
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o ...
Para satpam dan pekerja yang menjabat sebagai penjaga keamanan mansion Robert–Ayah Beby terus saja mengejar sebuah mobil yang tiba-tiba saja memasuki area mansion milik tuannya dan menabrak dengan keras pagar mansion itu dengan kuat hingga rusak dan terbuka lebar.
Orang-orang yang mendengar itu langsung berlari keasal suara. Mata mereka membulat terkejut melihat kondisi pagar mansion rusak parah di tambah kehadiran sebuah mobil menuju pintu utama mansion.
"TOLONG BERHENTI!!"
"BERHENTI SEKARANG! ATAU KITA AKAN MENELFON POLISI!"
"WOYY!!! BERHENTI!!!"
Teriakan satpam dan beberapa bekerja di mansion Robert dengan sangat keras. Namun mobil itu terus bergerak melaju tak memperdulikan ancaman merek, hingaa.....
Citt.....
Mobil itu menginjak pedal rem kuat hingga menimbulkan suara decitan ban dengan aspal yang terdengar keras.
Para pekerja di mansion Robert itu juga menghentikan lari mereka dan segera bergerak untuk membuka pintu mobil.
"BUKA!!! INI SIAPA BERANI-BERANINYA DATANG KE MANSION TUAN ROBERT!"
BRAKKK....
Pintu mobil dibuka kasar dari dalam oleh pria berbadan kekar dengan rambut klimis. Sedangkan para pekerja Robert yang menggendor pintu tadi langsung terpelanting di aspal karena dorongan pintu terbuka itu.
"MINGGIR KALIAN SEMUA! KAMI DI SINI MENCARI KEBERADAAN BEBY!!" teriak pria itu kepada seluruh para pekerja di mansion Robert.
"Nona Beby tidak lagi tinggal di sini, tolong segera pergi sebelum saya menelfon polisi!" ancam mereka yang ditawai oleh anak buah Sean.
Anak buah Sean segera memberi aba-aba untuk menghabisi para pekerja itu. "Gak usah basa-basi langsung aja!" ucap salah seorang anak buah Sean.
Tanpa basa-basi lagi mereka langsung adu pukul. Hingga menimbulkan suara yang cukup keras dan bising di luar mansion Robert.
Bugh....
__ADS_1
Bugh....
Bugh...
Sementara di dalam mansion Robert, keluarga itu sedang makan dengan nikmat. Risna–ibu Beby memasukkan beberapa makanan kedalam piring suaminya dan ibunya, Mira–Nenek Beby.
Lalu mereka makan dengan tenang dan ditemani oleh canda tawa yang diucapkan oleh Risna.
Hingga suara langkah kaki yang terburu-buru, membuat obrolan mereka sejenak. Dan datanglah seorang maid dengan wajah panik ke arah meja makan mereka.
"Ada apa, Bik ?" tanya Robert yang juga ikutan panik melihat maidnya tampak begitu takut.
"Tu–tuan, di depan ada yang berantem tuan. Pria pakai baju serba hitam lagi berantem sama satpam terus juga sama maid cowo!" beritahu maid itu dengan terbata-bata.
Risna dan Robert saling bertatapan dengan raut wajah terkejut. "Astaga, siapa itu ? Apa para pria yang mencari Beby lagi ?" tanya Risna yang memang hafal anak buah Sean setidaknya sebulan sekali akan datang ke mansion mereka untuk mencari-cari anaknya itu.
Kepala Robert menggeleng tanpa tak tahu, "aku coba chek dulu. Kamu masuk ke kamar sama Ibu, biar aku aja yang temuin mereka. Ingat jangan keluar kamar sebelum aku selesai!" titah Robert yang segera diangguki oleh istrinya.
Sementara Risna menuntut ibunya naik ke lantai atas, Robert segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari mansion.
Belum pintu mansion dibuka, Robert dapat dengan jelas mendengar suara pukulan-pukulan.
Ceklek....
