
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Sementara Vania tengah memandikan Leon di kamar, kini Beby tengah mempersiapkan seragam sekolah bocah kecil itu.
Setelah selesai ia tak lupa memasukkan buku-buku pelajaran hari ini kedalam tas ransel Leon.
"Sudah semua," gumamnya.
Beby berjalan keluar dari kamar Leon menuju kamar Clara, hari ini secara resmi ia berpindah tugas dari Pengasuh Leon menjadi pengasuh Clara.
Dalam hati ia berdoa semoga semuanya akan baik-baik saja, mengingat wanita yang akan ia rawat adalah istri kesayangan dari seorang pengusaha sukses.
Ceklek....
"Pagi, nyonya Clara..." sapanya sembari menutup pintu kamar Clara kembali. Ia berjalan mendekati Clara yang sendirian di kamar dan kini tengah menatapnya. "Hari ini dan beberapa Minggu kedepan Beby yang akan merawat nyonya. Mohon kerja samanya ya...." ucap wanita itu.
Beby mengambil secarik kertas yang berada di atas nakas dan membacanya satu persatu. "Ok, agenda pertama itu mandi, lalu yang kedua makan pagi, dan latihan otot tulang." Ia menaruh kembali kertas itu di atas nakas.
Mata Beby kini menatap Clara, "saya ijin bukan bajunya ya, Nyonya..." Clara tak merespon, wanita lumpuh itu hanya diam menatap Beby yang kini melepas dres yang melekat di tubuhnya yang penuh kabel-kabel medis.
Perlahan Beby mengelap wajah Clara perlahan dengan lap yang dicemplungkan ke air hangat lalu turun ke leher dan dada wanita itu.
Beby terus mengajak Clara berbicara, meskipun ia tahu wanita itu tidak bisa membalas ucapannya.
Dengan telaten ia mengelap ketiak, lalu turun ke perut, hingga daerah sensitif Clara. Sama sekali tidak ada rasa jijik bagi Beby. Wanita itu sangat cekatan membersihkan tubuh istri tuannya itu.
Hingga ia sama sekali tidak sadar jika ada orang lain yang memperhatikannya dengan tertawa kecil di depan pintu yang terbuka sedikit.
"Astaga, ini rimbun sekali Mommy Clara, berapa lama gak cukuran ?" tanyanya lalu tergelak dengan ucapannya sendiri. "Aduh....hahahaha...."
"Apanya yang rimbun Beby ?" tanya Sean yang sedari tadi mengintip Beby yang tengah membersihkan tubuh istrinya.
Deg....
Sontak saja, setelah mendengar suara orang lain di ruangan ini Beby langsung menghentikan tawanya.
Jantungnya berdegup kencang, merasakan ada tangan yang melilit tubuhnya dari belakang. "Tu–tuan jangan bersikap begini di depan istri anda!" peringat Beby dengan nada gugup.
Sean melirik istrinya yang menatapnya kosong, lalu perlahan melepaskan pelukannya pada tubuh Beby setelah mengecup singkat leher belakang Beby.
Pria itu menjatuhkan tubuhnya di sebelah ranjang istrinya dan mengecup kening wanita itu lama. "Morning, sayang..." sapanya.
Beby mengalihkan pandangannya, merasakan sedikit rasa tak nyaman dari dalam hatinya setelah melihat keintiman Sean pada sang istri. "Hei! Sadarlah Beby! Mereka sudah menikah! Wajar sekali jika berc1uman!" batinnya.
__ADS_1
"Aku bertanya padamu, tapi tidak kau jawab!" gerutu Sean kembali pada Beby, pria itu menatap Beby tajam. "Apa yang rimbun ?" Sean mengulang pertanyaan beberapa hari yang lalu.
Beby menelan salivanya susah payah, dan berpura-pura fokus pada tubuh Clara. "Akhirnya selesai, sekarang pakai baju ya, Nyonya..." Ia langsung berlari kecil memasuki walk in closet untuk mengambil pakaian Clara.
Sean mengigit ujung lidahnya agar tidak tertawa, matanya melirik sedikit ke arah bagian sensitif istrinya, ternyata memang sangat rimbun... batinnya.
Tak berselang lama Beby kembali ke kamar dengan membawa pakaian dalam dan juga dress cantik untuk Clara.
Dengan di bantu oleh Sean, Beby segera memakaikan wanita itu pakaian, atau jika terlalu lama tubuh Clara akan kemasukan angin jahat.
"Nah selesai juga..." gumam Beby merasa puas dengan dress cantik pilihannya.
Sementara Sean sudah mengecupi wajah istrinya beberapa kali karena merasa gemas. "Kamu selalu cantik sayang, tidak pernah sekalipun tidak cantik," pujinya.
Tok....tok...tok...
"Permisi, tuan. Saya membawa makanan untuk Nyonya Clara..." ucap seorang maid dari luar kamar Clara.
"Masuk!"
Ceklek...
Pintu kamar Clara di buka, masuklah seorang maid yang membawa makan untuk Clara di atas nampan dan ditaruhnya ke atas nakas.
"Oat yang dihaluskan dengan pisang, strawberry, bluberi dan diberi beberapa sendok madu, tuan," jawab maid itu saat tatapan mata Sean menatap tubuhnya tajam.
Sean menganggukkan kepalanya, "kalo sampai terjadi sesuatu yang buruk pada istriku, habis kau! Pergi!" ancamnya dan maid itu segera keluar dari kamar Clara.
"Waktunya makan ya, Nyonya..." Beby menyendokkan sedikit bubur buah itu lalu diarahkannya perlahan ke mulut Clara. "Buka mulut, buka mulut sedikit Nyonya..."
Tak ada respon, wanita itu masih menatap suaminya dengan tatapan kosong. Hingga membuat tangan Beby yang menjulur kedepan terasa kebas.
"Dia tidak bisa membuka mulut, sel ototnya masih belum bisa berfungsi dengan baik, Beby! Masukan saja sendoknya perlahan!" titah Sean yang diangguki oleh Beby.
Perlahan tapi pasti sendok itu masuk ke dalam mulut Clara, dan wanita itu dengan cepat menelan semua makannya yang membuat Beby bersorak senang.
"Ya, seperti itu Nyonya! Anda hebat!" pujinya, lalu mata Beby beralih menatap Sean. "Sepertinya semangat hidup Nyonya Clara semakin besar ya, tuan..."
Sean tersenyum lebar melihat Clara yang beberapa kali menelan makanannya dengan cepat. Pria itu mengecup lama b1b1r istrinya. "Iya begitu sayang, makan yang banyak dan sebentar lagi kamu akan sembuh..."
Tok...tok...tok....
Ceklek.....
"Mommy!!" Leon dan Vania bersamaan memasuki kamar Clara dengan Leon yang sudah memakai seragam sekolahnya lengkap dan Vania menenteng tas sekolah bocah itu.
"Leon mau berangkat ya sayang, ayo salim sama Mommy dulu.." suruh Beby yang langsung di lakukan oleh Leon.
Sementara Leon sibuk dengan ibunya, Vania melipir ke Sean dengan cepat. "Kak Sean tidak berangkat bekerja ?" tanyanya.
"Sebentar lagi."
__ADS_1
"Mau bareng aku sama Leon gak kak ? Aku tahu pasti kamu gak pernah antar Leon ke sekolah deh! Ayo sekali-kali antar Leon sama aku!"
"Tidak! Aku berangkat dengan mobilku sendiri," jawab Sean cepat.
Mendapat jawaban yang ketus, sama sekali tak melunturkan senyum cerahnya. "Sekali saja kak, ayo seka–"
"Leon, cepat berangkat sekolah!" titah Sean yang memotong ucapan Vania.
Bocah itu langsung menganggukkan kepalanya dan turun dari atas ranjang dengan dibantu oleh Beby dan langsung menghampiri Vania.
"Ayo, aunty!" Vania menganggukkan kepalanya dam tersenyum kecut, setelah berpamitan dengan Sean ia segera keluar kamar untuk mengantarkan Leon ke sekolah.
Sementara Beby kembali melanjutkan menyuapi Clara dengan bubur.
"Sayang, aku berangkat. See you again, my love," pamitnya mencium kening istrinya singkat.
Tanpa pamit kepada Beby, Sean langsung saja pergi keluar dari kamar meninggalkan kedua orang wanita itu yang menatap punggungnya hingga tak terlihat lagi.
Beby tersenyum kecut, benar kata Dominic ternyata dirinya hanya dianggap sebagai pemuas saja. Sama sekali Sean tak memperdulikan kehadirannya....
"Suapan terakhir ayo aaahkh Nyonya!" Beby membuka mulutnya lebar sembari mengarahkan suapan sendok itu ke mulut Clara yang terbuka sedikit.
Ceklek...
Pintu kamar Clara lagi-lagi terbuka, Beby melirik singkat kearah maid yang datang tiba-tiba lalu kembali menatap Clara.
"Yeay habis.... Nyonya memang yang terbaik!" puji Beby.
"Non Beby, ini ramuannya," maid itu menyodorkan segelas air berwarna hitam pekat kearahnya, yang langsung diterima oleh Beby. "Kata non Vania harus sampai habis minumnya," sambungnya yang diangguki langsung oleh Beby.
"Ayo minum obat herbalnya, Nya.." Beby memajukan gelas itu ke depan mulut Clara, namun wanita itu sama sekali tak membuka mulutnya.
Clara menutup rapat mulutnya seolah-olah tak ingin meminum ramuan dari Vania itu.
"Kenapa Nyonya? Ayo obatnya diminum biar cepat sembuh," ucap Beby dengan lembut, namun Clara semakin merapatkan mulutnya.
Dengan samar wanita itu menggelengkan kepalanya, sudut mata Clara tiba-tiba mengeluarkan air mata dengan raut wajah dan tatapan mata yang kosong. "T–t–tol–ong..."
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
__ADS_1