
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Pagi hari seperti biasa, Beby sedang sibuk menyiapkan perlengkapan sekolah Leon. Setelah memasukkan buku-buku ke dalam tas Leon, kini Beby sedang berusaha membangunkan anak dari Sean itu.
Ia berjalan menuju ranjang dan duduk di tepinya, tak lupa tangan Beby terangkat untuk menggoyangkan bahu Leon agar anak itu tersadar dari alam mimpinya.
"Leon, bangun sayang...."
"Leon ayo bangun, sekolah..."
Cup....
Beby menciumi beberapa sisi wajah Leon dengan sayang hingga bocah itu menggeliat karena terusik dari tidurnya.
"Kak Beby...." ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Nah udah bangun, ayo mandi sayang. Nanti kamu telat loh kesekolah." Bukannya membuka mata Leon malah memeluk erat pengasuhnya itu seraya menggelengkan kepalanya. "Gak mau nanti Leon sekolah ditinggal lagi sama kak Beby...hiks.."
Beby mengelus pelan kepala bocah itu sembari menggendongnya menuju kamar mandi. "Enggak kok sayang, kakak gak bakal ninggalin Leon lagi. Kalo kakak Beby pergi, nanti Leon pasti kakak ajak."
Dengan sisa tangisannya Leon mengangkat wajahnya dari ceruk leher Beby dan menatap wanita itu dengan mata yang bergetar.
"Kak Beby janji," bocah itu memberikan jari kelingkingnya di depan wajah Beby.
Beby menurunkan Leon di samping bathup yang sudah ia isi dengan air hangat. Lalu tersenyum tipis dan menggapai kelingking Leon dengan kelingkingnya. "Kakak janji gak bakalan ninggalin Leon lagi."
Dengan senyum lega, Leon memeluk tubuh Beby dengan erat yang tentu di balas oleh Beby.
"Kenapa sih kok sedih gitu ? Kan kemarin ditinggal kak Beby, Leon jadi bisa dekat sama Daddy," ujar Beby yang kini tengah melepaskan pakaian Leon.
Wajah senang Leon mendadak hilang tergantikan wajah cemberutnya, bibir bocah itu mengerucut. "Gak mau, gak suka Leon dekat sama Daddy lagi. Leon takut, Daddy kasar...."
__ADS_1
Alis Beby menyatu bingung dengan ucapan Leon, hingga ia menepuk luka lebam di pergelangan tangan, belakang leher hingga lengan Leon.
"Astaga ini kenapa ?" tanya Beby mengangkat pergelangan Leon tinggi-tinggi.
"Itu digandeng Daddy waktu di restoran, Daddy pegangannya kencang sekali kak, sampai Leon sakit tangannya," jawabnya polos.
Mata Beby beralih ke lengan Leon yang juga terdapat ruam, mungkin ia pikir juga di tekan oleh Sean dengan keras. Lalu bagaimana dengan lebam di leher belakang Leon.
"Kalo yang ini kenapa biru-biru begini, Leon ?" unjuknya pada tengkuk Leon.
Leon mengusap tengkuknya sembari meringis kesakitan. "Oh ini, kemarin Leon disuapin Daddy. Tapi kata Daddy mulut Leon terlalu kecil jadi nasinya tumpah-tumpah ke meja. Jadi sama Daddy lehernya Leon dipegang kuat terus Leon di suruh buka mulut lebar habis itu disuapin lagi."
Mulut Beby terbuka lebar dengan tangan yang terkepal kuat. "Bule gila brengsek!" umpatnya berbisik.
Beby tak menayangkan lagi, ia lebih memilih diam setelah memasukkan Leon kedalam bathtub. Ia memandikan anak majikannya itu dengan perlahan dan lembut, seperti tak ingin menyakitinya lagi.
"Leon gak pa-pa kok kak, Kak Beby jangan nangis." Tangan kecil Leon terangkat mengelap air mata yang menetes pada pipi Beby.
"Kakak gak nangis kok sayang, ini cuma kelilipan aja," alibinya walau dalam hati ia mengumpati Sean.
Setelah selesai memandikan Leon, Beby segera memakaikan bocah kecil itu seragam, takut jika terkena flu jika terlalu lama tel4njang.
Sepatu sudah dipasang.
Rambut selesai di sisir.
Buku-buku sudah di siapkan.
Senyum Beby mengembang setelah selesai memberikan bocah manis itu bedak tabur yang membuatnya bak donat gula.
"Yuk, sekarang kita sarapan..." ajak Beby yang sudah menggendong tas sekolah Leon di punggungnya.
Mereka berdua keluar dari kamar Leon bersamaan dengan Sean yang baru saja keluar dari kamar sang istri tercinta.
Leon yang masih ketakutan dengan Sean menyembunyikan tubuh kecilnya di belakang Beby.
Sean yang melihat wajah anaknya ketakutan mengangkat alisnya bingung. "Heh, bocah!" tunjuknya pada Leon. "Kenapa kau bersembunyi, ha ?" tanyanya.
"Kak Beby, Leon takut...." Leon memegang kuat kaki Beby.
__ADS_1
"Dia bersembunyi karena ia takut dengan anda, tuan," jawab Beby sarkas. "Sadar diri buka mata, anda terlalu bersikap kasar dengan anak kandung anda sendiri. Saya tahu anda sangat mencintai istri anda, tapi jangan lupakan anak anda. Istri anda juga pasti jika tahu kelakuan anda begini ke anaknya juga akan membenci anda."
Tangan Sean terkepal menatap kearah Beby, "berapa kali kubilang jangan menyebut istriku dengan mulut kotormu itu!" desisnya kesal. "Dan kau orang luar dari keluarga ini sebaiknya diam saja! Tugasmu hanya mengurusi Leon dan aku, tidak perlu ikut campur dengan masalah keluarga, apalagi anak dan istriku."
"Karena apa ? Ikatan darah akan selalu lebih kental daripada air." Beby memutar bola matanya malas mendengar omong kosong Leon.
"Darah lebih kental daripada air, tapi darah anda itu darah kotor tuan," jawab Beby, lalu ia berjongkok menghadap ke Leon. "Leon hari ini pilih mau diantar sekolah sama kak Beby atau sama Daddy ?"
"Sama kak Beby!" jawab Leon dengan cepat, hanya sepersekian detik setelah Beby mengajukan pertanyaan itu.
Beby tersenyum penuh kemenangan kearah Leon yang kini sudah dikuasi oleh amarah itu.
"Pintar sekali kau mencuci otak anakku."
"Ha," Beby menghela nafas panjang dan mengalihkan pandangannya kearah lain. "Sudah ayo sayang, lebih baik kita sarapan daripada berdebat dengan pria yang tidak bertanggungjawab yang biasanya cuma bers3tubuh tapi tidak bisa memberikan kasih sayang pada anaknya. Setelah janinnya lahir ia malah beranggapan tidak punya anak," sindir Beby.
Setelah mengatakan itu Beby langsung menuruni tangga tanpa memperdulikan Sean yang sudah sangat kesal.
"Wanita brengsek itu harus diberi pelajaran..." gumam Sean sebelum ikut menuruni tangga.
Otak cantiknya kini sudah mendapatkan ide untuk memberi Beby peringatan. "Lihat saja nanti kau." batin Sean mantap.
...o0o ...
MBAK BEBY MAKIN CANTIK...
AWAS BANG SEAN JATUH CINTA LOHH 😣🤣
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA