Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 3


__ADS_3

Sembilan bulan menjalankan pernikahan yang kaku akhirnya mereka sepakat menerima pernikahan ini dan menjalani pernikahan sesungguhnya. Selayaknya suami istri diluar sana.


Terkadang Raven akan mengantarkan Fika ke tempat kerjanya di sebuah Taman Kanak Kanak lalu menjemputnya kembali jika Raven sempat.


Setiap pagi akan mereka sempatkan untuk sarapan bersama, karena jika siang dan malam hari sangat tidak memungkinkan untuk makan bersama karena kesibukan masing masing.


Di akhir minggu, Fika akan memasak dan mereka habiskan waktu untuk berleyeh leyeh di apartemen, tidak jarang Raven membantu Fika mengerjakan pekerjaan rumah tangga tanpa canggung meski sekedar membersihkan apartemen atau menjemur pakaian yang sudah di cuci Fika.


"Ku berharap ini pernikahan pertama dan terakhir kita, Ka.."


Ucap Raven pada Fika saat berada didalam kamar tidur, diatas tempat tidur mereka seusai melalukan hubungan suami - istri di malam hari.


"ehem. Jangan pernah tinggalkan aku yah"


Pinta Fika dalam dekapan dada bidang Raven. Fika sangat menikmati belaian lembut Raven.


"Iya sayang.. Tidurlah, kamu pasti lelah."


Raven mengelus lembut kepala Fika, semenit kemudian Raven melanjutkan omongan nya


"Kalo dipikir pikir, jika sejak awal kita menerima perjodohan ini.. mungkin saat ini kita sudah punya anak yah?"


"Tidur Raven... istirahat. simpan tenagamu untuk besok harus kerja"


Fika berbicara dalam dekapan dada bidang suaminya, membuat kening Raven mengkerut


"Besok kan sabtu sayang, kamu lupa? aku gak ngantor kok."


"Tapi kamu tetap harus kerja bahkan dari pagi buat bikin anak"


Tawa Raven membahana dalam kamar hingga lengan kanan Raven yang menjadi bantal Fika bergetar membuat Fika memindahkan kepalanya menjauh dan pindah ke bantalnya sendiri.


"Udahan ketawanya. ntar kemasukan lalat loh"


"Baiklah.. tapi sebelumnya kita pesan hotel dulu di puncak"

__ADS_1


"Ngapain bikin anak sampai puncak?"


"Kalo dirumah, nanti kamu banyak alesan mo masaklah, mo beresin ini itulah.. kalo di puncak kan dingin kamu jadi mager... aku yang angetin"


"yaaa... salah ngomong deh aku"


"Oooh Maaf Ny. Danuyo.. sudah terlambat jika ingin mencabut kata kata anda."


Raven mengedipkan matanya sekilas lalu kembali menyibukan mata dan jari jarinya untuk memesan suite hotel malalui aplikasi di HP nya.


Keesokan harinya, seusai sarapan Raven sangat bersemangat bersiap berangkat ke puncak bersama Fika.


Sepanjang Perjalanan, senyum si wajah Raven tidak pernah memudar. Disertai obrolan ringan selama perjalanan, telapak kanan tangan Fika tidak pernah lepas dari genggaman Raven.


setibanya di Hotel, Raven dan Fika memasuki suite Hotel yang telah di pesan.


Raven tidak menyia nyiakan waktu dengan cepat namun penuh kelembutan menciumi seluruh permukaan wajah Fika dengan lembut dan bergairah.


Lidah Raven menari bebas dalam mulut Fika kedua tangan Raven memeluk erat punggung Fika.


"Kita makan siang dulu yuk?"


"ini aku lagi nikmati menu utama ku."


Sekenanya Raven membalas Fika, dan dengan cepat mengangkat Fika yang bertubuh mungil dalam gendongannya dan merebahkan Fika di tempat tidur.


Raven kembali menciumi bibir Fika, namun salah satu tangannya memainkan gundukan di dada Fika yang montok alhasil Fika mengeluarkan suara tertahan karena merasa geli.


mendengar suara Fika yang menurut Raven terdengar seksi menjadikan permainan tangan Raven semakin intens.


"Aah.."


Lenguhan suara Fika semakin membuat Raven bergairah.


Fika menggeliatkan tubuhnya dan dengan gesit Raven melepaskan sisa baju yang tersisa di tubuh Fika hingga tanpa sehelai benang pun.

__ADS_1


Fika merasa risih dengan kedua tanganya berusaha menutup bagian vitalnya, namun tangan Raven menahan tangan Fika


"Jangan si tutup. kan sudah beberapa kali aku lihat."


Raven membuka semua bajunya dan ikut berbaring di samping Fika lalu menarik Fika mendekat.


"Sayang, aku mulai ya?"


"Tumben pake nanya? biasanya langsung?"


"Aku maunya kali ini, begini..."


Dengan sekali gerak, Raven memindahkan tubuh Fika berada di atas tubuhnya Fika kaget dan menahan tubuhnya agar seimbang dengan meletakan kedua tangan nya di dada Raven.


Masih berusaha menahan beban tubuhnya dengan berpegangan pada dada Raven, Fika bersuara lirih.


Selang beberapa saat, Fika sudah mulai bisa mengikuti ritme gerakan pinggul Raven dan mengambil alih, Raven begitu menikmati permainan pinggul Fika.


Mendekati akhir permainan, Raven menarik tubuh Fika mendekat dengan cepat membaringkan tubuh Fika kembali berada dibawahnya.


"Sebut namaku sayang.."


Raven meminta pada Fika. beberapa menit kemudian, hasrat mereka terpuaskan hampir bersamaan dan keringat membasahi tubuh mereka. Raven merebahkan tubuhnya disamping dan memeluk tubuh Fika sambil berkata


"I Love You."


"Ehem. mandi gih gantian, trus kita makan yuk?"


Fika menyuruh Raven untuk segera mandi. Raven dengan cepat melaksanakan perintah Fika.


"Rav.. apa apaan kamu?"


"Supaya hemat waktu.."


···········

__ADS_1


*Author berharap, Pembaca bijaksana dalam memilih bacaan yaa..


Semoga reader suka dengan Novel ini yaaa..*


__ADS_2