MENJADI PENGASUH CALON DUDA

MENJADI PENGASUH CALON DUDA
CHAPTER 29 - BANGUNLAH...


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Nafas Beby memburu melihat mayat hidup yang nampak begitu cantik namun dengan wajah pucat yang terbaring di atas ranjang. Belum lagi banyak sekali kabel-kabel yang menghiasi tubuh wanita itu yang membuat Beby semakin ketakutan.


Dan puncaknya adalah wajah dari wanita yang berbujur di ranjang itu benar-benar begitu mirip dengannya. Sangat mirip bahkan. Dia dan wanita yang nampak sakit itu hanya berbeda di warna rambut, warna kulit, dan bentuk tubuh.


Jika Beby memiliki rambut yang berwarna hitam legam, maka beda dengan wanita itu yang memiliki rambut berwarna coklat terang. Dan warna kulit wanita itu nampak pucat seperti orang meninggal, berbeda dengan Beby yang memiliki kulit putih susu dan badan yang ideal.


"Ke–kenapa sangat mirip Tuhan ? Tidak mungkin kah kalo dia saudara kembarku ?" gumamnya bingung.


Beby berjalan mendekat kearah ranjang untuk memegang wajah wanita itu. "Astaga sangat dingin," ucapnya sembari menarik tangannya kembali dari wajah wanita yang ia yakini adalah istri dari Sean.


Sementara Beby masih kebingungan dengan wajahnya yang begitu mirip dengan istri Sean. Sepasang ayah dan anak sudah selesai melakukan makan malam bersama untuk yang pertama kalinya.


Sang supir segera membukakan pintu untuk tuannya. Sean keluar pertama lalu di susul anaknya yang nampak kesusahan menuruni mobil Alphard Sean.


"Sial! Kenapa kau lama sekali ?" umpat Sean saat menyadari anaknya tidak ada di belakangnya.


Ia berjalan kembali ke belakang dan mengangkat kera baju belakang Leon yang nampak seperti anak kucing yang digendong ibunya.


"Lama sekali jalanmu!"


"Maafkan Leon, Dad," bocah itu menundukkan kepalanya takut.


Sean mendesah malas dan menarik tangan kecil Leon untuk mengikuti langkah kakinya yang lebar hingga bocah itu nampak begitu kesakitan.


"Sudah pulang Beby ?" tanyanya pada maid.


Maid itu menganggukkan kepalanya, "sudah tuan, 30 menit yang lalu. Sekarang non Beby ada di kamar tuan muda."

__ADS_1


Sean menganggukkan kepalanya mengerti dan kembali menyeret Leon untuk menaiki tangga.


"Sana minta Beby untuk memandikan tubuh mu yang sangat bau itu!"


Leon menganggukkan kepalanya mengerti, dan segera memasuki kamarnya tak lupa menutup pintu lagi.


Sementara Sean ia juga ingin membersihkan diri, tapi saat akan membuka pintu kamarnya, ia melirik sebentar ke arah pintu berwarna kuning cerah di samping kamarnya.


Sean tersenyum kecut, sejak kehadiran Beby di mansion ia sampai lupa dengan kebiasaannya setiap pagi yang mendatangi kamar istrinya untuk meminta ijin bekerja.


Rasa bersalah Sean semakin menumpuk, ia membatalkan niatnya untuk memasuki kamarnya dan memilih untuk menjenguk istrinya terlebih dahulu.


Saat sudah di hadapan pintu kuning itu, dahi Sean berkerut. Kenapa pintu itu terbuka ? Siapa orang lancang yang sudah berani masuk ke dalam kamar istrinya ?


BRAKK....


Sean membanting pintu kamar Clara guna menyalurkan emosinya. Ia ingin tahu siapa orang lancang yamg berani memasuki kamat suci istrinya tanpa meminta izin darinya.


Dihadapan Sean ada seorang wanita yang nampak begitu terkejut dengan kehadiran Sean. Tangannya yang sedari tadi mengelus kepala wanita cantik itu langsung terhenti.


"A–aku bisa jelaskan, Sean..." ucap Beby takut-takut, ia berjalan mundur saat melihat Sean mendatanginya dengan langkah lebar dan tangan yang terkepal kuat.


BRAKK.....


Sean menyeret tangan Beby dan mendorong tubuh wanita hamil itu hingga terbentur kearah dinding dengan sangat keras.


"Aargghh..... sakit...Sean...."


Tak memperdulikan ringisan Beby, Sean mencekram kuat rahang Beby dengan tangan kanannya.


"Sudah berapa kali ku bilang jangan usik istriku," desis Sean tajam.


Tubuh Sean semakin menempel pada tubuh Beby, hingga membuat wanita itu kesulitan bahkan untuk bernafas.


"A–aku hanya penasaran dengan ruangan ini...." jawabnya terbata-bata.


PLAK....

__ADS_1


PLAK....


Sean menampar kedua pipi Beby secara bergantian dengan sangat keras hingga kedua pipi Beby yang semula putih mulus kini tercetak kelima jari Sean.


"JAGA SIKAPMU DI MANSION KU SIALAN!!! JANGAN SENTUH ISTRIKU DENGAN TANGAN KOTORMU!!!"


"PENGASUH BRENGSEK!!!!"


Beby menangis tergugu, mendengar segala hinaan yang Sean katakan kepadanya. "Tangan kotor ? Kau yang lebih kotor Sean! Katamu kau mencintai istrimu, tapi kenapa tidur dengan wanita lain ? Oh aku tahu...." Beby menjeda ucapannya. "Apa karena aku mirip dengan istrimu ? Makanya kau meniduriku ?"


Nafas Sean memburu mendengar ucapan Beby. "Jangan pernah samakan kau dengan istriku. Dia berkali-kali lipat lebih cantik darimu!"


"DAN KALAU SAMPAI TERJADI SESUATU YANG ANEH KEPADA ISTRIKU, MAKA KAU JADI ORANG PERTAMA YANG AKU HABISI!"


Dengan keadaan yang menyedihkan, Beby berusaha menatap Sean dengan sengit. "Harusnya kau habisi dirimu sendiri. Kau tidak waras kau gila! Istrimu sudah meninggal, kenapa masih kau berikan obat-obatan itu! Biarkan istrimu hidup tenang di alam lain, dia pasti cape dengan segala pengobatan itu."


PLAKKK....


"ISTRIKU TIDAK MUNGKIN CAPE BRENGSEK!! DIA AKAN SEGERA SEMBUH SEBENTAR LAGI!"


"KELUAR!!! KELUAR!!!" usir Sean pada Beby.


Dengan terpincang-pincang, Beby keluar dari kamar istri Leon. Meninggalkan sepasang suami istri itu berdua di kamar.


Setelah kepergian Beby, Sean segera menuju sang istri. Ia memeluk tubuh istrinya erat, menyalurkan kehangatan tubuhnya.


"Cepatlah bangun Clara, tunjukkan kepada pengasuh brengsek itu kalau kamu tidak cape. Kamu kuat demi aku dan Leon....." ucapnya lirih.


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

__ADS_1


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2