MENJADI PENGASUH CALON DUDA

MENJADI PENGASUH CALON DUDA
CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Pagi kembali menyapa, kini matahari tak malu-malu menunjukkan keberadaannya di dunia.


Seorang wanita yang masih memeluk tubuh putrinya yang juga masih tertidur itu tiba-tiba membuka matanya perlahan, saat sinar matahari mengenai wajahnya.


Beby, wanita itu yang baru sadar jika sudah pagi langsung terduduk di atas ranjang dan tangan yang depan cepat mengambil ponselnya yang berada diatas nakas.


Mata cantiknya yang sedikit bengkak karena terlalu lama menangis, memperhatikan seksama layar ponsel yang tidak ada satupun notifikasi dari pria yang ia tunggu.


Berulangkali ia menyalakan dan mematikan paket data pada ponselnya dipagi hari ini. Ia mengira jika jaringan internet pada ponselnya eror.


"Astaga, ini kuotanya masih ada tapi kenapa gak bisa sih...." gumamnya seraya mematikan ponselnya dan menunggu sampai ponsel itu kembali menyala.


Dan tepat saat ponsel itu kembali menyala, Beby sontak mengisi isi dari semua notifikasi yang terdapat di ponselnya.


Namun tak ada satupun yang berasal dari Dominic....


Ini handphonenya yang rusak atau memang Dominic yang belum mengabarinya setelah pertengkaran mereka kemarin malam.


"Nic, kamu dimana sih...." gumam Beby yang dipenuhi rasa takut. Ia tidak ingin Dominic menjauh darinya. Terdengar begitu egois memang, tapi ia masih sangat membutuhkan perhatian dan cinta dari Dominic.


Beby mendesah frustasi, saat nomor Dominic tak bisa ia hubungi. Ia mengacak rambutnya frustasi dan bangkit dari posisi tidurnya.


"Aku harus segera menyelesaikan permasalah ini!" gumam mantap seraya memasuki kamar mandi.


Butuh waktu setengah jam untuk Beby membersihkan diri, ia keluar hanya dengan handuk yang melilit pada wajahnya.


Ia buru-buru memakai baju dan memberikan polesan sedikit pada wajah cantiknya. Setelah selesai ia langsung membangunkan anaknya secara paksa.


"Nak, ayo bangun sayang. Sudah jam 9 pagi ini," panggil Beby kepada anaknya dan berusaha agar gadis kecil itu segera membuka mata.


Karena lama tak membuka mata, dan Beby juga sangat ingin segera bertemu Dominic untuk menyelesaikan permasalah ini secepatnya. Akhirnya Beby memutuskan untuk menggendong anaknya yang tertidur dengan pelan, lalu ia juga mengambil barangnya dan Lily yang sebelumnya ia siapkan.


Lily masih terlelap dalam gendongan Beby, meski kini mereka sudah keluar dari lift dan berjalan menuju parkiran mobil.


Beby berencana untuk menitipkan anaknya pada sang ibu lalu pergi untuk menemui Dominic di perusahaan pria itu dengan membawa makan siang.


Setelah menaruh anaknya dikursi belakang, buru-buru Beby menaiki kursi kemudi dan segera mengemudikan mobilnya menuju rumah sang ibu.


"Dominic, permasalahan kita harus segera selesai!" gumamnya mantap.


...o0o...


"Totalnya, Empat ratus lima puluh ribu, kak," ucap kasir restoran yang Beby datangi itu dengan tersenyum sumringah.


Beby mengangguk dan membalas senyuman wanita itu, ia mengambil sebuah kartu ATM dari dompetnya, "ini kak," ucap Beby memberikan kartunya kepada sang kasir dan segera diterima oleh wanita itu.


Sekitar satu jam yang lalu, Beby sudah menitipkan Lily pada sang ibu. Dan tentu saja disambut dengan suka cita oleh ibu dan neneknya itu.


Dan kini ia mampir sebentar ke restoran favorit Dominic untuk membelikan pria itu makan siang.


"Ini kak pesanannya," ucap sang kasir memberikan paper bag berisi makanan kepada Beby.


Beby segera menerima makanan yang sudah ia beli itu dan langsung menuju mobil untuk segera memberikan kejutan pada Dominic.


Jantung Beby berdegup kencang, ia sungguh takut tak diterima oleh Dominic. Apalagi takut Dominic mengajaknya untuk putus.


Tangan Beby yang memegang stir kemudi bergetar seketika. Ia takut akan kemungkinan-kemungkinan buruk yang ada di otaknya akan menjadi kenyataan.


"Tuhan, bantu aku..." gumamnya seraya menambah laju kecepatan mobilnya.


Dua puluh menit berkendara, akhirnya mobil Beby berbelok pada sebuah perusahaan megah yang sangat amat besar dan menjulang begitu tinggi.


Beby mematikan mesin mobilnya tepat di depan pintu, ia keluar dan disambut oleh seorang satpam yang memang sudah menghafal wajahnya.


"Ada calon nyonya Ragues," sapanya yang membuat Beby tersenyum malu. "Sini Nya, biar saya saja yang markir mobilnya, Nyonya langsung masuk saja." Satpam itu langsung mengambil kunci mobil Beby saat wanita itu menyerahkan padanya.

__ADS_1


"Makasi ya, pak. Emang paling cepat deh kerjanya," jawabnya ruang lalu segera masuk ke gedung perusahaan Dominic.


Disepanjang jalan, para pegawai menunduk hormat kepadanya. Ini bukan kali pertama Beby berkunjung ke perusahaan Dominic.


Sejak enam tahun bersama pria itu, dan lima tahun menjalin hubungan asmara dengan Dominic, memang Beby sudah diperkenalkan ke seluruh pegawai Dominic, sebagai kekasih pria itu.


"Eh, Mrs. Beby mau keruangan Mr. Ragues ya ?" ucap seorang staf di dalam staf yang ingin Beby masuki.


Kepala Beby mengangguk sekilas, lalu melangkahkan kakinya memasuki lift. "Iya, ini mau bawakan makan siang. Kalian sudah makan siang ?" tanya Beby yang akan memencet tombol angka di lift itu yang segera ditepis oleh seorang staf di sana.


"Eh Mrs. Ragues biar saya saja, ini banyak kuman. Takut anda kenapa-napa," sela cepat staf itu yang membuat gela tawa dilift berisikan enam orang itu pecah seketika.


"Sudah kok Mrs, kita sudah pesan makan lewat online. Mungkin 30 menit lagi akan diantar kemari..." jawab mereka bersamaan.


Ting....


Pintu lift terbuka dan Beby segera keluar, "ya sudah saya ke ruangan Dominic dulu ya..." pamitnya lalu segera berjalan menuju ruangan Dominic.


Sekretaris Dominic yang melihat kedatangan Beby, langsung berdiri menghampiri wanita itu dan menunduk hormat. "Pagi, nyonya..." sapanya yang dijawab senyum kikuk oleh Beby.


"Ehm, Dominic ada didalam kan..." tanyanya dengan gugup.


"Silahkan Nyonya, tuan Dominic ada didalam!" jawab sang sekretaris dengan cepat dan segera membuka pintu ruang kerja Dominic.


Beby mengumpat kesal pada sekretaris itu, ia kan belum mengumpulkan nyali untuk meminta maaf! Kenapa malah dibuka pintu ruang kerja Dominic secepat ini!


Sementara di sana Dominic, Dominic kini tengah bergelung dengan sejumlah berkas di meja kerjanya, matanya sampai saat ini masih terasa panas dan bengkak karena semalam terus menangisi kisah cintanya yang begitu tragis.


Beby yang melihat wajah Dominic yang kusut dan tidak bersemangat, menjadi merasa bersalah.


Perlahan ia melangkahkan kakinya menuju meja di dekat sofa untuk meletakkan makan yang ia bawa lalu kembali berjalan menuju Dominic.


"Nic," ucapnya dengan lirih, pria itu segera mengangkat wajahnya kedepan dengan raut wajah terkejut.


Namun beberapa detik kemudian, ia berusaha menetralkan kembali raut wajahnya.


"Ngapain kesini ? Gak salah tujuan ? Harusnya kamu ke rumah sakit sekarang. Rawat tuh anak kamu yang jadi p3c4ndu!" sarkas Dominic kesal.


Beby mengehela nafas panjang, lalu kembali berjalan mendekati Dominic dan berhenti tepat di belakang tubuh pria itu.


"Tanya sama hati kamu sendiri, kamu cintanya sama siapa, aku atau Sean ? Aku cape selalu berkorban buat kamu. Apa yang aku lakukan ke kamu selama ini gak berguna dimata kamu ? Aku mati-matian lawan Sean untuk tetap mempertahankan perusahaan ayah kamu juga tetap tidak membuat hatimu bergerak ?" tanya Dominic dengan suara paraunya. "Aku cuma minta kamu setia dan mencintai ku sebagai balasannya, tapi apa yang kamu kasih buat kamu ?"


"Pelukan sama Sean ? Diam-diam mengunjungi anaknya tanpa sepengetahuan aku ? Terus apa lagi ? Kamu dengan sengaja mematikan ponsel biar aku gak bisa lacak kamu, iya kan ?" sambungnya lagi dengan nada putus asa.


Dominic menghembaskan tangan Beby daru pundaknya, lalu memutar kursinya hingga kini mata mereka saling bertatapan.


"Aku cape Beb, aku merasa tidak dihargai..."


Seketika air mata Beby perlahan turun menetes, membasahi wajah cantik wanita itu. Pertanyaan Dominic tadi membuat rasa bersalah pada dirinya semakin besar.


Sungguh saat ini anda bisa Beby memutar waktu, ia tidak ingin mengunjungi Leon lagi, apalagi sampai memeluk Sean. Beby sungguh sangat menyesali perbuatannya.


Melihat tangisan Beby yang semakin menjadi-jadi, Dominic menghela nafas kasar. Pria itu segera berdiri dari duduknya untuk berniat meninggalkan Beby seorang diri di ruangan itu.


Tapi dengan cepat Beby menarik lengan Dominic, hingga itu berbalik dan Beby segera memberikan c1uman panjang pada bibir manis pria itu.


Beby bergerak sendiri, sedangkan Dominic hanya diam menatap Beby dengan jarak yang begitu dekat.


Bulu mata yang basah karena air mata, menambah kesan seksi pada diri Beby.


C1um4n Beby bergerak semakin liar, dan Dominic yang sejak tadi menahan diri, akhirnya ikut membalas c1um4n Beby dengan sama ganasnya.


Hingga beberapa menit kemudian, mereka menyudahi aktivitas panas itu sembari mengambil nafas banyak-banyak.


"Aku cuma cinta kamu, cuma kamu. Rasa aku ke Leon dan Sean itu hanya rasa kasihan. Percaya sama aku, aku cuma cinta kamu...." gumamnya sebelum Dominic kembali meny3s4p kuat bibir manis Beby.


Mereka terus melanjutkan kegiatan itu dan sama sekali tidak memperdulikan telfon Beby yang terus menerus berdering karena adanya panggilan suara masuk.


+1 83673**** (43 panggilan tak terjawab)


...o0o...


Tepat pada pukul sebelas malam, sebuah mobil mahal keluaran terbaru sudah berbelok memasuki area parkiran suatu gedung apartemen mewah.


Setelah memarkirkan mobilnya, ia segera keluar dan memasuki gedung apartemen itu. Sungguh tak sabar ingin melihat wajah sang pujaan hati.

__ADS_1


Ia memasuki lift dan memencet lantai gedung milik Beby, "gedung C, nomor 18..." gumamnya seraya memencet tombol itu.


Lift bergerak naik dan perasaannya semakin tak menentu, pria itu memegang dada kirinya yang berdegup kencang, lalu tertawa kecil, "seperti ingin menemui gebetan saja," gumamnya tersenyum malu-malu.


Ting...


Saat pintu lift terbuka, pria itu segera keluar dari lift dan berjalan menuju pintu kamar apartemen Beby dengan senyum yang membuat wajah tampannya semakin terlihat menawan.


Tok...tok....tok...


Ia mengetuk pintu apartemen yang berada di hadapannya beberapa kali, berharap Beby segera keluar untuk menemuinya.


Tok...tok...tok...


Senyum di wajahnya semakin tak luntur, ia terus mengetuk pintu kamar Beby. Tak sabar bertemu sang pujaan hati.


Sementara Beby dikamar tengah menemani sang anak menonton YouTube channel favorite. Menyanyi dan menari bersama, hingga telinga tak sengaja mendengar ketukan pintu yang begitu nyaring selama beberapa kali.


"Siapa sih ?" gumamnya bingung, dilihatnya jam yang berada di dinding kamarnya, "jam sebelas malam, siapa ya ? Ayah ? Ibu atau Dominic ?" Ia bertanya-tanya.


Gedoran pintu terdengar kian intens, ia segera bangkit dari duduknya dan berdiri di samping ranjang untuk membenahi pakaiannya yang tersikap selama ini bermain dengan sang anak diatas ranjang.


