
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o ...
Seorang wanita yang mempunyai tinggi semampai itu kini tengah menggunakan dress ketat yang menampilkan setiap lekuk tubuhnya yang sangat indah dipandang kaum lelaki.
Kehadirannya menjadi pusat perhatian di tempat itu, semua mata kini memandang kearahnya, bak seperti disinetron-sinetron pada layar TV, saat ia melangkahkan kaki ada semilir angin yang membuat rambutnya hitam kelam dan bersinar bertebaran didepan wajahnya, membuat kecantikan wanita itu semakin berlipat-lipat ganda.
Badannya bak model pakaian dewasa, sungguh sangat ideal hingga membuat kaum hawa menjerit iri dalam hati. Dan jika dilihat dari dekat, struktur wajah wanita itu sangat sempurna, ia berubah banyak selama 6 tahun terakhir. Mungkin karena dulu ia sedikit gemuk, sedangkan sekarang single parent itu sudah ideal badannya.
Beby, nama wanita cantik itu. Wanita yang masih burunan Sean selama 6 tahun itu kini telah berubah semakin cantik selama dirawat dan dibayai oleh Dominic.
Dominic benar-benar membiayai semua kehidupannya dengan sangat baik.
"Selamat pagi, Miss Beby," ucap seseorang dari balik tubuh Beby.
Dengan senyum kecil ia membalikkan badan, menghadap kearah seorang wanita yang memanggil namanya. "Ya, ada apa Jennie ?" Ia berhenti berjalan menuju ruang kerjanya.
"Mrs. Joana akan mengambil gaun pengantinnya pada jam makan siang, beliau ingin sedikit berbicara dengan Anda."
Kepala Beby mengangguk sedikit, ia menepuk bahu wanita itu singkat. "Baiklah, nanti biar aku yang menemui Mrs. Joana untuk memberikan gaun pengantinnya, kami kembalilah bekerja!" titah Beby yang diangguki oleh Jennie.
Jennie, wanita itu adalah tangan kanan Beby yang banyak sekali menantunya selama tiga tahun terakhir ini.
Sekarang Beby adalah seorang fashion designer, ia sudah mendirikan butik yang sangat megah di kawasan perkotaan Perancis.
Dan para pembeli yang membeli gaun rancangan tentu bukan dari kalangan biasa. Dan ini juga berkat Dominic yang selalu mensupportnya, baik dari segi materi dan juga secara mental.
Selesai berbicara dengan Jennie, Beby kembali berjalan menuju ruang kerjanya yang berada dilantai paling atas.
Saat ia berjalan memasuki lift, banyak sekali pasang mata pembeli di butiknya menatapnya dengan penuh minat dan Beby tahu itu. Tapi ia mencoba mengabadikannya, lagipula ia juga sudah ada Dominic.
Lift bergerak kelantai paling atas, saat pintu terbuka ia segera berjalan memasuki ruangannya itu menghampiri malaikat kecilnya yang sudah menunggu lama di sana.
Ceklek....
"MAMI LAMAAAAA!!! LILI GAK SUKA!" Bocah itu teriak saat melihat seorang wanita yang sudah ia tunggu-tunggu akhirnya datang ke ruangan ini.
__ADS_1
Bibir bocah berusia 5 tahun itu mengerucut lucu, hingga membuat sang ibu dan pengasuhnya mengepalkan tangan menahan gemas.
"Astaga, anak Mami marah ya sama Mami...." Beby berjalan kearah anaknya yang tengah merajuk diatas sofa.
Sang pengasuh bangkit dari duduknya, dan membiarkan Beby untuk duduk di sana. "Gak mau makan dia, maunya sama Mami aja katanya," beritahu sang pengasuh.
"Anak Mami gak mau makan kenapa ?" tanyanya setelah memberikan kecupan pada pipi kanan anaknya.
Bicah bernama Lily itu melirik ibunya dengan sangat tajam lalu mengalihkan pandangannya kearah lain. Beby yang melihat itu langsung bertatapan dengan pengasuhnya yang juga sudah tergelak karena ekspresi lucu bocah itu.
Dengan pelan, Beby mengangkat tubuh sang anak kearah pangkuannya, dan menatapnya dalam. "Siapa yang ngajarin lirik-lirik begitu ? Gak boleh! Gak sopan, Lily!" beritahu Beby pelan.
Namun sepertinya bocah itu salah mengartikan ucapan ibunya, ia pikir ibunya memarahinya.
"Habisnya Mami lama, katanya pergi sebentar....hiks...." runtuh sudah pertahanan bocah itu, kini ia menangis dan memeluk tubuh ibunya erat. Wajahnya ia sembunyikan di ceruk leher Beby.
"Mami sebentar kan, cuma mau cek warna kain di toko tadi. Terus langsung balik ke sini, gak kemana-mana lagi..."
Tangisan Lily tak berhenti malah semakin menjadi, dengan cepat Beby langsung meminta pengasuh Lily untuk membuka tasnya dan mengambil tasnya di dalam sana.
Jika Lily sudah menangis begini, hanya orang tua Beby dan Dominic yang bisa menghentikan tangisan anaknya itu. Tapi ia tak mungkin menganggu Dominic, jadi ia menelfon ibunya.
"Halo, Lily manaa....." ucap seseorang dari balik telfon.
