
Sepuluh bulan di tinggalkan Fika, Hati Raven hancur, kecewa, marah seperti mayat hidup Raven menjalani hari harinya.
Kerinduan yang mendalam pada Fika harus dikubur dalam dalam setiap harinya.
Setiap hari Raven hanya tidur beberapa jam, sampai Raven berniat pindah dan kembali ke rumah mendiang orang tuanya.
Namun, mengingat perkataan Kakek jika Fika akan kembali dengan sendirinya, dia mengurungkan niatnya untuk pindah.
Raven takut jika suatu saat Fika kembali dan tidak mendapati dirinya.
Meski hampir setiap hari Raven menerima foto kegiatan yang dilakukan istrinya, namun tidak membuat Raven puas.
Rasa rindu ingin memeluk, membelai, sekedar mengobrol dengan Fika membuat dada Raven sakit setiap kali mendapatkan foto laporan dari orang kepercayaan kakek Prakasa. Namun jika tidak dapat laporan perasaan Raven lebih galau lagi.
Sepuluh bulan di tinggalkan istrinya menjadikan Raven seorang robot pencetak uang bagi PT Danuyo Jaya dan Prakasa Abadi Group.
Banyak proyek besar yang diperoleh Raven untuk kedua perusahaan yang dipimpinnya.
Seperti saat ini, dia sedang berada di Amerika untuk menandatangani Perjanjian kerjasama dengan sebuah perusahaan besar dari Amerika yang di miliki oleh Kakak Sepupu Fika.
Meski perusahaan Amerika tersebut dimiliki oleh Kakak Sepupu Fika, namun PT Danuyo Jaya mendapatkan proyek tersebut melalui proses awal yaitu mengajukan proposal dan harus bersaing dengan perusahaan perusahaan besar lainnya.
"Hallo Raven, apa kabar?"
__ADS_1
Dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih, Dean Prakasa Wilbourg berdiri dari kursi kebesarannya untuk menyambut Raven dengan sopan saat Raven memasuki ruang kerjanya. Dean adalah cucu tertua Kakek Prakasa, anak dari Fiane Prakasa, satu satunya Kakak Perempuan Papa Fika yang menikah dengan Dalton Wilbourg seorang pengusaha sukses asal Amerika.
"Kabar baik Dean. bagaimana dengan kamu?"
"Seperti yang kamu lihat. Apakah kamu sudah bertemu kakek?"
"Belum. Setelah dari sini saya berencana menemui dia."
"Sebaiknya begitu. Dia sungguh merepotkan karena ingin cepat pulang ke Indonesia katanya ada urusan yang harus dia selesaikan dengan mu. Mamaku sampai marah karena sikap kakek itu."
"Kami tau sendiri bagaimana sifat keras kepala kakek."
"Ya.. Ya.. Aku sangat tau. Aku lebih memilih dia cepat kembali ke Indonesia supaya mamaku tidak menggunakan dia sebagai senjata untuk menyuruh ku cepat cepat menikah."
"Hah! Aku tidak mau kejadian seperti dirimu."
Raven terdiam cemberut mengingat nasib rumah tangganya karena dijadikan bahan ejekan oleh Dean.
"Maaf.."
"Tidak, Tidak apa apa Dean. Aku tidak tersinggung."
"Ku harap persoalanmu dengan adik sepupu ku yang keras kepala itu cepat selesai. Kau tau sifat Fika dan Deanna sama persis. Entah apa karena mereka lahir di bulan dan tahun yang sama...?"
__ADS_1
Dean mengingat Deanna adik kandungnya dan Fika adik sepupunya yang sama memiliki sifat keras kepala, dan gengsi yang cukup tinggi. namun jika mereka bersama entah bagaimana mereka bisa bersatu dan saling mengalah bahkan mereka sangat kompak dan seperti memiliki ikatan batin. Dean saja sampai bingung siapa sebenarnya yang bersaudara kandung.
"Yah, aku dengar dari Kakek, Deanna baru saja kembali setelah sengaja menghilangkan diri karena akan di jodohkan."
"Ya gitu deh... Sepertinya Fika mencontoh tindakan Deanna. Dan jika memang benar, sebaiknya kamu jangan mencarinya."
Raven semakin tidak habis pikir, sepuluh bulan lalu kakek Prakasa yang melarang dia untuk mencari dan menjemput Fika. Sekarang Dean pun memberikan masukan yang sama.
Terus? Gimana nasib gue?? Gue kan juga butuh kepastian hidup, butuh pelepasan hasrat... masa iya gue harus hidup selibat, dah mo satu tahun nih.
"Jangan khawatir, tidak lama lagi pasti Fika yang akan kembali padamu. Bersabarlah sedikit dengan hasrat mu."
Dean melanjutkan omongan nya lalu menghampiri sekretarisnya yang menginformasikan mereka telah di tunggu di ruangan rapat.
Sementara Raven bergidik mendengar omongan Dean yang seolah bisa membaca pikiran nya.
"Ayo kita ke ruangan rapat. mereka sudah menunggu kita."
Menuju ruang rapat, pikiran Raven kembali pada laporan orang suruhan nya yang sudah sepuluh bulan ini mengikuti dan mengamati kegiatan Fika.
Saat ini Ardi sudah masuk bekerja dalam satu kantor dengan Fika. Raven sangat takut jika Fika akan menjadi goyah dan termakan bujuk rayu Ardi.
Raven tau jika selama sepuluh bulan ini Fika selalu menghindari bahkan menjauhi Ardi. Tapi sekarang ini, Satu kantor?
__ADS_1
olala... segala sesuatu bisa terjadi kan?