"Lily tunggu sini ya, Mami mau lihat tamu di depan. Kayaknya Papi kamu deh..." pamitnya yang diangguki oleh bocah itu.


Lily masih fokus menari, sedangkan Beby berjalan untuk membuka pintu apartemen demi melihat siapa yang bertamu pukul 11 malam begini.


Ceklek...


"Sia––"


Ucapan Beby terpotong saat melihat seseorang yang berdiri di depan pintu apartemennya dengan wajah yang kini tersenyum bodoh kearahnya.


"SEAN ?" pekiknya terkejut, matanya membulat menatap kehadiran Sean ditempat tinggalnya. "Nga–ngapain di sini ? Kenapa bisa tahu tempat tinggalku ?" tanyanya beruntun dan dengan nada bicara yang cepat.


Sean tertawa kecil melihat kegugupan Beby, ia semakin berjalan mendekat dan mengikis jaraknya dengan Beby.


"Aku telfon kamu gak diangkat, padahal Leon udah gak sabat ketemu Maminya. Dia kangen kamu, Beby ..." ucapnya lirih dengan sorot mata yang kosong.


Melihat Sean mendekat hingga tinggal beberapa centi saja jarak dengannya membuat Beby sontak memundurkan tubuhnya kebelakang.


Ia menatap Sean dengan mata tajamnya, "aku sudah tidak bisa lagi menemuimu atau Leon. Karena aku sudah memiliki pasangan, dan aku harus menghormati dan menghargai perasaan pasangan ku!" jawabnya mantap.


Mata Sean semakin layu setelah mendengar ucapan Beby. "Lalu aku dan Leon bagaimana ? Aku juga membutuhkan kehadiran mu. Kami butuh kamu, Beby..."


Tangan Beby terkepal, ia mencoba untuk tidak iba lagi dengan kehidupan Sean. "Kenapa baru sekarang butuh saya ? Dulu kemana saja ? Anda selalu memperlakukan saja dengan buruk! Saya hanya dianggap teman tidur oleh anda! Bahkan anda menyuruh saya berkali-kali untuk mengugurkan benih anda yang berada dalam rahim saja. Dan yang lebih parah anda menuduh saya membunuh istri kesayangan anda dan berniat membunuh saya dan keluarga saya. Anda sehat tuan Sean ?"


"Kehidupan anda hancur itu salah anda sendiri! Karena anda tidak bisa menghargai orang-orang yang berada di dekat anda!" sambung Beby dengan amarah yang menggebu-gebu. "Sekarang saat orang yang dulu bersama anda dengan tulus pergi, baru anda menyesal ? Maaf sudah terlambat! saya sudah menemukan kebahagiaan saya sendiri."


Enak saja Sean tiba-tiba datang kemari dan berniat untuk mendapatkannya kembali! Sementara dulu ia sudah di sia-siakan dan hanya dianggap sebagai seorang pembantu.


Sean meremas rambutnya frustasi, ia menatap Beby dengan kesal. "Kan aku sudah minta maaf, apa lagi yang kamu mau ? Uang ? Saham perusahaan ? Ayo katakan! Yang penting kamu mau untuk menjadi istriku, dan kita sama-sama mulai semua dari awal."


Beby tertawa kecil mendengar tawaran Sean, ia pikir kebahagiaan bisa selamanya ia beli dengan uang.


"Lebih baik sekarang, anda per––"


"Mamiiii, mana Papinya Lily ?" ucap seorang bocah wanita yang nampak begitu imut berjalan kearah Beby dengan membawa botol dot susu ditangan kanannya.


Mata Sean tak berkedip melihat wajah anak itu yang begitu mirip dengannya. Lalu ia menatap Beby yang seketika menjadi pucat setelah melihat kehadiran bocah perempuan itu.


...o0o...


WAJIB DI BACA:


2000+ (Dua ribu kata lebih untuk pembaca karya ratu ini....hehe... semoga suka yaa...."


Ratu bakal end ceritanya akhirnya bulan ini, jadi tunggu terus ya updatenya karena sebentar lagi akan TAMAT....


Kesimpulan Ratu baca komentar kemarin :


50% dukung Sean dan 50% dukung Dominic


Ratu jadi bingung memikirkan ending ceritanya 😭🙂🤣


Udah ah, jangan lupa VOTE DAN HADIAHNYA DONG KAK, BIAR RATU SENANG 🌹🤣❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2