"Nenek!!!" teriaknya dengan riang, Lily langsung merebut ponsel Beby dan berbicara pada sang nenek yang sudah lama gak mengunjunginya.
Melihat tangisa Lily sudah berhenti, dan bocah itu sudah tenang mengobrol dengan ponselnya, segera ia mengangkat Lily dan mendudukkan bocah itu lagi ke sofa sementara dirinya akan melanjutkan pekerjaannya.
"Deb, tolong dijaga ya. Kakak mau lanjut kerja," pinta Beby yang langsung diacungi jempol oleh sang pengasuh bernama Deby itu.
Kini Beby duduk di meja kerjanya, ia menyalakan laptop dan mulai menggambar desain pakaian baru untuk baju pada musim dingin mendatang. Dengan diiringi oleh ocehan Lily dan ibunya yang membuatnya semakin bersemangat bekerja.
Lily, anaknya itu benar-benar seperti pelindung untuknya. Lily adalah malaikatnya. Jika tidak ada Lily mungkin ia akan bunuh d1ri karena ketakutan akan Sean yang akan menemukannya.
Ah ya, berbicara tentang Sean, sama sekali Beby tak mengetahui kondisi pria itu. Bisa saja ia mencari berita Sean di internet. Tapi setiap mengetikkan nama panjang Sean di pencarian google, tangannya bergetar hebat. Ia masih ketakutan pada Sean, yang menganggapnya pembunuh istrinya.
"Iya nek! Nanti waktu libur sekolah, Lily pulang ke rumah nenek sama Mamiiii...." seru bocah itu bersemangat.
Beby yang mendengar itu langsung mematung seketika. Benar! Itu benar, sebentar lagi mereka akan kembali ke Itali untuk mengunjungi Ibu dan Ayahnya selama Lily libur sekolah.
"Ini sudah enam tahun, kenapa kamu masih belum menemukanku Sean ?" gumamnya pelan, "kamu yang tak tahu aku dimana, kamu sudah tidak memperdulikan keadaanku, dan anak mu, atau mungkin kamu memang sudah pasrah ?"
Selama enam tahun ini, tak pernah sekalipun Beby bertemu Sean. Sean adalah pria kaya, bukannya seharusnya mudah jika menemukannya, tapi kenapa lama sekali ? Ini sudah enam tahun dan Beby masih belum ditemukan oleh Sean atau anak buahnya.
__ADS_1
"Ahh... Pasti Sean sudah merelakan kepergianku..." gumamnya lagi, mata Beby menatap wajah anak perempuannya yang begitu mirip Sean. "Dia mirip sekali denganmu, pasti sekali melihat kamu langsung tahu jika itu anakmu..."
...o0o ...
Sementara di Italia, para pekerja yang tengah melakukan rapat langsung membubarkan diri saat sang CEO meminta rapat diselesaikan sekarang.
Sang CEO itu berdiri dari duduknya, sembari merapikan jas yang ia pakai. Setelahnya ia segera keluar dari ruang rapat bersama dengan sang tangan kanan.
"Perusahaan EOS meminta kerja sama dengan kita tuan, saat ini perusahaannya tengah dalam masa krisis dan teranjam bangkrut," beritahu sang sekretaris selama perjalanan mereka ke ruang kerja Dominic dilantai atas.
"Perusahaan di bidang apa itu ?"
"Properti tuan, tapi dia baru-baru ini tengah ditipu oleh orang kepercayaannya. Perusahaannya mengalami kerugian hampir 1 triliun.."
Senyum miring terbit di wajah Dominic, kehancuran perusahaan lain adalah keberuntungan baginya. Jika perusahaan tengah mengalami krisi ekonomi, maka harga saham sudah pasti merosot turun.
"Beli semua sahamnya, aku ingin mengambil alih perusahaan itu." Sang asisten segera mengangguk kepalanya mengerti.
"Bagaimana dengan Sean ?" tanya Dominic seraya keluar dari lift, sudah lama ia tak mendengar kabar pria itu.
Pria itu sangat pintar mengatur bisnisnya dan pintar sekali memenangkan perjudian besar. Tapi sangat bodoh soal masalah percintaan.
"Seminggu yang lalu salah satu anak buah Sean mengetahui keberadaan Nyonya Beby di Perancis. Tapi saya sudah membungkam mulutnya dengan segepok uang. Saya juga mengancam pria itu akan membunuh keluarganya jika memberitahukan keberadaan Beby pada Sean.
Bodoh! umpat Dominic dalam hati, dilanjutkan dengan senyum seringainya. Kenapa Sean sangat bodoh, enam tahun bukanlah waktu yang singkat, kenapa ia tidam curiga kenapa anak buahnya ? Tidak tahu kan selama ini sebenarnya anak buah Sean sudah mengetahui keberadaan Beby. Hanya saja para anak buah Sean itu sudah berkhianat kepadanya, jadi meskipun bertemu dengan Beby pun, anak buahnya itu tidak akan memberitahukan keberadaan Beby.
"Perketat keamanan Beby, meskipun anak buah Sean sudah memihak kepada kita. Bisa saja Sean yang mencari Beby sendiri karena frustasi, aku tidak ingin ia mengambil Beby dan anakku, Lily!" titah Dominic sebelum memasuki ruang kerjanya.
"Baik, tuan!"
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
__ADS_1