MENJADI PENGASUH CALON DUDA

MENJADI PENGASUH CALON DUDA
CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Duni hari, atau lebih tepatnya pukul 4 pagi. Seorang pria tengah terduduk di kursi kebesarannya dengan mata yang menatap pemandangan dari gedung dengan dinding yang transparan.


Kondisi jalanan itu terlihat sangat sepi, jarang ada kendaraan yang lewat di jalanan. Belum lagi matahari yang tidak menampakkan diri. Hingga membuat keadaan dini hari itu sangat gelap dan juga dingin.


Sang pria mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja kerjanya yang masih banyak beberapa lembar kertas dengan isi berharga milyaran rupiah, lalu ia tertawa kecil menyadari kebodohannya.


Istrinya telah dibunuh oleh adik kandungnya sendiri. Dan dirinya malah menuduh orang lain yang membunuh istrinya.


Sangat lucu bukan?


BRAKKK....


Pria itu, Sean tertawa kencang seraya menjambak rambutnya frustasi. "HAHAHAHAHA ARGGHHHHH......KENAPA KAU BODOH SEKALI SEAN!" teriak kencang sembari memukul meja kerjanya dengan keras.


Pria itu terlihat sangat mengerikan sekarang, dengan pakaian yang berantakan, lalu raut wajah yang menakutkan, dan jangan lupakan aura yang semakin mencekam membuat Sean benar-benar bak iblis sekarang.

__ADS_1


"Clara maafkan aku, ini semua salahku... Andai saja aku tahu jika adikmu itu ternyata adalah siluman ular, aku tidak akan mungkin membiarkannya untuk mendekatimu," ucap Sean penuh rasa penyesalan.


Tubuh pria itu bergetar hebat, bagaimana bisa ia selama ini mempercayakan istrinya kepada seorang iblis seperti Vania?


"ARGHHH!!!" Lagi-lagi Sean berteriak seperti orang gila, tidak ada yang bisa ia lakukan sekarang. Ini semua adalah kesalahannya, bahkan membunuh Vania saja tak cukup untuk membuat dirinya merasa tenang.


Tap...


Tap...


Tap....


Derap langkah kaki terdengar bak melodi menyeramkan di sepanjang ruangan gelap gulita milik Sean itu.


Sang asisten, Jacob, melangkahkan kakinya mendekati Sean yang terpuruk di kursi kebesarannya dengan membawa sebuah map yang pastinya nanti akan mengejutkan Sean.


Mendengar suara Jacob yang tak jauh darinya, Sean mengangkat kepalanya dan menatap Jacob sekilas.


"Bacakan!" titah Sean yang segera diangguki oleh Jacob.


Sekretarisnya itu segera membuka amplop berwarna coklat yang ia bawa dan mengeluarkan isinya.


Ada 3 buah lembar kertas disana, Jacob menghela nafas panjang sebelum mulai membaca biodata lengkap Vania itu.


"Naura Vania Javonca, lahir pada tanggal 22 Februari 2002, tahun ini berusia 20 tahun. Vania adalah anak kedua dari dua bersaudara di keluarga Javonca. Ayahnya bernama Pattinson Javonca dan Ibunya adalah Luna Javonca. Vania memiliki kakak bernama Clara. Faktanya adalah Vania bukanlah keluarga kandung dari keluarga Javonca. Vania merupakan anak dari seorang wanita malam di club ternama dengan identitas ayah yang tidak diketahui oleh ibu kandungnya."

__ADS_1


Mata Sean yang tadinya menutup, langsung terbuka lebar saat mengetahui Vania bukanlah adik kandung Clara. Ternyata memang benar wanita itu hanya parasit dalam kehidupannya.


"Saat usia 11 tahun, Vania diangkat anak oleh keluarga Javonca dengan maksud memberikan anak tunggal mereka, Clara, seorang adik. Karena sang istri tidak bisa hamil lagi." Jacob kembali bercerita.


"Saat sudah memasuki masa sekolah SMA, Vania selalu mengalami masalah. Ia bukanlah anak yang pintar dan berprestasi, tapi seorang gadis remaja yang urakan dan juga pembuat onar. Hingga membuat keluarga Javonca malu sendiri dibuatnya, dan puncaknya terjadi pada saat Vania memasuki kelas 2 SMA, wanita itu ketahuan berhubungan b4d4n di toilet dengan 4 orang siswa dan satu orang guru olahraga. Vania dan 5 pria itu langsung di keluarkan dari sekolah. Tidak hanya menanggung malu, kepala keluarga Javonca terkena serangan jantung hingga meninggal dunia saat mengetahui anak angkat mereka melakukan video p0rn0. Sedangkan sang istri mati bunuh diri setelah tahu suaminya meninggal, namun kematian beliau dinyatakan karena penyakit agar bisa menutup aib keluarga Javonca.." sambung Jacob yang menyudahi informasi Clara.


Ia meletakkan dokumen itu diatas meja agar bisa dibaca oleh Sean. "Data tersebut sudah dijamin valid tuan. Dan nyatanya Vania adalah seorang bintang p0rn0 yang melakukan stream di aplikasi B1g0."


Tangan Sean mengambil beberapa kertas yang ditaruh Jacob diatas meja kerjanya dan merobeknya dengan brutal.


"Kita ke mansion sekarang!" titah Sean dengan nada suara beratnya lalu segera melangkahkan pergi meninggalkan ruang kerjanya bersama dengan Jacob di belakangnya. "Segera cari ibu Vania, aku ingin sebelum matahari terbenam Ibu dari j4l4ng itu sudah berada di ruangan bawah tanah kita!"


Jacob menganggukkan kepalanya mengerti di belakang tubuh Sean. "Baik, tuan!"


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

__ADS_1


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2