MENTARI TANPA EMOSI

MENTARI TANPA EMOSI
Cinderella


__ADS_3

Saat kami sampai di timezone, kami langsung menukar uang kami dengan koin.


"Ayo sekarang kita main!! Kira-kira mau main apa nih?" tanya Felix kegirangan.


Kami melihat lihat mesin arkade yang seru untuk dimainkan, mata kami terbelit melihat sebuah papan bertuliskan 'Khusus Murid Sekolah Royalty dipersilahkan bermain disini!!'


"Apa itu?" tanyaku seraya menunjuk papan bertuliskan nama sekolah kami.


"Kenapa ada nama sekolah kita?" Niki juga sama bingungnya denganku.


"Oh iya aku baru saja ingat sesuatu," ucap Felix dengan menepuk dahinya karena lupa, ia mengeluarkan handphone dari saku celananya dan menunjukkan sebuah pengumuman event.


'Event Sekolah Game Virtual Reality yang diadakan hari sabtu-minggu di timezone, setiap tim yang menang akan ada hadiah penambahan nilai sekolah!! Ayo ikutlah dalam event ini sebelum waktunya habis.'


"Penambahan Nilai!!!" seru Niki dan Sarah, karena kedua sejoli itu nilainya selalu kurang di setiap tugas maupun ujian.


Aku pikir berhadiahkan uang atau suatu barang, menarik sih hadiahnya, karena ini sesuatu yang tidak umum. Hanya murid dari sekolah kita pastinya yang menginginkan hal itu.


"Menarik, kan! Ayo kita kesana saja," ajak Felix.


Kami berempat pergi ke ruang yang sudah di khususkan, ternyata didalamnya sangat lega dan luas, beberapa peserta dari sekolah kami juga banyak yang sedang bermain.


"Selamat datang di dunia game virtual reality, kalian diminta untuk memasukan 3 koin ke dalam mesin ini, buatlah tim berisikan 2 orang yak," ucap seorang wanita cantik dengan badan langsing yaa dia adalah guru bahasa Inggris kami yang bernama Miss Lisa.


"Baik, Miss Lisa," jawab kami dengan kompak.


Setelah kami memasuki koin, kami harus memilih tim, aku kira ini akan berjalan lancar, tetapi ada sebuah kendala yang membuatku resah.


"Maukah kau satu tim denganku?"


Kedua sejoli itu dengan serempak mengajak Felix menjadi satu timnya, itu membuat Felix tersenyum kebingungan, aku seperti memandang seorang 2 putri melamar seorang pangeran mahkota.


'Niki itu bukan temanku, intinya bukan temanku!' batinku agak kesal. Aku kira kita satu tim, ternyata dia memilih yang lain, huu Pengkhianat.


"Kumohon ajak aku saja, aku....Ingin... Kita lebih akrab lagi," ucap Niki misuh-misuh.


Sarah mendecak tak terima, ia langsung menyerobot ucapan Niki.


"Ivan kita itu tetanggaan, kan? Aku tidak terlalu mengenal siapa mereka, pokoknya ajak aku jadi satu tim denganmu!?" rengek Sarah sambil menggoyangkan lengan Felix dengan manja.


"Aduh, bagaimana yak?" bingung Felix sambil memainkan jari jemarinya.


"Siapa yang akan kau pilih!?" kompak Niki dan Sarah yang langsung mendekat pada Felix untuk mendengarkan keputusannya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau Hompimpa saja," ujarku, untuk menyelesaikan masalah mereka, biar cepat kelarnya.


"Ide yang bagus Lucy," seru Felix.


Kami berempat Hompimpa bersama sama.


"Hompimpa!!"


kami menjulurkan tangan secara bersama.


Dan hasil keputusannya sudah ada, diantara kedua sejoli itu harus menerimanya dengan perasaan kuat,


"Baiklah, Lucy dan Felix kalian mau dinamakan tim apa?" tanya Miss Lisa


"TIM ALIEN!"


Kami dengan serempak menyambungkan tangan dengan menggambarkan segitiga.


"Pasti yang bikin nama Lucy!" kesal Niki.


"Lalu Sarah dan Niki, kalian ingin dinamakan apa?"


Mereka nampaknya harus menerima kenyataan, bahwa aku telah merebut pangeran dari mereka, dua sejoli itu sepertinya tetap tidak menyerah, mereka seperti merencanakan sebuah siasat.


"TIM DRISIA!"


"Eh? Apa artinya nama itu?" tanya Felix penasaran.


"Drisia singkatan dari nama tokoh jahat di Cinderella. Drizella dan Anastasia disingkat Drisia!" jelas Sarah,


"Kami tak merestui hubungan Cinderella dan sang pangeran, berani beraninya kau merebutnya dari kami!! Dasar nyamuk! Kau bukanlah temanku!" ucap Niki yang samanya mencela diriku.


"Aah~ kejam, aku memang sudah berpikir kita itu bukan teman, karena saat pemilihan tim, aku kira kita akan satu tim ternyata kau menawarkan diri pada ketua, lihat! Siapakah pengkhianatnya?" Ejekku.


Niki kesal dan kehilangan kata katanya. Ia mulai duluan mencela diriku, tak salah kan jika aku membalasnya.


"Oke tim Alien dan tim Drisia, apakah sudah siap?"


"Siap!!"


"Silahkan dipasang VR nya!"


Setelah dipasang, kami melihat sekeliling, seketika semua suasana menjadi manis, dan tanah yang kami pijak berupa sebuah angka 0.

__ADS_1


Kemudian sebuah robot kecil melayang kepada kami dan memberitahu tentang sebuah peraturan dalam game ini.


Peraturan dalam permainan ini adalah


Lemparlah dadu dan melangkah sesuai angka yang didapat


Kalahkan musuh dengan cara siapa yang cepat selesai sampai angka100


Lewati rintangan, jika gagal kalian akan diturunkan langkahnya sesuai angka resiko dari yang kalian pijak.


Jika tim anda menang, selamat anda akan mendapatkan nilai tambahan di setiap mata pelajaran, penambahan nilai adalah 50 untuk tim.


"Kalian bisa memilih karakter terlebih dahulu,"


Kemudian sebuah 4 kotak hadiah berjajar menghadapi kami dan menyuruh kami untuk memilih hadiah yang telah di random.


Saat kami memilih, tubuh kami langsung bersinar dan berganti menjadi sebuah baju seperti cosplayer.


"Hadiah itu berisikan sebuah profesi, dimana jika kalian berada di nomor yang sama, kalian bisa melawan musuh dengan cara bertarung, tim yang kalah akan mengurangi langkah yang dipijak," ucap robot itu.


"Lucy, kamu menjadi seorang malaikat maut, senjatamu adalah sabit pencabut nyawa, profesi seperti ini sangat jarang ada yang mendapatkannya, selamat menjadi orang yang langka Lucy!!" seru robot itu, aku hanya mengangguk untuk meresponnya.


"Felix, kamu menjadi seorang Penyihir, kekuatanmu adalah sebuah mantra ajaib, karakter ini sangat menguntungkan untuk mengalahkan lawan dengan cepat."


"Waahh keren!!" senang Felix.


"Gila! Profesi seperti itu sangat berguna dan mudah untuk mengalahkan lawan," ucap Niki merinding, dengan disetujui anggukkan sarah sambil menelan ludah bulat bulat.


"Niki, kau menjadi seorang Succubus, iblis dengan pikatan pesona kecantikan, itu akan membuat lawanmu lengah saat bertarung."


"Siap!"


"Sarah, kau menjadi seorang pemanah alam, senjatamu adalah panah jika kau menariknya kau akan mendapatkan anak panah. Pertarungan jarak jauh sangat menguntungkan dirimu."


"Baik!"


"Bersiaplah dengan permainan ini, jika kalian kalah hukumannya tentu saja ada," ucap robot itu dengan wajah menjadi seram.


"Apa hukumannya?"


"Mati!"


.....

__ADS_1


"Ketika kamu sudah mengenal cinta, segalanya yang kamu miliki akan dilupakan."


__ADS_2