Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 56


__ADS_3

Sisa hari itu tentu saja mereka habiskan layakanya pasangan yang sedang kasmaran. Keluar dari Cafe Raven dan Fika berkeliling Mall sambil ngobrol apa saja, tangan Raven tidak pernah melepaskan tangan Fika sedetik pun.


Sudah hampir pukul sembilan malam mereka tiba di apartemen mereka, dan sedang duduk santai di sofa, Raven masih tetap enggan melepaskan Fika bahkan saat ini Raven memeluk Fika dari samping dan meletakan kepalanya di pundak Fika. Fika tidak keberatan sama sekali malah senang.


"Oia, Rav ampir lupa. Besok hari terakhir mbak Lestari kerja loh. Jangan lupa kasih gajinya ya."


Fika kaget dan sedikit tidak rela saat Raven melepaskan pelukannya lalu meninggalkan dirinya sendiri di sofa. Tidak berapa lama Raven keluar dari dalam kamar membawa dompetnya. Lalu mengeluarkan sebuah kartu ATM dari salah satu selipan dompetnya


"Ini kamu aja yang pegang, gaji aku tiap bulan masuk kesitu."


"Kan kamu yang punya perusahaan itu, kamu masih terima gaji?"


Raven tersenyum dan menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan kepolosan dan kebutaan istrinya terhadap dunia usaha yang sudah sejak dalam kandungan dia berada.


"Kamu mau aku berakhir seperti papanya Intan? seenaknya pakai uang perusahaan?"


Gantian Fika yang menggelengkan kepala dan mulai sedikit mengerti. Lalu Raven melanjutkan omongan nya.


"itu biaya hidup kita yah. kamu yang atur."


"Oh iya, di rekening ku juga masih ada uang yang kamu transfer tiap bulan, aku gabungin yah."


"Terserah sayang aja. Tapi kalo pendapat aku sih mending biarkan saja di rekening sayang, jadikan tabungan aja. Nah, yang ini isinya keuntungan lainya sperti saham, obligasi dan lainnya, sayang pegang juga yah."

__ADS_1


"No. itu kamu aja. aku yang sehari hari aja. kalo kurang aku minta ke kamu. Meski aku juga bingung apa bisa ngabisin uang di ATM ini."


"Okey, brati urusan uang beres. skarang urusan lain, kapan sayang anggap aku sebagai suami?"


Fika menampakan wajah lemotnya hingga mendapatkan cubitan gemas di pipi dari Raven, lalu Raven melanjutkan


"bisa gak kondisikan panggilan nya? masa iya sayang manggil suaminya kek manggil teman?"


"Oooohhahahaha, baiklah baiklah Bapak Ravendra Danuyo yang terhormat, oleh istri yang cantik ini ingin di panggil apa? Sayang, Kak, Bang, Pah, Mas atau..."


Fika menggantungkan kalimatnya, menunggu respon Raven


"Atau apa?"


"Hhmm, Mas juga boleh. sekali sekali manggil sayang juga mau. manggil Pah, kalo kita punya anak nanti yah."


Fika membuat huruf O menggunakan jari telunjuk dan jempolnya, lalu tanpa malu malu Fika mencium pipi kiri Raven


"Baiklah Mas ku."


"Yang sebelah ngiri nih.."


Usaha Fika hendak mencium pipi kanan Raven sia sia karena Raven lebih cepat menyodorkan bibirnya untuk mendapatkan ciuman mesra dari Fika.

__ADS_1


"Iiish Mas curang."


"Sayang, kita percepat panggilan Mah & Pah nya yah?"


"Maksudny.. aaaahww"


Fika menjerit ketika tubuhnya diangkat ala bridal oleh Raven menuju kamar mereka.


"Ini kalo sampe ada yang telpon lagi, akan mas maki maki tuh orang."


"Meski Kakek?"


"Apalagi kakek."


Dalam gendongan suaminya Fika terkikik geli mendengar obrolan santai mereka.


ddrrrtt... ddrrtt...


Baru saja Raven dan Fika melakukan foreplay di atas ranjang mereka, suara ponsel sudah berbunyi, kali ini dari ponsel Fika yang sepulang dari Mall memang di letakan di meja nakas samping tempat tidur.


"Sialan!!"


❤ Kira kira siapa yang menghubungi yah?? ❤

__ADS_1


__ADS_2