
Pagi ini aku dikejutkan oleh surat yang berada di mejaku, murid yang ada dikelas mulai berbisik tentang surat yang tiba tiba berada dimejaku. Aku menatap sinis pada mereka, mereka ketakutan dan berhenti berbisik.
Surat tersebut tidak ada nama pengirimnya, aku bertanya pada murid laki laki yang ada didepanku.
"Apa kau tau siapa yang menaruh surat ini?"
Ia menggeleng tak tau siapa gerangan yang menaruh surat tersebut. Untuk sementara aku menyimpannya didalam tasku.
Bel istirahat akhirnya berbunyi, aku membawa bekalku dan suratnya menuju atap gedung sekolah. Makan siang di sana terasa enak, sejuk, dan segar, rasanya aku ingin melompat dari tempat ketinggian itu.
Aku membuka bekalku dan hari ini menunya adalah sandwich dan makanan manis yang telah dibuat Niki. Aku ingin sekali memasak untuk diriku sendiri tetapi Niki tidak memperbolehkanku karena aku selalu memasukan barang aneh kedalamnya.
Padahal itu tidak berdampak besarkan? Aku hanya memasukan jamur liar, permen, dan susu kedaluwarsa kedalam soup buatan Niki.
Oh iya aku tak lupa dengan kenangan teh pertama buatanku yang aku campurin dengan sianida di dalamnya.
Setelah aku melakukan kegiatan itu, aku menghabiskan waktuku 5 jam mendengarkan ceramahnya yang tak ada habisnya, betapa lelahnya kakiku yang menekuk saat sedang duduk waktu itu.
Tiba tiba aku teringat sesuatu. "Oh iya aku lupa dengan su-- "
"BWAAA!!!"
"HUWAA!!"
"Hahahaha, aku suka wajah terkejutmu itu Lucy, hahahaha aduh sakit perutku." Niki tertawa terbahak bahak melihatku terkejut seperti itu.
‘Rasakan itu! Entah kenapa ia semakin menyebalkan sekarang,’ batinku dengan agak kesal.
tanpa disadari aku meremas surat itu karena menahan rasa kesalku, tetapi Niki melihat surat yang kugenggam sambil tersenyum usil kepadaku.
"Kenapa?" tanyaku judes.
"Hehehe, apa itu?" ucapnya dengan nada menggoda. Apa dia tidak bisa melihat bahwa ini adalah surat!?
"Ini adalah surat penting dari negara yang sudah diklaim sebagai jenis surat yang tergolong sangat rahasia, sehingga anda tidak dapat membaca surat ini dikarenakan diketik langsung oleh presiden."
"Seriusan, keren!!!"
Ya ampun, selain anak ini tidak dapat berbohong, ternyata ia mudah sekali dibohongi.
"Berikan itu padaku!" seru Niki sambil merampas surat yang kugenggam tadi dan itu membuatku lebih terkejut lagi.
"Jika ini rahasia, kenapa kau meremasnya?" tanyanya dengan muka polos. "Pikirkan saja sendiri," balasku dengan malas.
__ADS_1
Niki memeriksa surat itu dari luar secara keseluruhan. Ia amati setiap detail dari surat itu.
"EEEEEHHH!!!!??"
Aku kaget karena ia berteriak keras secara tiba tiba. "Ada apa lagi Niki?" tanyaku lelah.
"LUCY!! KATAMU INI SURAT DARI NEGARA!?"
"Me-memangnya kenapa?" tanyaku agak gugup.
Niki menunjukan sebuah tulisan di balik suratnya, dengan pena berwarna merah muda bertuliskan.
"I LOVE YOU, LUCY!!!"
WHAT!!! Seketika pikiranku loading mencerna apa yang dimaksud dari tulisan itu.
Beberapa pertanyaan mengambang di pikiranku.
5W+1H
"Pak Presiden jatuh cinta padamu!!?" heboh Niki. "Bukan!! Itu adalah kesalah pahaman!"
Aku panik saat Niki mengatakan itu. Bisa-bisa kesalahpahaman ini akan terus berlanjut hanya karena aku berbohong.
"SEJUJURNYA AKU TIDAK TAU SIAPA PENGIRIM SURAT ITU!"
"HAH!?" kejut Niki.
Kami berhenti berbicara keras atau suara kami akan terbawa angin lalu didengar oleh para murid yang sedang istirahat diluar.
"Lucy... " panggil Niki.
"I-iya," aku menyugingkan senyuman palsuku sambil berkeringat dingin.
"Apakah kau berbohong lagi?"
"Maaf."
Tiba-tiba aku memiliki firasat buruk darinya, auranya menjadi merah kehitaman, dia datang menghampiriku layaknya seorang penagih hutang.
'PLAK'
"SA-sakit," aku meringis kesakitan, ia memukul kepalaku dengan surat lecek itu.
__ADS_1
"Mentang mentang aku mudah dibohongi, seenaknya saja kau!!!"
"Ma-maaf, aku sungguh minta maaf!" ucapku yang masih memegang
kepalaku yang sakit. "Jangan diulangi lagi!!"
"Entahlah..."
"BILANG IYA, NGGAK!?" teriak Niki sambil mengancamku untuk dipukul lagi dengan suratnya.
"IYA!!" jawabku spontan. Apa apaan ini? Aku seperti ditaklukkan olehnya. "Kalau begitu ayo kita baca surat ini," ajak Niki.
Aku hanya mengintip surat itu dari belakang Niki, ia yang akan membacakan isi surat itu padaku.
'Lucy....
Gadis cantik dengan rambut jingga menjulur panjang.
Mata sorot biru mudamu menambah daya tarik hingga aku terpesona. Aku tak pernah melihatmu tersenyum ataupun bersedih.
Karena itu aku ingin kau bertemu denganku saat pulang sekolah nanti di taman dekat sekolah.
Salam hangat dari mawar merah.'
"Apa kau pernah bertemu dengannya?" tanya Niki.
"Tidakpernah."
"Lalu bagaimana dengan keputusanmu? Apakah kamu akan benar-benar pergimenemuinya?"
"Berikan surat itu padaku... " pintaku.
Niki memberikan suratnya padaku, tanpa pikir panjang, aku membakarnya dengan korek api dan membuangnya ke tong sampah.
"Apa yang sedang kau lakukan!! Kau akan menyebabkan kebakaran sekolah Lucy!!" Niki dengan paniknya langsung bertindak memadamkan api tersebut.
"Dengan begini beres, kan?"
"TIDAK SAMA SEKALI!!"
....
"Mawar tersebut telah gugur dan membusuk ditempatnya dan melahirkan kehidupan yang baru setelahnya."
__ADS_1