MENJADI PENGASUH CALON DUDA

MENJADI PENGASUH CALON DUDA
CHAPTER 68 - BERTEMU


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Beby kini tengah menggendong anaknya dengan membawa sebuah tas ransel berisikan baju dan mainan Lily.


Ia berjalan keluar dari lift saat lift itu sudah membawanya menuju lantai dasar gedung Apartemennya.


Ia berjalan terus menuju parkiran, tempat dimana Dominic memarkirkan mobil mereka. Beruntung pria itu memberikannya mobil priadi, jadi ia bisa kemana-mana sendiri tanpa harus menaiki kendaraan umum.


"Lily duduk di sini sendiri ya, Mami kan harus nyetir jadi duduknya di depan..." beritahu Beby singkat seraya memakaikan anaknya sabuk pengaman. Beby mendudukkan anaknya di kursi tepat dibelakang supir.


Lily menganggukkan kepalanya kecil, ia menikmati cokelat di tangannya dengan nikmat.


Setelah selesai memasangkan anaknya sabuk pengaman, Beby segera menutup pintu dan memasukkan dirinya ke kursi mengemudi.


Tanpa ba-bi-bu lagi ia langsung menghidupkan mesin mobil dan melajukan mobil itu menuju mansion orangtuanya untuk menitipkan Lily.


Keadaan dalam mobil begitu ramai karena suara Lily yang menyanyikan lagu anak-anak yang terdengar di radio mobil.


"~Baby shark....do...do... do... do....~"


"~Baby shark....do...do... do... do....~"


"~Baby shark....do...do... do... do....~"


Beby tertawa kecil melihat tingkah lucu sang anak, memang benar ya kata orang jika anak adalah rezeki dari Tuhan. Buktinya hanya dengan tingkah kecil Lily, Beby bisa tertawa singkat ditengah stresnya melawan hidup.


Sungguh Beby sangat bersyukur memiliki Lily dihidupnya.


Hingga beberapa menit kemudian, mobil Beby berbelok memasuki kawasan mansionnya. Dilihatnya pagar mansionnya yang masih dalam proses perbaikan.


Namun saat ia akan melajukan mobilnya lagi kedalam ada seorang satpam yang mencegatnya.


Satpam itu mengetuk kaca pintu Beby pelan, "Tok...tok...." Dan Beby segera membuka kaca mobilnya. Melihat wajah nonanya, seketika satpam itu menundukkan kepalanya sungkan. "Eh non Beby, maaf non saya kira orang iseng kayak tadi pagi," ucapnya sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Beby tersenyum singkat lalu menganggukkan kepalanya. "Gak pa-pa kok, bapak pasti juga trauma sama kejadian tadi pagi," jawab Beby yang dibenarkan oleh satpam itu.


"Kalo gitu, Beby boleh masuk sekarang kan, pak ?" tanyanya yang segera diangguki oleh sang satpam.


"Silahkan non...."


Beby menutup kaca mobilnya lagi dan segera memarkirkan mobilnya acak di depan pintu mansionnya.


Ia segera keluar mobil dan menggendong anaknya untuk ikut masuk ke mansion bersamaan.


Ceklek....


Pandangan pertama yang Beby lihat saat memasuki mansion itu adalah semua maid yang sibuk membereskan mansion.


"Mungkin sebelum ia datang kemari keadaan mansion benar-benar sangat kacau..." batin Beby sedih. Lagi-lagi karena dirinya semua orang harus menderita.


"Ah non Beby datang ?" tanya seorang maid yang menyadari kehadirannya.


Mendengar ucapan maid itu kini seluruh maid yang tengah sibuk membersihkan mansion, langsung mengalihkan perhatiannya mereka dan menunduk hormat kearahnya.

__ADS_1


Beby tersenyum kikuk lalu menganggukkan kepalanya. "Iya, Omanya Lily dimana ya ?"


"Nyonya ada di kamar, non.."


Kepala Beby mengangguk mengerti, ia segera menaiki tangga saat sudah berpamitan pada maid itu.


Tok...tok...tok...


Beby mengetuk pintu kamar ibunya berlahan, "OMAAA! NIH LILY DATENG!!" teriak anak Beby dengan sangat semangat. Beby lagi-lagi dibuat tertawa kecil dengan tingkah ajaib sang anak.


