
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Sekali lagi, Sean menyesap penuh nikmat rokok yang berada di sela jari-jari tangannya. Entah sudah berapa batang ia menyesap benda penuh candu itu, tapi yang pasti ia tidak akan berhenti sebelum rasa gundah dihatinya menghilang.
Matanya menatap tajam kotak hadia berwarna pink cerah dengan isi perhiasan mahal dan sebuah dress berwarna merah yang ditujukan untuk Beby, wanitanya.
"Aku membeli ini karena ku rasa, perhiasan dan dress ini sangat cocok jika digunakan oleh tubuhmu. Aku berharap saat kita bertemu lagi, kamu bisa memakai perhiasan atau dress yang kubelikan. Tertanda, Dominic–Penganggum mu," Sean membaca surat yang terselip di dalam kotak perhiasan itu.
Tangannya meremas kertas ucapan itu hingga tak terbentuk lagi. Dadanya bergemuruh, sungguh tak terima jika miliknya di goda oleh orang lain.
Tok...tok...tok...
"Masuk!" titah Sean saat mendengar pintu kamarnya di ketuk.
Jacob membuka kamar Sean, dan berjalan menuju tuannya itu yang kini tengah duduk santai sembari merokok di balkon kamarnya.
Mata Jacob melirik kearah asbak yang sudah terisi penuh oleh abu-abu rokok yang dihisap Sean. Ia meringis takut, "astaga, berapa banyak batang rokok yang tuan hisap hari ini," batinnya ngilu. Sean benar-benar tidak mencintai paru-paru sendiri.
"Bagaimana, sudah kau cari tahu ?" tanya Sean tanpa melihat kearah Jacob, mata pria itu masih menatap kearah perhiasan mahal di hadapannya.
Kepala Jacob mengangguk pelan, ia duduk tepat di hadapan Sean. "Mr. Ragues, Mr. Dominic Moon Ragues, pria berkebangsaan Perancis. Tahun ini usianya, 33 tahun dan masih belum menikah. Ia menduduki tahta CEO di perusahaan yang kakeknya buat sejak umur 22 tahun, itu artinya dia sudah menjabat selama 11 tahun, tuan."
"Perusahaan yang dikelola oleh Mr. Dominic berjalan di bidang pertambangan minyak. Tapi itu hanya wajahnya saja tuan, karena pria itu sama seperti anda. Bekerja di dunia bawah juga, dia adalah pemasok g4nja terbesar di Perancis."
Sean tersenyum miring, ia kira Dominic hanya pengusaha biasa saham Ternyata sama sepertinya, pengusaha di dunia gelap juga.
"Beli ekstasi darinya, tapi saat bertransaksi kita tak akan mengambil obat-obatan terlarang itu. Melainkan kita sekap orang kepercayaannya yang membawa benda haram itu kepada kita. Setelah di sekap bawa ke penjara bawah tanahku di Las Vegas. Aku akan menunjukkan pada Dominic, siapa Sean Alejandro yang sebenarnya!" titahnya sembari tersenyum miring.
Jacob menganggukkan kepalanya mengerti lalu segera pergi dari hadapan tuannya itu untuk menjalankan misinya.
Jangan heran jika Sean tahu banyak tentang nark0t1ka karena memang Sean memiliki ladang ganja seluas 10 hektar di Kalimantan. Sean adalah seorang pebisnis dunia gelap. Usahanya sebagai tambang emas, hanya sebagai kedok saja. Ini lah pekerjaan asli Sean, si gerbong barang haram.
...o0o...
Pukul 12 malam, Sean sudah rapi dengan jas hitam yang melekat menutupi kemeja putih yang ia kenakan. Celana kain dan tak lupa sepatu pantofel yang ia kenakan juga semakin menaikan ketampanannya.
Ia berjalan keluar kamar yang sudah disambut oleh Jacob. "Semua sudah siap, kita bisa berangkat ke Kalimantan sekarang." Jacob berbicara cukup formal dan tegas. Tidak seperti biasanya yang cengar-cengir dan penuh jenaka.
Sean menganggukkan kepalanya mengerti, "tunggu di sini, aku ke kamar anakku sebentar." Tak menunggu jawaban Jacob, Sean segera berjalan menuju kamar anaknya yang kini sudah terlelap dan tidur berpelukan dengan sang pengasuh.
Jakun Sean bergerak naik turun, saat melihat tubuh mulus Beby terpampang tatkala selimut yang dikenakan wanita itu tersikap sedikit.
Ia berjalan mendekat kearah Beby dan membetulkan tatanan selimut itu. "Ini, hanya milikku!" jempol Sean mengusap lembut bibir bawah Beby secara sensu4l.
Sean mendekat wajahnya pada wajah Beby dan *3***** bibir pink yang selalu menjadi candunya itu.
"Ahmmmm....hmmm....shh...." Sean mendesis penuh nikmat merasakan kekenyalan dan rasa manis yang bertubi-tubi saat tiap kali ia menyesap b1bir Beby. "Kenapa ini sangat nikmat," gumamnya sebelum memberikan kecupan pada daun telinga Beby.
Setelah puas, ia menjauhkan wajahnya dan mengusap kepala Beby dengan sayang. Dilihatnya wanita itu yang nampak tak memperdulikan perlakuan tak senonoh yang diberikan Sean. "Akan aku musnahkan semua orang yang berusaha mendekati. Jangan percaya diri, aku lakukan ini bukan karena aku mencintaimu, aku hanya tidak ingin anakku kehilangan pengasuh favoritnya!" gumam Sean.
__ADS_1
Sebelum ia beranjak pergi, untuk yang kedua kalinya Sean menyesap kuat b1bir itu seolah-olah benda itu adalah makanan nikmat yang harus Sean habiskan dan tak ingin berbagi dengan orang lain.
"Milikku!" gumamnya, Sean berjalan menjauh dan keluar dari kamar Sean.
Jacob yang melihat tuannya sudah keluar langsung mengikuti langkah Sean untuk berjalan menaiki lift menuju rooftop mansion.
Ting....
Pintu lift terbuka, Sean dan Jacob langsung berjalan untuk menaiki pesawat pribadi Sean yang terparkir cantik di rooftop itu. Sean memasuki pesawat itu dan duduk dengan tenang di sana.
"Kita berangkat ke Kalimantan!" titah Sean dengan nada dingin dan segera di angguki oleh sang pilot.
...o0o...
Beberapa hari kemudian....
"Jaga-jaga jangan sampai ada polisi Indonesia yang tahu transaksi kita!" ucap Dominic pada sang sekretaris.
Kriz, sekretaris Dominic menganggukkan kepalanya mengerti. Ia juga sudah menaruh beberapa bodyguard di sepanjang jalan menuju hutan ini dan ia sangat yakin tidak ada hal yang mencurigakan sehingga polisi mendatangi hutan ini.
Sekarang jam menunjukkan pukul 11 malam, waktu Indonesia. Itu artinya tinggal beberapa menit lagi ia akan segera bertransaksi dengan seseorang yang membeli benda terlarang bagianya.
"Tuan, mereka sudah tiba!" beritahu Kriz pada Dominic.
Dengan segera Dominic memakai jas anti pelurunya dan bersembunyi di dalam mobil menunggu kedatangan sang calon pembeli.
Benar saja, tak berselang lama mobil Jeep diikuti tujuh mobil sedan dibelakangnya berjalan memasuki tengah-tengah hutan Kalimantan itu.
Pintu mobil sedan di belakang mobil Jeep itu terbuka, menampilkan lima bodyguard dengan rambut dibelah samping dan perawatan sangat gagah keluar dari mobil sembari membawa satu koper hitam besar pada masing-masing bodyguard itu.
"Di mana barangnya ? Aku sudah membawakan 500 milyar rupiah untukmu!" teriak seorang bodyguard.
Tak berselang lama, Dominic keluar bersama dengan Kriz yang 10 orang bodyguard yang mengelilinginya. Jaraknya dengan calon pembelinya itu berkisar 100 meter.
"Bawa keluar dulu tuan mu!" pinta Dominic dengan seringai kecil.
Sementara Sean yang tak menduga jika Dominic akan ikut dalam proses jual beli ini mendesah kecewa.
"Kenapa dia ikut! Harusnya biarkan saja sekretarisnya itu yang datang. Dan kita bisa menyekap sekretaris dengan mudah! Jika begini, rencana awal kita gagal!" umpat Sean kesal, ia harus segera memutar otak untuk mendapat rencana B.
