Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 57


__ADS_3

Raven menahan geramnya karena gangguan ponsel itu. Fika pun sebenarnya kesal namun akhirnya geli sendiri melihat reaksi suaminya.


Dengan sigap Fika merapikan pakaian blouse nya yang sudah tidak layak karena perbuatan Raven ketika melihat nama kakeknya pada layar ponselnya meminta layanan video call.


Fika menggeser tombol hijau pada ponselnya


"Fika... Kenapa lama sekali?"


Kakek Prakasa tanpa babibu langsung bertanya pada Fika, begitu mendengar suara kakek, Raven yang sedari tadi menahan rasa geramnya meraih ponsel Fika tanpa malu jika dirinya hanya bertelanjang dada dan rambut yang acak acakan.


"Kakek, kenapa mengganggu kami?"


Kakek Prakasa tertegun mendapat tudingan dari Raven bukan jawaban dari Fika.


"Memangnya kenapa jika kakek mengganggu kalian? apakah tidak boleh orang tua ini menelpon cucunya?


"Oke, baiklah.. silahkan ngobrol dengan cucu kakek. Tapi jangan menyesal jika cicit kakek lama datangnya."


Raven dapat melihat di layar ponsel Fika Kakek Prakasa terdiam dan memperhatikan dengan seksama tampilan Raven yang sedang bertelanjang dada dengan rambut acak acakan dan ada Fika yang duduk bersandar pada bantal disamping Raven meski tampilan nya masih sedikit rapi dari Raven.


"Aaakh maafkan Kakek sudah mengganggu kalian. silahkan kalian lanjutkan."


Dengan suara lembut kakek meminta maaf menyadari kesalahan nya. Raven dan Fika dapat melihat dengan jelas wajah kakek bersemu merah.

__ADS_1


"Bye kakek, nanti kami hubungi la.."


Belum sempat Raven menyelesaikan kalimatnya kakek sudah mematikan panggilan video callnya. Raven dan Fika tidak tau saja jika di mansion keluarga Wilbourg terjadi kegemparan oleh sorakan kakek Peakasa.


"Hahahahaha, kamu loh mas itu kakek aku loh.."


"Mas tau, siapa suruh kakek ganggu mas."


Lalu Raven menyelesaikan kegiatan yang sempat tertunda tadi. Tidak terburu buru, permainan yang lembut menyatakan jika mereka memiliki sisa waktu yang ada. Fika begitu terlena dengan permainan Raven yang lembut, kebahagiaan terpancar dari wajah Raven sungguh menghanyutkan Fika tidak disadarinya airmata mengalir di pelipis mata Fika.


Raven yang tidak tahan terhadap airmata Fika terdiam sesaar dari gerakan tubuhnya yang berirama lambat.


Fika menyadari perubahan Raven memberikan senyuman terbaiknya menandakan dirinya bahagia. Lalu Raven mencium airmata tersebut dan mengucapkan kata kata penuh cinta yang membawa Fika semakin larut dalam kebahagiaan


Tak henti hentinya Fika memanjatkan doa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan pada dirinya hari ini.


Mereka menghabiskan sisa malam layaknya pasangan yang sedang di mabuk cinta, entah sudah berapa kali Raven menikmati jatah nya sebagai suami Fika. Sedangkan Fika? tentu saja menikmati.


--------


Jika pagi biasanya Fika akan bangun tepat pukul lima subuh, namun kali ini terasa berat bagi Fika. Tubuhnya terasa remuk karena hampir sepanjang malam Raven mengajaknya bercinta.


Tidur sepuluh menit lagi kali yah.

__ADS_1


Fika merasakan beban pada tubuhnya semakin berat manakala membuka matanya, ternyata Raven sedang memeluknya eh salah, menindihnya dan menciumi punggungnya.


"Pagi sayang. hari ini kita gak usah ngantor yah."


Hampir sepuluh detik Fika menyadari ucapan Raven lalu memprotesnya.


"Gak bisa. kamu ada meeting dengan tim kuasa hukum kantor jam sepuluh hari ini."


Raven memindahkan tubuhnya ke tempat tidur samping Fika lalu menarik Fika kedalam pelukanya.


"Kamu siapa?"


"Yah Mas lah."


Fika menyadari kesalahan nya lalu meminta maaf pada Raven. Dan dihadiahi kecupan panjang di keningnya.


"Mas, mandi gih. sarapan dicafe atau kantin kantor aja ya. aku males masak, capek."


Lagi lagi tawa Raven menggelegar mendengar kata capek dari ucapan Fika.


"Sebelum mandi, Sekali lagi yah"


"HAH?!?"

__ADS_1


__ADS_2