Ceklek....


Risna segera membuka pintu kamarnya dan ia buat terkejut dengan kehadiran anak dan cucunya. Satu tangannya bergerak untuk menutupi mulutnya yang terbuka lebar.


"Beby! Kamu ngapain kesini? Pakai ajak Lily segala lagi! Memang Ayahmu gak telfon soal anak buah Se–" ucapan Risna terpotong saat Beby dengan sengaja memberikan Lily kepada gendongannya.


Beby juga menurunkan tas ia gendong dipunggung ke samping pintu kamar ibunya itu. "Aku titip Lily, sebentar. Aku harus pergi ke suatu tempat. Aku akan kembali secepat mungkin. Dan jangan katakan pada ayah atau Dominic, karena ini rahasia!" kata Beby dengan cepat.


Cup...


Ia memberikan kecupan pada pipi kira wanita setengah paruh baya yang masih diam mematung mendengar permohonan Beby. "Aku pergi!" pamitnya lalu segera berlari kecil menuruni tangga.


"KEMBALI SEBELUM AYAYMU PULANG BEKERJA!" teriak Risna dengan keras yang segera diangguki oleh Beby.


Wanita itu segera keluar untuk menaiki mobilnya dan berjalan menuju mansion tempat mantan calon anak majikannya.


"Leon, kak Beby ingin melihat Leon walau hanya sebentar...." batinnya.


...o0o ...


Empat puluh menit mengendarai mobilnya, akhirnya Beby sampai ke area mansion milik Sean.


Dengan perasaan yang was-was ia melakukan mobilnya dengan sangat lambat dijalanan itu. Matanya yang berhenti bergerak ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada Sean atau anak buah pria itu yang mengenalinya.


Dada Beby berdetak hebat, ia sungguh takut akan ditanggap oleh Sean. "Tidak Beby! Ayo kamu pasti bisa! Hanya menemui Leon sebentar lalu pulang! Pastikan jika anak itu baik-baik saja! Daripada kamu kepikiran terus..."


batinnya.


Kepala Beby mengangguk kepala, menyetujui apa yang ada didalam hatinya. Baru saja akan membuka pintu mobil, seorang satpam tiba-tiba datang menghampirinya.


Beby sangat hafal wajah satpam itu, tenyata setelah enam tahun Sean tidak mengganti para pekerjanya. Tapi beruntung Beby sudah memakai baju penyamaran, wanita itu memakai scarf, kacamata dan juga masker wajah hingga wajahnya tak bisa dilihat.



Tok..tok...


Satpam itu mengetuk kaca mobil Beby, dan Beby segera menurunkan kaca mobilnya. "Cari siapa ?" tanyanya dengan nada suara tegas.


Beny tertawa kecil dan tersenyum dibalik maskernya. "Perkenalkan saya gurunya Leon," tangan Beby terulur untuk bersalaman dengan satpam itu.


"Oh gurunya Leon," balas satpam sembari melepas uluran tangan mereka. "Ada apa ya, Bu ?"


"Gini pak, ini kok Leon gak sekolah yah ? Dia sakit atau bagaimana ?" tanya Beby, dalam hati wanita itu berdoa agar Leon benar-benar tidak masuk sekolah. Kalau sampai masuk sekolah bisa gawat urusannya.


Kepala satpam itu menganggukkan kepalanya singkat. "Benar, Bu. Leon sedang sakit dan tidak bisa pergi ke sekolah selama beberapa bulan. Apa tuan Sean belum memberitahu keadaan Leon ?"


Secara reflek kepala Beby menggeleng, "sakit apa dia ? Di rawat di rumah sakit mana ? boleh saya minta alamat rumah sakitnya ?" tanya Beby dengan nada yang ketara sekali jika saat ini wanita itu tengah sangat cemas.


Dengan cepat satpam itu menganggukkan kepalanya, "untung kemarin saya yang bawa baju dan mainan tuan Leon di rumah sakit jadi saya tahu rumah sakitnya. Sebentar ya Bu...." ucap sang satpam lalu memasuki kembali pos satpamnya yang berada di belakang pagar.


Beberapa saat kemudian satpam itu kembali datang kearah Beby dengan secarik kertas. "Ini Bu, alamat rumah sakit Leon dan juga ada nomor kamarnya..."

__ADS_1


Dengan cepat Beby menerima kertas itu dan berkali-kali mengucapkan terima kasih pada satpam itu.


Tak ingin menunggu lama, Beby segera menjalankan mobilnya menuju alamat yang diberikan oleh satpam tadi.


Matanya menatap secara bergantian GPS dan jalan raya untuk menyamakan tempatnya agar tidak keliru.


Hingga beberapa menit kemudian mobil yang ditumpangi oleh Beby berbelok memasuki area rumah sakit yang ditunjukkan oleh satpam tadi.


Saat sudah memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit. Beby segera keluar untuk memasuki rumah sakit.


Namun saat akan memasuki rumah sakit untuk melihat keadaan Leon. Ia baru sadar dengan sesuatu yang aneh, matanya tak berkedip melihat nama rumah sakit yang terpampang dengan jelas di depannya.


"Rumah Sakit ketergantungan n4rk0tika... ?" gumam Beby tak percaya.


Ia mengucek matanya berkali-kali, berharap ia salah membaca dan tulisannya didepannya itu berubah.


"Ah tidak, ini tidak mungkin! Leon tidak mungkin menjadi p3c4ndu..." gumamnya tak terima.


"Satpam ini pasti tengah membodohi ku!" sambungnya lagi.


"Leon tidak mungkin menjadi seorang p3c4ndu!" ucapnya berkali-kali, berusaha mengelak kebenaran yang ada di depannya. "Lebih baik aku kembali dan menanyakan kebenarannya pada satpam itu!"


...o0o ...


Sean sudah membelikan makanan yang diminta Leon untuk makan siang. Remaja itu sejam yang lalu meminta pada Sean untuk dibawakan makanan saat makan siang nanti.


Dan di sinilah Sean sekarang, sedang mengendarai mobilnya menuju rumah sakit tempat anaknya berada.


Tiga puluh menit berkendara, akhirnya mobil Sean berbelok pada gerbang rumah sakit. Pria itu segera memarkirkan mobilnya ke parkiran VVIP dan mengambil makanan yang ada dibangku belakang untuk ia bawa ke kamar inap anaknya.


Saat ia akan memasuki rumah sakit, matanya dengan jeli memerhatikan seorang wanita menggunakan pakaian serba merah, dengan kaca mata, masker serta penutup kepala yang terlihat sangat nyentrik.


Entah mengapa tiba-tiba jantungnya berdegup sangat kencang. Tapi ia berusaha tidak memperdulikan degupan jantungnya.


Saat ia akan melewati wanita itu, debaran jantungnya semakin menggila. Tubuh Sean berhenti tepat dua langka di hadapan wanita itu.


"Ini parfum milik Beby...." batin Sean mantap. Mata pria itu bergetar, ia membalikkan badan untuk menatap intens wanita itu.


"Leon tidak mungkin menjadi seorang p3c4ndu!" ucapnya berkali-kali, berusaha mengelak kebenaran yang ada di depannya. "Lebih baik aku kembali dan menanyakan kebenarannya pada satpam itu!" gumam wanita itu yang membuat Sean yakin jika wanita yang tidak memperlihatkan wajahnya itu adalah Beby.


Suara mereka sama persis, dan wanita itu menyebut-nyebut nama Leon. Leon anaknya! Berarti benar, ini adalah Beby...


"Ah sudahlah, aku pulang saja. Leon tidak mungkin di sini," ucap wanita itu yang masih memerhatikan nama rumah sakit yang berada di samping.


Saat wanita itu akan berbalik untuk pergi, dengan cepat Sean menahan lengan wanita itu hingga gerakan wanita itu yang ingin berbalik menjadi terhenti.


"BEBY! KAMU BEBY KAN ????"


Saat wanita berbalik ia dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang sangat ia kenal. Sean, telah menemukan keberadaannya...


"BEBY ? IYA BEBY ???" tanya Sean lagi dan Beby hanya bisa mematung dibuatnya.


...o0o ...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

__ADS_1


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2