
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
"Silahkan masuk nona, saya akan kembali ke lantai bawah," ucap resepsionis itu sebelum melangkah pergi meninggalkan Beby tepat di depan ruang meeting yang dijaga oleh dua bodyguard yang kini terbuka lebar untuknya.
Kepala Beby mengangguk kecil, ia melangkahkan kakinya menuju Sean yang kini menatapnya tajam.
"Tuan, ini lap–"
"Lama!" desisnya kesal, memotong ucapan Beby.
Beby mengerucutkan bibirnya kesal, saat ia akan berbalik untuk pulang tangannya di cekal oleh Sean. "Tunggu di sini saja, sebentar lagi aku juga akan pulang setelah meeting ini. Kita pulang bersama," beritahu Sean.
"Baiklah," jawab Beby, matanya melirik sekeliling melihat adakah kursi kosong yang bisa ia pakai untuk duduk.
Senyum kecil diwajahnya terbit melihat ada dua bangku kosong diujung meja. Ia melangkahkan kakinya menuju sudut ruangan itu untuk duduk di sana setelah berpamitan pada Sean dan Jacob.
Ia menatap kedepan, melihat bagaimana wibawanya Sean yang kini tengah menjelaskan mengenai ide-ide rapat. Tanpa sadar Beby mengelus perutnya, "semoga nanti kamu bisa sesukses Daddy-mu ya sayang..." harap Beby pada sang anak.
Karena bosan, Beby memilih untuk bermain ponsel sembari menunggu Sean yang sibuk di depan.
Hingga ia sama sekali tidak sadar jika dua orang yang tadi ia temui di meja resepsionis kini sudah berjalan masuk ke ruang rapat dan berjalan menuju kursi yang sedang ia duduki itu.
Dominic tersenyum miring, melihat mangsa nya yang duduk di kursi sekretarisnya. Perlahan ia berjalan kearah wanita itu dan berdiri tepat di belakangnya.
__ADS_1
"Astaga, dia duduk di kursi ku!" gerutu sekretaris Dominic kesal. Baru saja sang sekretaris ingin mengusir wanita itu tapi dengan cepat Dominic menepis tangan sekretarisnya yang akan mengguncang bahu wanita itu.
Ia melirik tajam sekretarisnya lalu duduk disamping sang wanita yang saat ini tengah sibuk bermain ponselnya.
"Tadi di bawah kau bilang asisten Mr. Alejandro dirumah, tapi kenapa sekarang ikut rapat juga?" tanya basa-basi.
Mendengar itu sang wanita mengalihkan perhatiannya dari ponsel kepada pria yang menyapanya di samping kursinya. "Ah, aku tidak ikut rapat tuan, hanya menunggu tuan Sean selesai rapat untuk pulang bersama."
Alis Dominic terangkan sebelah, bingung dengan ucapan wanita di sebelahnya. "Ini masih pukul 11 siang. Tidak mungkin CEO dari perusahaan besar ini akan pulang secepat itu."
"Sudah beberapa hari ini memang tuan Sean memang selalu bekerja setengah hari. Karena nyonya sedang dirawat intensif di mansion. Jadi tuan Sean selalu menemani perkembangan istrinya," jawab wanita itu lagi yang membuat Dominic paham seketika.
"Aku baru tahu jika Mr. Alejandro sudah memiliki istri," gumamnya tanpa sadar, lalu mata Dominic menatap wanita di sampingnya itu lagi. "Ah, perkenalkan aku Dominic. Rekan bisnis Mr. Alejandro!"
Ia mengangkat tangan kanannya di depan dada wanita itu dan disambut uluran tangan juga. "Saya Beby tuan, pengasuh anak tuan Sean," jawab Beby memperkenalkan diri dengan senyum tulus.
Dominic segera melepaskan pegangan tangan itu saat merasakan ada aliran listrik yang menyengat tangannya yang kini merambat ke jantung hingga membuat organ dalam itu berdegup dengan sangat cepat.
Ia mengalihkan pandangannya kearah lain untuk mengatur nafasnya, sementara Beby yang melihat tingkah aneh Dominic mengerutkan dahinya bingung. "Ada apa tuan Dominic?" tanyanya.
"Ibu saya dari Indonesia, sedangkan Ayah saya berasal dari Itali. Dia seorang pengusaha juga, sama seperti tuan Dominic."
"Jika memang Ayahmu seorang pengusaha, kenapa kamu harus bekerja menjadi pengasuh? Tidak mungkin kan kalau ka––"
"Ekhem!" ucapan Dominic terhenti setelah mendengar deheman yang cukup kerasa dari arah depan.
Ia mengalihkan pandangannya ke sumber suara, di sana ada Sean yang kini menatapnya dengan tajam.
"Mr. Ragues jika memang wanita di sebelah anda lebih menarik dari perbincangan saya di depan. Anda bisa lanjut mengobrol di ruangan lain, biar saya sediakan jika memang tuan Ragues ingin," ucap Sean dengan sarkas.
Tangan Sean terkepal kuat setelah melihat Beby yang akrab dengan pria lain selain dirinya. Kedua orang itu sangat amat menganggu konsentrasinya dalam bekerja.
__ADS_1
Apalagi saat melihat tatapan memuja Dominic pada Beby, rasanya Sean ingin mematahkan tulang leher pria itu sesegera mungkin. Tidak tahu kan Dominic jika wanita itu sudah bekas Sean ? Jika pria itu tahu Beby adalah wanita bekasnya sudah pasti pria itu tak akan sudi mendekati Beby lagi.
"Maafkan saya tuan Sean, kamu hanya mengobrol kecil. Maaf jika membuat anda cemburu, saya sungguh tidak tahu jika wanita ini adalah milik anda," jawab Dominic dengan raut wajah yang menyesal.
Sean tersenyum miring, ia melirik Dominic dan Beby yang kini menundukkan kepalanya secara bergantian. "Dia bukan milikku, dan aku tidak mungkin cemburu dengan wanita itu, dia bagiku hanya seorang pengasuh. Saya sudah memiliki istri, Mr. Ragues," ucapnya dengan nada tegas tak terbantahkan.
Dominic menganggukkan kepalanya, disertai senyum seringai. "Baguslah kalau begitu, mungkin saya bisa mendekati dia."
Rahang Sean mengeras, urat-urat dilehernya tercetak jelas mendengar ucapan pengusaha muda itu.
"Saya rasa meeting hari ini kita sudahi sampai di sini saja. Terima kasih pada kalian semua yang sudah hadir. Saya permisi," titahnya, tak berselang lama para pengusaha itu mulai membubarkan dirinya dan keluar dari ruang meeting Sean.
Terkecuali Dominic yang masih berbincang kecil dengan Beby.
Tangan Sean terkepal erat, ia berdiri dari duduknya bersama dengan Jacob berhala menuju Beby.
Tanpa aba-aba, ia segera menarik tangan Beby dengan kasar untuk keluar dari ruangan rapat itu.
"Semoga kita bisa bertemu lagi, Beby," teriak Dominic sebelum tubuh Sean dan Beby menghilang dari ruangan ini.
Kini diruangan itu hanya tersisa dirinya dan juga sang asisten. Dominic menyenderkan tubuhnya ke punggung kursinya dengan senyum miring yang tercetak jelas, dirabanya dadanya yang masih berdegup kencang. "Sial, aku tertarik padanya!"
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
__ADS_1
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA