Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 46


__ADS_3

Pukul 21.10 Raven baru tiba di apartemen yang dalam keadaan hening, hanya lampu yang tepat berada di atas meja makan dan lampu di pojok ruangan utama yang menyala.


Seperti biasa, perasaan hampa dan sedih akan menyelimuti Raven setiap kali pulang tanpa ada yang menyambut. Ditambah juga begitu banyak nya pekerjaan yang menumpuk dan berantakan di kantor mbuat Raven semakin merasakan kelelahan dan sedih yang mendalam.


Huft.


Hanya hembusan napas berat yang keluar dari mulut Raven saat melepaskan sepatu dan kaos kakinya didepan pintu utama.


"Eh, udah nyampe. Mau kusiapkan makan?"


Raven terlonjak dan menampakan tatapan wajah yang tidak dapat dimengerti, antara kaget, senang ada yang menyambut kepulangan nya Fika pula dan bingung mau menjawab apa atas pertanyaan Fika.


"Kamu mandi dulu, aku siapkan makan yah."


Fika menuju dapur kecil apartemen mereka meninggalkan Raven yang masih berdiri kaku. Raven berjalan mundur menuju kamar dengan masih memperhatikan Fika.

__ADS_1


Masuk dalam kamar mandi, Raven tertegun kembali karena diatas tempat tidur telah tersedia baju rumah yang telah disiapkan Fika.


Masih dengan tanda tanya Raven masuk dalam kamar mandi setelah melepaskan baju kerjanya, Kembali Raven diperhadapkan dengan situasi yang membuat Raven tiba tiba merasa bahagia. bagaimana tidak? air dalam bath tube mengeluarkan uap panas sehingga cermin dalam kamar mandi menjadi buram belum lagi aroma citrus dalam kamar mandi yang menyegarkan dan menenangkan jiwa.


Untuk sesaat Raven melupakan gengsi nya, melupakan kemarahan nya yang ingin dia lakukan adalah menikmati waktu mandinya yang mengasyikan ini. Tanpa satupun helaian benang pada dirinya, Raven masuk dalam bathtube dan menikmati air hangat yang sudah bersabun dengan busa tebal yang kemudian Raven tau jika ada kandungan garam juga didalamnya.


Sementara didapur Fika berkutat dengan acara masak makan malamnya untuk Raven. cukup masakan yang simple saja soup ayam dengan potongan potongan kecil wortel, kentang, sawi, buncis, petsay dan sosis didalamnya.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi Fika untuk menyelesaikan masakanya.


Fika masuk dalam kamar hendak memanggil Raven. Sementara menunggu Raven keluar kamar mandi, Fika membereskan pakaian kerja Raven yang tadi dilepaskan Raven dan diletakan disamping keranjangn baju kotor, bukan didalamnya.


"Ini beneran tidur, apa cuma tidur tidur ayam yah?"


Fika masih berdiri dekat pintu, meyakinkan diri. pada akhirnya Fika memutuskan untuk mendekat dan membangunkan Raven.

__ADS_1


Fika berlutut samping bathtube lalu menggoncang lengan Raven supaya bangun.


Ya Tuhan, jika kejadian lagi seperti tadi pagi. Saya mohon, Raven jangan berhenti di tengah jalan.


Fika dengan pikiran halu nya, benar benar berharap Raven mau bersikap manis pada dirinya.


"Raven, ayok bangun. nanti kamu masuk angin loh. Rav.."


Raven yang di bangunkan Fika membuka matanya dan langsung menyadari dirinya masih berendam dalam bathtube.


"Ngapain lo? jangan ngimpi kejadian kek tadi pagi terulang. Keluar!"


Fika berdiri dan keluar kamar mandi, entah kenapa Fika tidak merasakan sedih atau sakit hati atas ucapan Raven, Fika justru merasa geli sendiri.


kok lo tau sih gue ngarep? Enak tau Rav..

__ADS_1


Astaga Fika.. dah kek jalang aja pikiran lo sih??


❤ author kasih bocoran yaaa... Beberapa Episode kedepan ada sedikit kekonyolan adegan yang tidak dikhayalin author tetapi asli dialami sendiri oleh sahabat author loh, tentu saja author dah dapat ijin untuk menuliskan nya meski dalam cerita dan aslinya disituasi dan kondisi yang berbeda ❤😘


__ADS_2