
Perempuan itu berpakaian seksi tubuhnya bak seorang model berpostur tinggi semampai berwajah Hispanik (wajah latin; mexico, spanyol, Puerto Rico) sedang mengajak Raven ngobrol.
Fika memicingkan matanya melihat gelagat bau bau penggoda nih. Dengan santai namun tetap berkesan elegant nan gemulai Fika berjalan kearah Raven dan si perempuan.
Beberapa langkah sebelum tiba di tempat Raven dan perempuan tadi, Fika terperanjat dan langkahnya terhenti karena dari samping kanan nya ada seorang pria bule tulen telah berdiri dan mengajaknya ngobrol.
"Hi, you looks very gorgeous, I am Sc..."
"Hi, Scott How are you?"
Kurang dari satu menit Fika terperanjat kembali karena punggungnya menerima belaian lembut dan Raven telah berdiri persis disebelah kirinya. Dan Raven mengenal pria bule di samping kanan Fika.
"Introduce this is my wife, Rafika Danuyo"
Kali ini Raven berbicara sambil memeluk pinggang Fika lebih erat tanpa menyisahkan sesentimeter pun.
Fika dapat melihat wajah kecewa dari pria bule di sampingnya.
Ooouhh... nasib gue? kenapa para cogan baru seliweran sekarang? swaktu gak ada Raven kalian pada kemana? hiks hiks...
Si Pria bule yang bernama Scott menjulurkan tangan kanan nya untuk memperkenalkan diri dan Fika menyambut uluran tangan tersebut, Jangan bayangkan akan ada kecupan di punggung tangan sebagai tanda kesopanan yah.. salaman itu hanya sekilas karena mata Raven yang tajam menatap.
__ADS_1
"Matanya gak usah kemana mana, disamping ada suami."
Fika tidak dapat menahan tawanya bahkan dia sampai perlu menutup mulutnya menggunakan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis demi kesopanan. Lalu bertanya pada Raven
"Mereka pada kemana yah beberapa bulan blakangan?"
"Mereka siapa?
"Bule bule ganteng itu."
Raven menatap jengah pada Fika lalu membalas Fika tanpa ragu.
"Jangan salahin Mas kalo Mas cium abis abisan disini yah."
"Di kamar aja nanti yah?"
Cup
Raven mendaratkan ciuman hangat di bibir manis Fika yang memang sudah menjadi candu nya sejak awal. tidak terlalu menuntut, bukan juga ciuman panas tetapi ciuman yang sangat manis. Kaki Fika seperti menginjak jelly saat bibirnya di cium Raven.
"Ngapain nunggu di kamar kalo yang mo dicium sudah mau."
__ADS_1
Raven dan Fika tidak sadar perbuatan mereka merupakan obat manjur bagi Kakek Prakasa yang sedari tadi mengamati.
_---------------------_
Seperti rencana awal, Raven harus segera pulang ke jakarta setelah pernikahan Deanna.
"Mas, aku ikut pulang yah?"
Fika memeluk punggung Raven menghirup wangi tubuh Raven dan bermanja manja pada punggung Raven yang sedang bersiap siap.
"Boleh. Tapi jangan protes yah kalo nanti Mas tinggal tinggalin keluar kota."
"Kan aku bisa bantu2 Mbak Diara di kantor."
"Di sini aja dulu lah. cuma sebulan aja kok. Nanti kita jemput trus kita liburan yah."
"Gak perlu liburan, perlu Mas aja."
Bagaikan disiram air hangat yang menyejukan saat mendengar kata kata sederhana dari Fika, Raven membalikan tubuhnya menghadap Fika lalu mendekap Fika erat setelahnya menghujani wajah Fika dengan kecupan kecupan mesra dan berakhir di bibir Fika, kecupan mesra yang lama.
"Mas jangan kecapean kerja yah. Jangan telat makan, harus cepet balas wa ku, apalagi telpon ku harus cepat di jawab."
__ADS_1
"Apa apaan sih pesan nya kok seperti itu?"
❤️ Maaf yah untuk beberapa episode kedepan akan sedikit lambat.... ❤️