Benar saja, mereka sedang adu kekuatan dengan anak buah Sean yang memimpin sedangkan anak buahnya sudah hampir tak berdaya.
"APA-APAAN INI! APA YANG KALIAN INGINKAN SEKARANG ?" tanya Robert dengan berteriak.
Mendengar suara pria yang ia cara, segera para anak buah Sean menghentikan pukulan mereka pada para pekerja di mansion Robert dan menatap Robert dengan senyum miring.
"Kita ingin membawa Beby! Kemana dia ? Jangan sembunyikan dari kami!"
Tangan Robert terkepal kuat di sisi-sisi tubuhnya. "Dia tidak ada di sini! Cari saja di dalam jika mau!"
"Cih!" Anak buah Sean meludah di samping tubuh Robert. "Tuan muda Leon mengatakan jika dia melihat Beby di dekat sekolahnya! Berarti Beby ada di sini! DIMANA DIA! JANGAN SEMBUNYIKAN DARI KAMI!"
Para anak buah Sean terlihat sangat begitu ngotot, mereka sebenarnya malas melihat wajah pria tua dihadapannya ini. Ingin rasanya mereka membunuh Robert saat ini juga.
Tapi mau bagaimana lagi, tidak ada kata bunuh yang keluar dari mulut bosnya. Jadi mereka hanya memukul dan menggertak saja.
"Udah lah bos! Kita langsung trobos aja!" ucap seseorang pria yang termasuk anak buah Sean.
Pria yang dipanggil bos itu menganggukkan kepalanya setuju dan segera menyuruh anak buahnya mencari keberadaan Beby di dalam.
__ADS_1
Sementara dirinya menahan Robert untuk tetap di sana. "Sebenarnya ini tidak akan susah jika kau mau bekerja sama dengan kami!"
"TIDAK! TIDAK AKAN PERNAH SUDI! AKU TIDAK AKAN MEMBERITAHUKAN KEBERADAAN ANAKKU PADA KALIAN !" jawab Robert cepat.
Anak buah Sean itu tersenyum miring, ia mendekat dan meraba tubuh Robert dengan seksama untuk mencari benda yang ia butuhkan.
Mata Robert melotot tak percaya dengan perlakuan anak buah Sean yang kurang ajar. "Hei apa yang kau lakukan! Jangan menyentuh tubuhku brengsek!" umpatnya.
"Nah dapat!" ucap anak buah Sean saat sudah berhasil mendapatkan handphone milik dari saku celana Robert.
Baru saja akan mengambil alih ponselnya dari pria yang berdiri dihadapan itu, segerombolan anak buah Sean keluar dari mansionnya.
"Tidak ada tuan, tidak ada Beby di dalam!" lapor salah satu dari mereka.
"Tidak apa, aku sudah mendapatkan ponsel Robert. Ayo kita kembali!" jawab pria yang dipanggil bos itu.
Mereka berbondong-bondong menaiki mobil dan segera meninggalkan mansion Robert, sementara Roberto di sana sudah ingin mengejar mobil mereka. Namun tubuhnya di tahan oleh seorang satpam yang masih sadar.
"Tuan jangan, mereka naik mobil...."
Robert menghela nafas pasrah, kini tuannya adalah telfon rumah di dalam mansionnya. Ia berlari kecil untuk dapat segera bertelfon dengan anaknya.
Kring...kring...
Tepat pada dering ke dua, Beby mengangkat panggilan telfon dari ayahnya itu.
"Beby, anakku! Tolong segera blokir nomor telfon ayah di hape kamu! Anak buah Sean baru saja datang ke mari dan mereka mengambil paksa ponsel milik Ayah. Jangan datang ke mari Beby! Tetap tinggal di apartemen sampai semuanya aman!"
Tut....
Robert mematikan panggilan secara sepihak, ia mendudukkan tubuhnya di kursi sofa menatap telfon itu dengan nanar.
"Jangan sampai mereka mendapatkan mu, Beby...."
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
__ADS_1
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA