
Aku meneguk secangkir teh dengan perlahan karena masih panas, yang lainnya juga meminum teh dengan elegan terkecuali untuk Sang Detektif alias Alex yang sudah berlepotan rempahan kue serta tangannya yang dipenuhi jajanan manis.
“Kalau begitu ayo kita mulai saja,” ucap Alex yang belum menelan makanannya. Siska menatap tajam pada kami dengan suara dingin.
“Baiklah, jadi tolong ceritakan permasalahan kalian terhadap kasus ini dan apa kaitan kalian dengan korban penculikan?”
‘Langsung to the point yak?’ batinku dan langsung saja aku jawab.
“Akan aku jawab, saya adalah salah satu anggota club dari Master Kendrik Kandela, kami berdua hanya sebatas murid dan guru, semua ini bermula karena suatu kecemburuan.”
“Maksudmu ada murid lain yang cemburu melihatmu dekat dengan Tuan Kendrik?” tanya Nona Siska terkejut.
“Salah.”
“Lalu?”
“.....Karena ketua kelas...” jawabku murung.
“Hah?”
Siska terkejut mendengar jawabanku. Bagiku dia mengira hubungan ini tidak masuk akal sama sekali, tetapi berbeda dengan Alex yang menunggu penjelasanku berikutnya dengan santai.
__ADS_1
“Bagaimana bisa?” tanya Siska penasaran.
“Jadi ini bermula dari ketua kelas yang tiba-tiba duduk dekat denganku. Ia tiba-tiba menjadi dekat selepas kami liburan bermain bersamanya di timezone. Semenjak saat ketua duduk sebangku bersamaku, banyak murid-murid yang iri serta cemburu padaku terutama para gadis.”
“Iya itu benar, terus...” ucap Alex yang masih makan cemilannya.
‘Nikmat banget kayaknya,’ pikir Niki.
“Lalu sekretaris kelas kami bernama Lina mengungkapkan rasa benci dan kecemburuannya padaku dan juga ketua. Ketua marah saat mendengar hal tersebut dan menyuruh meminta maaf padaku. Dengan wajah menyesal ia memelukku dan meminta maaf, tetapi permintaan maaf itu adalah suatu kebohongan. Ia menusuk perutku dengan pisau kecil.” jelasku.
“Gadis itu lumayan sadis yak,” gumam Siska.
“Aku dibawa ke rumah sakit, saat itu ada beberapa masalah disana, semua yang bekerja di rumah sakit itu bilang bahwa mereka adalah bawahan dari keluarga Lina yang akan membunuhku dibawah perintahnya. Aku berhasil lolos saat itu. kemudian aku istirahat dirumah untuk masa pemulihan. Master Kendrik menjengukku dengan membawakan kotak hadiah. Saat ia pamit aku membuka kotak tersebut. Ternyata ia menuliskan tanda HELP ME! di kertas dengan pena merah. Saat aku mencari Master menggunakan sepeda, aku mendengar ricuh segerombolan preman. Untuk berjaga jaga aku menyalakan video live untuk keadaan darurat dan bisa meminta tolong pada orang yang sedang menonton. Lalu aku melihat Master babak belur.”
Aku mengambil nafas dalam dalam dan membuangnya, lalu aku-pun melanjutkan ceritanya kembali.
“Saat para penjahat tertangkap oleh Polisi. Master memberitahuku bahwa ia tau siapa pelaku yang ada dibawah perintah Lina serta pelaku yang akan mengincarku kelak.
Sejujurnya aku kesal saat ia berusaha untuk melindungiku, tapi dia bilang itu adalah tugas seorang guru untuk melindungi muridnya. Hingga aku pulang ke rumah dan bermain bersama Kak Alvin dan Niki untuk menemaniku dirumah, lalu panggilan Si Pelaku itu datang. Selesai!”
“Ringkas tapi panjang juga yak,” ucap Siska.
__ADS_1
“Ternyata banyak yang sudah kamu alami, tapi ceritanya cukup bagus. Aku sangat menikmati alur ceritamu, itu seperti sebuah novel,” kagum Alex.
“Iya, aku harap Master dapat ditemukan dan semua menjadi kehidupan yang normal kembali,” harapku.
“Kalau begitu. Kita langsung bertemu dengan bintang tamunya saja yuk!” seru Alex sambil menjentikkan jari.
“Eh?”
Lalu seorang Polisi membawa seorang gadis dengan rambut pirang menjulur panjang serta mata tajam berwarna zamrud. Tetapi tangannya tetap di borgol.
Kami semua terkejut melihatnya berada di sini.
“Li-lina?” kejutku.
Ia tersenyum tipis melihatku.
“Sudah lama kita tidak bertemu, Lucy.”
....
“Takdir itu seperti alur cerita novel. Manusia itu seperti tokoh dalam cerita. Genre kehidupan itu bermacam-macam. Dan nasib yang menentukan akhir dari cerita tersebut, apakah berakhir dengan Happy Ending atau berakhir dengan Bad Ending.”
__ADS_1