
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
"Ayo makan yang banyak, Leon. Jangan sampai Daddymu curiga dengan keadaan, mu!" titah Vania seraya menuangkan dua centong nasi kedalam piring remaja 12 tahun itu.
Tak lupa Vania juga memberikan sayur dan beberapa lauk untuk Leon. Baru menggunakan obat beberapa hari saja, tapi berat badan Leon sudah menurun dengan sangat drastis.
Itu membuat Vania sangat cemas, iya takut Sean aku mencurigainya. Maka dari itu Vania selalu memberikan Leon makanan berlemak untuk membuat berat badannya kembali.
Tapi anehnya, bukan malah naik berat badan Leon malah terus menurun. Apa Vania terlalu banyak memberikan dosis h3roin pada Leon ? Iya sepertinya karena itu.
Vania memberikan Leon h3roin (serbuk g4nj4) sebanyak 2 kali sehari. Setelah sepulang sekolah dan malam hari sebelum remaja itu tidur. Bukan karena apa Vania memberikan remaja itu banyak obat, tapi Leon sendiri yang memohon hingga menangis. Jadilah Vania beri sedikit, tak sampai membuat bocah itu mati overdosis.
"Itu daging ayamnya makan semua. Jangan di sisain!" perintah Vania sebelum berjalan memutari meja untuk kembali duduk di kursi makannya.
Mendengar itu Leon menganggukkan kepalanya mengerti, dengan mata sayunya ia menatap Vania dengan tatapan memohon. "Aku makan semua, tapi nanti kasih Leon ya, aunty ?"
Vania mendengus lalu menganggukkan kepalanya singkat. "Baiklah, akan aunty berikan. Tapi jangan lupa, minta Daddy mu untuk segera menikahi aunty!"
Lagi-lagi Leon menganggukkan kepalanya bak robot. "Aku akan menuruti segala kemauan, aunty!" jawabnya dengan cepat.
Dengan senyum miring, Vania menganggukkan kepalanya. Kesayangan Leon sudah berhasil ia cuci otaknya, sebentar lagi Sean sudah jelas akan menikahinya!
Tap...
Tap...
Tap...
Terdengar suara derap langkah menggema di mansion yang berjalan menuju ruang makan. Vania hafal suara sepatu ini! Ini adalah sepatu milik Sean.
Wanita cantik itu segera merapikan pakaiannya dan tak lupa rambutnya sengaja ia selipkan ke telinga agar terlihat manis di hadapan Sean.
"Leon, makan makanannya dengan rakus! Agar Daddy yakin jika aunty Vania benar-benar merawat mu dengan baik!" bisiknya dengan tajam kepada Leon.
Dengan patuh, Leon memasukkan beberapa sendok berisi nasi penuh kedalam mulutnya hingga menggembung dan mengunyahnya dengan pelan.
Mata Vania berbinar melihat Sean yang muncul bersama Jacob di pintu emas ruang makan ini. Baru saja ia ingi berdiri mendekati Sean tapi pria itu sudah meneriaki namanya dengan kencang.
"VANIAAAA!!! MATI KAU SIALANN!!" teriak Sean nyaring, pria itu langsung berlari kecil untuk mendekati Vania dan mencekram kuat pergelangan tangan wanita itu dengan sangat erat agar tidak kabur.
__ADS_1
Mata Vania membulat terkejut mendengar Sean dengan penuh emosi meneriaki namanya. Belum sadar dari keterkejutannya kini pria yang meneriaki namanya itu sudah berlari menghampirinya dan memegang tangannya dengan erat. Hingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.
Leon yang melihat itu juga sama terkejutnya, ia segera mengunyah makanannya dengan cepat dan meminum air putih segera.
"WANITA BRENGSEK! ANAK P3L4CUR! ANAK BUANGAN! BERANI-BERANINYA KAU MEMBUNUH ISTRIKU, HAH!!!!!"
Cuih....
Sean meludah tepat didepan wajah Vania, kini wajah wanita itu penuh dengan liur Sean.
"BAHKAN WAJAHMU SAMA HINANYA DENGAN KOTORAN HEWAN, WANITA BRENGSEK!!"
BRAKK....
Melihat Vania di teriaki oleh Daddynya, Leon merasa tak terima. Ia mendorong kursi makannya kebelakang lalu berdiri dari duduknya.
"Daddy! apa yang kau lakukan pada aunty! Jangan sakiti aunty seperti itu! Atau aku juga akan meludahi wajah Daddy sekarang!" kecamnya.
Mata Sean langsung membulat terkejut mendengar ucapan sang anak. Anaknya yang lugu dan polos berkata ingin meludahinya ?
Sialan! Mata Sean kembali menatap penuh amarah ke Vania yang masih diam tak berkutik. "KAU APAKAN ANAKKU YANG POLOS, L0NT3 SIALANNNN!!!"
PLAK....
Sean menampar kuat-kuat pipi Vania hingga tersungkur kelantai. Hidung wanita cantik itu mengeluarkan darah akibat tamparan Sean yang begitu keras.
"Lepaskan aku sekretaris brengsek! Kau hanya bawahan Daddy! Jaga sikapmu padaku!" maki Leon yang membuay Sean menggelengkan kepalanya heran.
Namun Jacob sama sekali tidak melakukan perintah anak tuannya itu. Ia malah semakin mengeratkan pegangan tangannya pada kedua lengan Leon, memaksakan remaja 12 tahun itu untuk kembali duduk.
"Kau sudah berani meracuni otak anakku, wanita sialan!" desis Sean tajam kepada Vania yang masih menunduk seraya menangis dilantai. "Kau kemana kan anakku yang lugu, Vaniaa......." Sean terlihat begitu sedih dengan ucapan Leon yang kurang ajar.
Mata Sean menatap Leon dalam, "dengarkan Daddy mu, nak. Dia ini," tangan Sean menunjuk Vania lantang. "Telah membunuh Mommy mu. Dia memberikan racun pada Mommy!" beritahu Sean yang dijawab gelengan oleh Leon.
"Tidak, brengsek! Beby yang membunuh Mommy. Aunty Clara sama sekali tidak bersalah!"
Dada Sean bergerak naik turun karena emosinya yang sudah diubun-ubun. Ia bergerak mendekati anaknya dengan mata yang tajam.
"Dengan sebutan apa kau memanggil Daddy ?"
"BRENGSEK! KAU BRENG––"
PLAKK....
Sean menampar pipi Leon dengan sangat keras, lalu ia beralih menatap Jacob. "Bawa anak ini ke kamarnya, pukul belakang lehernya dengan keras hingga pingsan!" titahnya yang segera diangguki oleh Jacob.
Dengan susah payah, Jacob membawa tubuh Leon yang memberontak untuk menaiki tangga.
__ADS_1
"MATI SAJA KAU DADDY BRENGSEK! AUNTY VANIA SAMA SEKALI TIDAK BERSALAH! INI SEMUA GARA-GARA BEBY!!!!!" teriak Leon nyaring sebelum di bawa masuk ke kamar oleh Jacob.
Sean yang mendengar itu semakin dibuat emosi, ia mengangkat kerah baju yang digunakan Vania dengan kasar hingga wanita itu bangkit dari duduknya.
"KAU BUNUH ISTRIKU DAN HANCURKAN ANAKKU!!?! BRENGSEK KAU VANIA!!!" teriak Sean tepat diwajah wanita itu.
"A–apa yang kak Sean katakan ? Kak Sean sudah dihasut oleh Jacob. A–aku sama sekali tidak membunuh kakaku sendiri....hiks...hiks.... Kak Sean tahu kan kalo Jacob sama sekali tidak menyukaiku, itulah sebabnya dia memfitnahku...hiks.... Bagaimana bisa aku membunuh kakakku...hiks..."
"KARENA KAU BUKAN ADIK KANDUNG CLARA! KAU ANAK DARI SEORANG J4L4NG!" jawab Sean cepat hingga membuat Vania membelalak matanya kaget.
"BODYGUARD!! BODYGUARD!!!" teriak Sean memanggil para pengawalnya.
Tak berselang lama beberapa pria berkepala plentos langsung memasuki ruang makan dengan tergesa-gesa.
"Bawa wanita ini ke ruangan ****eksekusi****!" titah Sean sembari mendorong Vania ke lantai.
Para pengawal Sean menganggukkan kepalanya mengerti dan segera menyeret Vania keluar dari ruang makan.
"TIDAK KAK....HIKS...AMPUN... AMPUN....AKU TIDAK SALAH!!! INI SEMUA HANYA FITNAHH!!!" teriakan itu berulangkali Sean dengar sebelum Vania dibawa pergi keluar dari mansion.
Kini di ruangan makan hanya tersisa Sean seorang diri. Pria itu duduk di salah satu kursi di meja makan dengan tatapan mata yang kosong. Air mata tak henti-hentinya keluar dari sudut matanya.
Kepergian Clara dan juga Beby adalah penyesalan dan kesedihan yang luar biasa menyakitkan dalam hidup Sean.
Bagaimana bisa ia memberikan Clara pergi secepat itu ? Bagaimana bisa ia menuduh Beby hingga mengusir wanita yang sedang hamil anaknya hanya karena hasutan seorang ular ?
Mereka berdua adalah wanita yang baik, tulus, dan penyabar dalam hidup Sean. Tanpa sadar memang Sean sudah mencintai Beby, hanya ego pria itu terlalu besar untuk mengakuinya.
Sean Alejandro, ingin memutar lagi waktu agar bisa kembali ke kehidupannya yang terdahulu. Bersama dengan Beby dan juga Leon, ia juga akan merelakan kepergian Clara dengan ikhlas.
Tapi, apakah Beby masih mau menerimanya ? Masih mau menerima keadaan keluarganya yang kacau begini.
"AAARGHHH!!!" teriak Sean kembali sembari menjambak rambutnya frustasi. "Kamu dimana, Beby...."
...o0o...
JANGAN LUPA GIFTNYA BUAT RATU DONG KAK, BIAR MAKIN SEMANGAT NGETIK 🥺
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA