
Siapa bilang bahwa seseorang kelihatan bahagia bisa menangis sendirian dibalik pohon rindang.
Gadis cantik dengan sifatnya lembut, sangatlah rapuh. Mereka selalu mempermainkan kebaikan gadis yang tulus itu hingga menangis tersedu-sedu.
Aku menyadari perubahan padanya, ia bangkit dan maju untuk tidak ditindas. Sampai saat ini perjuangannya sudah membuahkan hasil, gadis yang pemalu pada dirinya sudah tidak ada, wajah ramahnya sudah tak terlihat lagi. Menjadi ketua OSIS terkadang berat untuknya tetapi dia sudah bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya juga kuat menghadapi segalanya.
Itu benar, seseorang yang bertahan saat ditindas, akan membentuk mental yang kuat. Mereka tidak akan mudah menyerah dan siap menghadapi dunia luar.
Karin namanya, ketua OSIS yang kuceritakan perjuangannya. Bersama sahabat dekatnya Snowy yang sudah menjadi wakil ketua OSIS yang selalu mendampingi sang ketua.
Perubahan mereka begitu dikenal oleh sekolah ini. Mereka berhasil mencapai kemenangan. Itulah yang membuat mereka bangga terhadap apa yang mereka kerjakan.
Semuanya akan berakhir karena posisi ketua OSIS akan digantikan oleh anak kelas 11, ujian akhir juga akan mendekati. Terkadang begitu sulit melupakan kenangan yang indah di ruang OSIS. Tetapi itu pantas dikenang sebagai sejarah baru bagi anggota OSIS.
__ADS_1
Sisi tegas yang dimiliki Karin membuat semua orang menjadi takluk dan tak berani melanggar aturan. Beberapa murid juga tidak ingin mendukungnya karena sifatnya yang tak berperasaan. Tetapi guru tetap mendukung hal tersebut untuk kemajuan sekolah. Walau begitu Karin tetap tidak dihargai oleh beberapa murid yang tidak menerimanya. Ia agak sedih tetapi kesedihan yang perih itu tak ia tunjukkan ke publik.
Snowy yang melihat perubahan karin juga agak sedih, ia merindukan Karin yang lama, gadis yang mudah tersenyum dan murah hati. Snowy begitu sangat menantikan Karin yang dulu tetapi rasanya tak mungkin ia kembali lagi.
Maka dari itu Snowy ingin menyadari Karin bahwa dirinya merindukan Karin yang baik hati itu. Tetapi Karin nampaknya sulit diajak bicara karena kesibukannya menjadi ketua OSIS, karena itu Snowy hanya bisa mempercayai karin saat ini.
Hari berlalu dengan cepat. Snowy nampaknya agak kesepian. Ia bosan dan selalu termenung. Kegiatan sehari harinya adalah menanam bunga dan mencabutnya yang sudah mekar. Ia terlalu sulit mengambil keputusan. Dia tak punya keberanian untuk menyadari kerinduannya saat ini. Ia mencabut kelopak bunga terus menerus hingga mendapatkan jawabannya.
"HENTIKAN SUDAH CUKUP!" teriak Karin menghentikan tindakan Snowy yang tidak berguna.
Tetapi Snowy terus melanjutkan pencabutan kelopak bunga tersebut. Ia tak menghiraukan sebuah kekhawatiran. Ia hanya ingin Karin kembali sebelum kelulusan sekolah tiba.
"Sudah cukup, sudah cukup... Hiks hentikan Snowy. Apa yang kau inginkan?" Karin menangis sambil memeluk Snowy dari belakang. Karin merasa miris melihat sahabatnya melakukan kegiatan itu setiap hari.
__ADS_1
Mata Snowy terbelalak. Ia menyadari kenapa dia tak kunjung mendapatkan jawaban yang tepat dari keputusannya. Selain tidak ada keberanian ternyata ia tak mengerti perasaan Karin terhadapnya.
"Aku merindukan Snowy yang selalu menghiburku, yang selalu ada di sampingku dan selalu mengelus rambutku. Hiks... Bahkan aku selalu ingin melihatmu bahagia bersama denganku.. Hiks... Aku tau aku sibuk, andai kau tau, aku sangat merindukanmu!! Maafkan aku, sebagai sahabat aku tak bisa membuatmu bahagia!!" tangisan Karin semakin menjadi-jadi, isakannya membuat hati Snowy ikut sakit.
Suara kecil itu terdengar oleh Karin. Katanya ia turut sedih. Ini saatnya Snowy mengatakan hal yang ia inginkan.
"Aku juga merindukan Karin yang baik hati, ramah dan tulus dalam melakukan sesuatu. Aku merindukanmu yang selalu turut bersedih denganku. Senang dan sakit bersama, aku juga sangat merindukan hal itu. Kalau kita kembali seperti dulu aku sangat menghargainya. Aku akan senang. Karena itu ayo kita kembali bersama," tangan Snowy yang lembut memegang tangan Karin yang putih pucat tersebut.
Senyuman indah terukir diwajahnya, kebahagiaan telah menghampiri mereka. Sinar mentari menyinari kedua sahabat yang telah kembali bersama. Putri salju dan putri pangeran telah bahagia dari teracunnya kerinduan pada satu sama lain. Apel alias bunga yang dipetik Snowy telah menjadi sebuah buket untuk menyambut kedatangan mereka yang baru.
....
"Keputusanmu adalah tanggung jawabmu, apapun yang kau putuskan akan selalu berdampak pada kehidupanmu."
__ADS_1