Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 51


__ADS_3

Fika merasakan getaran aneh di sekujur tubuhnya saat bibirnya dan bibir Raven saling menikmati. Fika memberanikan diri untuk menarik leher Raven dan mengunci nya.


Raven ingin membuktikan diri jika dirinya tidak belok seperti dugaan Fika. Raven melepaskan pagutan bibirnya dari bibir Fika dan melihat bibir Fika menjadi bengkak karena perbuatannya, Raven menarik ujung bibirnya membentuk senyuman halus tanda puas. Mata Fika menatap penuh damba pada Raven yang membalas menatap intens pada Fika.


Raven sedang menggendong Fika ala bridal menuju kamar tidur mereka ketika suara Ponsel Raven berbunyi tanpa henti, mereka sama sama menarik napas pasrah harus mengalah pada suara ponsel yang berbunyi.


"Halo"


Raven menjawab panggilan dari ponselnya tanpa memperhatikan nama penelepon.


"Raven! kapan kamu dan Fika datang kesini? kalian harus ikut persiapan pernikahan Deanna"


Suara Kakek Prakasa terdengar dari seberang sana tanpa basa basi.


"Aku pasti akan melakukan nya jika Diara ada disini."


Mata Fika membulat besar saat mendengar ucapan Raven, Fika ingin mengajukan pertanyaan protes namun di urungkan nya. Fika malah memilih masuk ke kamar mandi hendak membersihkan dirinya.


Lima belas menit Fika menghabiskan waktu di kamar mandi lalu selesai mendapati kamar dalan keadaan kosong, Raven telah pindah kembali ke ruang kerjanya.

__ADS_1


Segitu gak pengen diketahui soal Diara yah?


Fika membatin lalu memutuskan memasak untuk makan malam mereka tanpa Fika ketahui Raven telah selesai berbicara dengan kakek dan menyambung cerita dengan Dean perihal lain.


"Aaw.. Eh Rav,.. Hmmp"


Fika terkejut karena gerak reflek Raven yang melingkarkan tangannya ke perut datar Fika lalu meletakan kepalanya di ceruk leher Fika dan membuat tanda kepemilikan pada leher Fika sesaat kemudian menggunakan jari telunjuknya Raven menghadapkan wajah Fika dan mencium bibir Fika.


Sungguh tindakan yang romantis, Namun Fika sudah tidak tahan dengan Raven. Menggunakan sikutnya Fika mendorong tubuh Raven hingga mundur menjauh.


"Stop Rav, jangan teruskan kalo kamu ngarepin orang lain untuk berdekatan dengan kamu bukannya aku."


Raven menatap aneh pada Fika, lalu berucap pedas sebelum menjauh meninggalkan Fika.


Raven masuk kedalam kamar lalu tidak lama kemudian, Raven keluar kamar sudah memakai celana jeans dan kaos oblong biasa.


"Raven, kamu mau kemana? gak makan dulu?"


Fika dengan ketololan nya tidak menyadari kesalahan yang sudah di lakukannya.

__ADS_1


Pukul 22.48


Fika masih menunggu Raven di ruang utama, makanan yang telah disiapkan di meja sudah mendingin. Fika mencoba menelepon Raven hanya nada dering yang terdengar, pesan singkat yang di kirimkan Fika pun hanya dibaca Raven tanpa balasan satupun.


Kamu kemana sih Rav?


Fika sangat mengkhawatirkan Raven, hingga akhirnya Fika tertidur di sofa.


Fika terbangun pada saat mendengar suara benda terbuat dari kaca berdenting.


Fika mengucek matanya dan mendapati Raven sudah berpakaian rapi sedang minum air putih di meja makan.


"Rav, kam.."


"Jam 8 sudah di kantor kalo emang lo niat kerja."


Secepat kilat Fika tersadar dari loadingan bangun tidurnya yang lambat sekali. Melesat ke kamar mandi, berdandan ala kadarnya memakai pakaian kerja yang layak.


"Rav, ayo aku sud... Rav, Raven?!?"

__ADS_1


Fika mendapati ruangan apartemen yang kosong, bahkan parfume Raven pun sudah tidak tercium.


"Yah, kok gue ditinggal sih Rav?"


__ADS_2