunginya. Segera ia geser tombol hijau pada ponselnya. Sungguh tak sabar ingin menjawab telfon dari sang calon suami.


"Maaf menganggu malam-malam begini," jawab seseorang dari sebrang telfon yang membuat jantung Beby tak tenang seketika. Tangan yang memegang telfon langsung bergetar seketika.


"Saya Rio petugas Royal's hospital ingin memberitahukan bahwa memilik ponsel ini telah mengalami kecelakaan tunggal yang menyebabkan luka parah."


Deg....


Mulut Beby terbuka lebar saat mendengar sambungan ucapan dari pria petugas rumah sakit itu. Tangannya terangkat memegang dadanya yang berdebar kuat.


"Tolong kesediaan nona untuk menjadi pendamping pasien. Saya tunggu kedatangan anda di Royal's hospital sekarang. Terima kasih!"


"Ba–baik, saya kesana sekarang. Tolong rawat calon suami saya dengan baik!"


Tut....


Beby mematikan telfon itu sepihak, sejenak ia terdiam dan pikirannya terasa buntu. Air mata mendadak turun pada sudut matanya.


"Dominic....." ucapnya lirih.


Hanya dengan dress rumahan, Beby langsung menyambar tas yang sudah berisi dompet dan juga kunci mobilnya untuk segera menuju mobilnya.


Tap...tap...tap....


Langkah kaki Beby yang berlarian memasuki lift terdengar begitu menggema di sepanjang lorong apartemen itu.


Saat sudah memasuki lift, ia segera mengotak-atik ponselnya dan mengubungi ayahnya.


"Halo nak, ada apa malam-malam begini telfon ?" suara ayahnya yang sayu dan khas bangun tidur membuat tangisan Beby terdengar semakin besar.


"Nak ?" panggil Ayah Beby lagi saat mendengar anaknya menangis dengan keras. "Ada apa ?" suara Robert–ayah Beby terdengar begitu panik.


"A–ayah....hiks.... datanglah ke apartemen bersama Ibu, tolong jaga Lily. A–aku....hiks....hiks....dapat telfon dari pihak rumah sakit melalui ponsel Dominic, mereka memberitahukan padaku ka–kalo Dominic mengalami kecelakaan yang parah....hiks.....hiks....." tangis Beby pecah di dalam lift.

__ADS_1


Ting...


Pintu lift terbuka, Beby langsung berlari menuju mobilnya di area parkiran.


"Baiklah sayang, ayah dan ibu akan ke apartemen mu sekarang. Kamu jalanlah ke apartemen sekarang, dan jangan ngebut. Ingat keselamatan mu juga...."


Brakk....


Setelah duduk di kursi kemudi mobilnya, Beby langsung menutup dengan keras pintu mobilnya.


"Hiks....hiks...iya Yah, tolong jaga Lily...." jawabnya dengan suara lirih, tangisan Beby semakin menjadi-jadi.


Tut...


Setelah panggilan terputus, Beby langsung menancap gasnya menuju rumah sakit. Dengan mulut yang tak henti-hentinya meramalkan doa untuk sang calon suami agar tidak terjadi sesuatu yang buruk.


...o0o ...


Dua orang pria dewasa tengah menyesap nikmat setiap tetesan anggur merah yang melewati kerongkongan mereka yang kering sejak tadi.


Sudah tiga jam terlewati sejak otak liciknya berhasil menemukan cara untuk melenyapkan Dominic dari hidup Beby dan juga anaknya, tapi ia masih belum mendapatkan berita yang ia tunggu-tunggu.


Sean, pria itu kembali menuangkan anggur merah dengan botol ketiga kedalam gelas winenya.


"Lama sekali, sialan!" umpat Sean kesal, seraya melirik jam yang melingkar di tangannya beberapa kali.


Jacob, sang sekretaris yang duduk disebelahnya hanya bisa menghela nafas panjang. Pria itu kembali menyesap wine di gelasnya, kepalanya benar-benar terasa sangat pusing memikirkan cara licik tuannya kali ini, yang menurutnya sangat beresiko tinggi pada tuannya sendiri.


"Kau sudah yakin kan, kalo itu parkiran C-18 ?" tanya Sean sengit kearah sang sekretaris.


Dengan cepat kepala sekretaris itu mengangguk cepat, ia tersenyum menatap tuannya. "Yakin tuan, sangat yakin..."


Ceklek....


Baru Sean akan mempertanyakan lagi jawaban Jacob, seseorang menerobos masuk ke ruang kerjanya yang berada di lantai 4 mansionnya.


"Tuan, pria itu mengalami kecelakaan tunggal. Ia membanting setir ke kiri dan menghantam pembatas jalan, lalu mobilnya terbalik hingga terseret 100 meter di sisi kanan hingga mobilnya sangat hancur," beritahu pria serba hitam itu yang tiba-tiba masuk ke ruangan Dominic.


Sena tersenyum lebar, ia menatap anak buahnya itu bangga. "Lalu bagaimana kondisi Dominic ?"


"Pria itu mengalami luka yang cukup parah tuan, wajahnya terkena serpihan kaca hingga tak henti-hentinya mengeluarkan darah," jawab cepat pria itu yang membuat Sean semakin melebarkan senyumnya.


"Kerja bagus, pergilah!" titah Sean yang segera dilakukan oleh salah seorang anak buahnya itu.


Jacob melirik kearah wajah Sean yang berbinar. "Setelah ini bagiamana tuan ? Pasti polisi detik ini juga sudah melakukan penyelidikan terkait kecelakaan Dominic, apalagi Dominic adalah pria yang berpengaruh. Pasti polisi akan berusaha mati-matian agar segera menemukan penyebab kecelakaan Dominic.


"Polisi pasti saat ini sudah menderek mobil Dominic ke bengkel, mereka melakukan pengecekan pada mesin mobil Dominic. Hanya dalam beberapa jam saya polisi akan tahu penyebab kecelakaan Dominic adalah kabel rem yang sengaja dipotong agar rem menjadi blong," jelas Sean yang diangguki Jacob, pria itu juga memikirkan apa yang Sean ucapkan. "Setelah itu polisi akan menyelidiki melalu CCTV, mobil Dominic ini dari mana saja. Jika mereka sudah tahu jika mobil Dominic dari apartemen, maka polisi akan meminta video CCTV yang berada di parkiran apartemen itu. Jika saat itu terjadi, kita tinggal serahkan saja supir itu," sambung Sean dengan enteng.


Tiba-tiba pria itu berdiri dari duduknya seraya merapikan jasnya. "Tidak perlu memikirkan dalam mengenai supir itu. Yang penting saat ini adalah aku yang harus segera membujuk Beby agar bisa secepatnya menikah!"


"Kita ke rumah sakit sekarang!" sambung Sean yang sudah berjalan menuju pintu ruang kerjanya.


Jacob menghela nafas kasar, pria itu mengacak rambutnya frustasi. "Apa anda pikir, setelah supir kita di tahan polisi, dia tidak akan membuka mulut ?" gumamnya yang setelahnya ia berjalan untuk mengikuti tuannya.


...o0o ...


MAAF YA SAYANG, RATU TERLAMBAT 🙏😭


BEGINILAH SUSAHNYA JADI MAHASISWI 🌝


MAAF YA BUAT KALIAN YANG NUNGGU


INSYAALLAH KALO RATU SEMPAT NGETIKNYA, END NYA BAKAL BESOK YAA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


TERIMA KASIH SEMUANYA

__ADS_1


__ADS_2