
Pulang sekolah aku langsung pulang ke rumah, aku tidak mampir kemanapun.
"Haaa~ capeknya." Aku langsung membantingkan tubuhku kekasur yang empuk, tanpa sadar aku sudah tertidur pulas.
***
Bunyi gemericik air pada malam hari, aku langsung terbangun dan mengangkat jemuranku dikarenakan angin badai datang disertai hujan. Seluruh pakaianku masih sempat diselamatkan, aku membuang nafasku lega.
'Tok, tok, tok.'
Tiba-tiba ada suara ketuk dari jendela kamar yang sudah tertutup rapat.
Aku menoleh ke arah suara tersebut, seekor burung hantu berwarna coklat menunggu dibalik jendelaku, aku langsung membawanya masuk.
"Haa~ burung hantu siapa ini? Membiarkannya berkeliaran disaat hujan seperti ini."
Aku memperhatikan kakinya yang terdapat surat kecil di pergelangan kakinya, aku pun melepaskannya dan membaca surat tersebut.
'Lucy....Oh Lucy'
Belum selesai kubaca, aku langsung membuangnya ke tong sampah terdekat.
"Jangan menambah beban hidupku dengan surat konyolmu itu!"
Aku berbaring lagi dikasur.
Burung hantu itu menatapku bingung sambil memiringkan kepalanya dengan lucu, kemudian ia terbang dan mengambil secarik kertas yang aku buang tadi.
"Apa yang kau lakukan?" tanyaku malas padanya.
Ia mematuk-matuk kertasnya, seperti ingin menunjukkan sesuatu padaku. Aku menghela nafas panjang dan mengambil kertasnya lagi, aku lanjut membaca surat itu sambil tiduran tengkurap.
__ADS_1
'Lucy
Kenapa kau tidak datang?
Aku tau kau sudah membaca surat dariku saat istirahat. Jika kau punya alasan untuk lupa.
Aku masih memiliki kesempatan untukmu besok nanti. Aku sangat mencintaimu.
Datanglah ke taman.
Setelah aku menembak cintaku padamu. Ayo kita bunuh diri bersama setelah itu.'
Tubuhku secara langsung bangun dengan sendirinya setelah membaca kata 'bunuh diri.'
"Ayo kita lakukan!"
Entah kenapa ada rasa semangat membara di hatiku. Aku-pun menyiapkan segala cara bunuh diri paling ampuh untuk kami berdua.
***
Aku pun membersihkan diri dan bersiap-siap berangkat ke sekolah. Setelah rapih aku mengambil roti tawar di kulkas dan juga selai coklat, tidak lupa aku membuat susu hangat untuk diriku sendiri.
Sarapan yang damai...
Lalu burung hantu itu sudah menghilang saat aku bangun tadi pagi. Padahal semuanya sudah ku tutup rapat, bagaimana bisa ia meloloskan diri dari rumahku?
‘Burung yang misterius,’ pikirku.
***
"Lucy!!!"
__ADS_1
Niki memanggilku dari luar rumah, untungnya aku sedang bersiap siap memakai sepatu.
"Wah tumben kau sudah bangun?" tanya Niki.
"Memangnya tidak boleh kalau aku bangun pagi?" ucapku sambil mengunci pintu rumah.
"Yaa tidak apa-apa sih, hanya saja ini tidak seperti biasanya," ujar Niki.
Kami berangkat bersama menuju sekolah, aku harap dia tidak menyadari tentang tasku, karna tasku ini lebih besar dari biasanya. Aku memasukan barang- barang yang dilarang keras dibawa ke sekolah, hahaha nakalnya diriku.
Tetapi demi bunuh diri akan kukeluarkan segalanya yang kumiliki.
Selama di kelas, sepanjang waktu aku selalu melihat jam dan menunggu waktu pulang, terkadang aku mengintip isi tasku untuk mengecek apa ada yang kurang. Aku selalu berkhayal ketika bosan melanda, seperti ada makhluk berbentuk bola, berwarna biru memiliki mata beserta kaki dan tangan, bola itu selalu menjelajahi isi bukuku, dan murid laki laki di hadapanku ini, aku memandang nya sebagai manusia alien, bukankah itu indah dan diluar sana adalah dunia berawan dan terdapat kota manisan yang sangat manis, lalu pensil ku adalah tongkat sihir yang paling kuat dan isi bukuku adalah mantra terlarang.
Khayalanku seperti sebuah kenyataan bagiku, itu adalah cara menahan diriku untuk bunuh diri, jika aku tidak banyak berimajinasi dengan keras kepala aku ingin mati walau Niki menahanku seberapa kuatnya itu.
Terkadang saat aku berada diatas gedung, Seperti ada awan empuk yang ingin aku tiduri sehingga itu tidak membuatku takut akan bunuh diri.
'Kriiiiiiiiing~'
'Akhirnya!' batinku yang tiba tiba bangkit dari kursi dan dengan terburu buru aku keluar sekolah. Soalnya aku tak ingin Niki melihatku pergi berkelana.
Kalau ketemu dia nanti bunuh diriku akan gagal.
Sesampainya aku di taman, aku mencari-cari orang tersebut, aku saja tidak tau orangnya seperti apa, dia tidak menjelaskannya di surat tadi.
Aku memutusnya untuk duduk di taman sembari menunggunya. Tak lama kemudian... Terdengar langkah dan bayangan yang menyelimutiku.
Tibalah seorang laki-laki bertumbuh tinggi dengan surai rambut berwarna hitam, datang di hadapanku.
"Lucy sayang. Akhirnya kau datang juga."
__ADS_1
.....
"Percuma saja, jika kau terus menunggunya, kau akan tertinggal darinya, dia tidak akan pernah kembali lagi kepadamu, tetapi ia akan menunggumu berada dekat disampingnya."