
"Aaah, ooh.. aaah yaa, yess... terus, ooh yaaa aaaahh..."
Fika hanya bisa terdiam kaku didepan pintu kamar tangan nya meremas kuat knop pintu. Hatinya remuk redam karena apa yang didengarnya.
Berusaha keras menahan airmata yang akan keluar dari ujung matanya, Otak Fika mengirimkan signal untuk membuka pintu ruang kerja Raven namun kaki nya terasa lemas lunglai, Hati nya mengeluarkan gemuruh yang begitu cepat. Mulut Fika ingin berteriak namun terasa kelu jadi hanya bisa bergetar.
Hanya Sesaat suara desahan itu terdengar, setelahnya hening dan hanya samar samar terdengar suara obrolan. Tiga puluh menit Fika menahan sesak napas yang menderanya.
Ceklek.
Fika tersadar dari kegundahan nya manakala mendengar suara pintu di depannya terbuka, Fika tertegun di tempatnya...
"Eh, Mbak Fika sudah pulang? Apa kabar Mbak?"
Mang Arman mengulurkan tangan kanan nya hendak menyalami Fika. Entah dengan raut wajah seperti apa Fika memandangi Mang Arman lalu secara perlahan menyambut uluran tangan Mang Arman.
"Hmm, eh, sa-ya kabar baik"
Fika dapat mendengar suara serak keluar dari mulutnya sendiri.
"Saya permisi dulu Mbak. slamat sore, mari Pak."
Arman berpamitan pada Fika dan Raven yang sudah berdiri dibelakangnya. Lalu
Arman berjalan keluar apartemen diantarkan Raven meninggalkan Fika yang masih betah berdiri di tempatnya dengan pikiran yang berkecamuk di otaknya.
Mang Arman ngapain disini? Raven kenal? Dia siapa?
__ADS_1
Ya Tuhan, gue tinggal setahun, Raven jadi belok??
"Ngapain lo bengong disitu?"
Lamunan Fika terusik dengan suara Raven yang sudah berdiri dihadapnya.
"Minggir! Gue mo masuk."
Fika masih menatap dengan tatapan aneh pada Arman.
"Rav, eh.. hmm.. ak.."
"Kenapa lo?"
"Ka, ka-mu gak.. hhm.. k-amu dengan Mang Arman, gak.. kalian gak berhubungan kan?"
Fika merasakan sengatan listrik berkekuatan 1000 volt mendengar ucapan Raven, Air mata yang sedari tadi ditahan tidak dapat dibendungnya lagi. Fika menundukan kepalanya lalu meminta maaf pada Raven.
"Maafin aku Rav, setahun aku tinggal kamu jadi belok, ak.."
"What?? Belok?? wait, what do you mean I'am Be.Lo.K?"
Giliran Raven yang terlonjak dengan ucapan Fika. Fika yang ucapanya terhenti karena Raven memotong ucapannya mengangkat kepalanya menatap Raven.
"Mang Arman, dia.. tadi aku deng-ar, hmm..."
"Lo dengar apa?"
__ADS_1
"su-ara, tadi aku deng... aaww"
Lengan kanan Fika ditarik Raven menuju ruang kerjanya. Raven mendudukan Fika di kursi balik meja kerjanya, lalu membuka video yang ada di laptopnya.
Fika menonton video yang dalam pikiran nya, Ardi sebagai bintang utama sedang berada di sebuah Pub.
what? Ardi dan Denta?
Fika menutup mulutnya melihat Ardi yang duduk bersama teman teman nya sedang merangkul pundak Denta yang duduk disamping Ardi, sesekali Ardi mencium pipi Denta. Lalu diengah hiruk pikuk musik, Denta dan Ardi ngobrol dengan wajah berdekatan bahkan ciuman di pipi sudah berganti ke ciuman bibir, eh, permainan lidah...
Fika semakin menegang ketika di video selanjutnya sudah menampakan rekaman cctv lorong private room pub tersebut, Ardi dan Denta menyusuri lorong tersebut dengan Ardi merangkul Denta masih mencumbunya. Mereka dipersilahkan seorang pelayan yang membawa sebuah nampan dengan gelas dan botol minuman beralkohol merk luar negeri. Mereka masuk ke dalam private room tersebut, lalu tidak lama pelayan tersebut keluar.
"Dalam ruang itu gak ada cctv, tapi pemilik pub menyediakan perekam suara untuk berjaga jaga pub-nya tidak dijadikan tempat transaksi aneh-aneh. Lo mau dengar yang mereka obrolin & lakukan?"
Fika mengangkat kepalanya, menatap Raven yang berada di sampingnya sedang menyandarkan pantatnya di meja kerja dan menselonjorkan kakinya.
"Maaf, ak-u pikir suara tadi, asli"
"Ya Ya Ya..., gue paham maksud lo, lagian kapan sih lo punya pikiran baik tentang gue?"
"Rav, a-ku gak bermaksud menuduh, hanya saja kejadian kemarin pagi ngebuat aku jadi berpikiran, hhm.."
"Maksud kamu, karena kamu tinggalkan aku jadi tidak punya hasrat ke wanita?"
"A-ku.. Aku... hhm"
Kali ini Raven tidak memberikan kesempatan Fika untuk menyelesaikan kalimatnya. Raven menundukan tubuhnya lalu menangkup kepala Fika dan ******* bibir Fika.
__ADS_1