"Kita harus bagaimana sekarang, tuan ? Turun atau tidak ?"
"Turun! Paling tidak kita bisa menembak sekretarisnya sampai mati. Itu bisa dikatakan peringatan pada Dominic untuk menjauhi Beby," jawab Sean.
Jacob menganggukkan kepalanya mengerti, target mereka kali ini adalah melenyapkan nyawa sekretaris Dominic sebagai peringatan.
Segera Jacob mengubungi bodyguard untuk membukakan pintu mobil kepada Sean dan dirinya.
Setelah pintu di buka, Dominic yang melihat kemunculan Sean langsung bertepuk tangan disertai senyum miring diwajah tampannya.
PROKK....PROK....PROK.....
"Wow, aku sungguh tak menyangka jika Tuan Alejandro yang menjadi pelanggan ku sekarang," ucapnya sedikit berteriak karena jarak mereka terlalu jauh.
"Tiga puluh kilo sh4bu dan 12 kilo heroin, totalnya setengah triliun rupiah, Mr. Alejandro."
__ADS_1
Sean menganggukkan kepala mengerti, dan mengkode anak buahnya untuk segera memberikan koper-koper berisi uang itu kepada Dominic.
"Aku sudah bawakan uangnya, mana barangku ?" tanya Sean, tangan kanan pria itu sudah menyelinap masuk ke saku jasnya untuk mengambil pistol yang sudah ia sembunyikan.
Dominic mengkode anak buahnya untuk mengeluarkan obat-obatan itu di hadapan Sean. "Sepertinya aku merubah harganya Mr. Alejandro. Aku tidak ingin 500 Milyar itu, bisakah kita ganti dengan Beby ? Aku tertarik padanya, aku ingin menjadikannya istriku. Bisa kita barter Beby dengan ob–"
"BRENGSEK!!!! MATI LAH KAU KE NERAKA!!!!!!!" teriaknya nyalang dengan emosi yang sudah di ubun-ubun.
DOR....
DOR.....
Sean menembakkan pistolnya dengan asal ke arah depan, Dominic membulatkan matanya dan segera menghindar ia mengeluarkan pistol dari saku celananya untuk membalas Sean.
Mereka terlibat adu tembak beberapa menit, Dominic bersembunyi di belakang pohon sedangkan Sean dan anak buahnya menembak dengan posisi mereka sudah masuk ke dalam mobil.
"ARGGGHH TUANN!!! KAKI SAYA!!!" teriak Kriz–sekretaris Dominic penuh rasa sakit dan Dominic sama sekali tak menghiraukannya, ia masih fokus dengan Sean yang sama sekali tidak terkena luka tembak.
DOR.....
"BRENGSEK!!" umpat Dominic saat satu peluru sekretaris Sean berhasil mengenai bahunya.
"Polisi!!! polisi datanggg!!!" teriak beberapa bodyguard saat merasakan ada banyak mobil yang datang ke tengah hutan ini.
Sean segera melajukan mobilnya keluar dari hutan melalui arah barat yang bertentangan dengan datangnya polisi itu.
Sementara Dominic dengan terpincang-pincang masuk ke dalam mobilnya dan mengeluarkan koper berisi bom-bom mematikan kearah datangnya polisi itu.
Dan....
DUARRRR.......
Bom rancangan Dominic itu berhasil membunuh dan menghanguskan mobil-mobil polisi yang datang menyergap mereka.
"Cepat siapkan pesawat kemari, kita harus segera kembali ke Italia!" titah Dominic pada sekretaris di sisa-sisa kesadaran pria itu.
Tangan Dominic terkepal kuat, melihat mobil Sean yang berjalan semakin menjauh dari hutan. "AKAN KU PASTIKAN BEBY SEGERA MENJADI ISTRIKU! MILIKKU SELAMANYA!!! LIHAT SAJA SEAN!" batinnya penuh tekad.
...o0o ...
RATU KASIH CUPLIKAN SEDIKIT MENGENAI PEKERJAAN ASLI SEAN DAN DOMINIC YANG MEMANG SEORANG MAFIA 😘🥰
Next kita fokus ke pembalasan dendam ya....
Hari ini kayaknya 1 bab dulu deh, tapi kalo bisa nulis dan waktunya sempet. Pasti Ratu Double Up lagi.
Masih mau double up kan ?
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA