
"sejak awal lo trima telpon, kaget? ketahuan rencana lo bakal minggat lagi?"
Fika terdiam, mencerna omongan Raven lebih tepatnya tuduhan yang di lontarkan Raven pada dirinya.
Gini yah rasanya di tuduh, oh air mata jangan keluar lu.
"Stop Fika gak pake airmata, lo cukup bilang kalo lo tersiksa hidup ama gue. Gue bakal urus perceraian dan semua hak lo bakal tetap jadi hak lo."
Fika menggeleng cepat matanya menatap Raven penuh permohonan dengan refleks cepat Fika maju mendekat pada Raven lalu memegang telapak tangan kiri Raven
"Gak Rav, aku gak mau cerai. aku gak mau pisah dari kamu."
Raven menghempaskan tangan Fika dan mundur untuk menjauh dari Fika.
"Omongan lo sekarang gak sesuai dengan omongan dan sikap lo kemarin kemarin. Gue gak bisa percaya lo."
Raven membalikan tubuhnya hendak meninggalkan Fika, Namun Fika tidak mau di tinggalkan Raven, Fika tidak kuat dengan sikap dingin Raven. Fika memeluk Raven dari belakang membenamkan wajahnya pada punggung bidang Raven dengan penuh linangan airmata
"Aku minta maaf Rav karena sudah ninggalin kamu, aku minta maaf karena tidak percaya dengan kamu. Aku bener bener minta maaf."
__ADS_1
Tubuh Raven menegang ketika merasakan kelembaban pada punggungnya akibat airmata Fika yang membasahi kemeja bagian belakang.
"Demi Tuhan Fika, gue pengen percaya dengan semua omongan lo saat ini. Tapi gue dah capek dengan sikap lo yang gak masuk akal."
"Aku juga minta maaf untuk itu Rav. kasih tau aku gimana bersikap masuk akal Rav, ku mohon."
Raven mulai gamang dengan kata kata permohonan Fika, Raven paling benci jika melihat air mata pada Fika. Raven ingin Fika selalu tersenyum jika bersamanya.
"Fika, lepasin gue. sebaiknya kita berpikir mengenai hidup kita s.."
"Aku mau hidup ama kamu"
"oke. aku akan berhenti nangis sekarang."
"Sialan Fika! Kamu menangis saat kita bercinta tempo hari.."
Raven melepaskan tautan tangan Fika pada perutnya ketika dirasakan tautan itu melemah dan kepala Fika tidak menempel di punggungnya lagi. Raven menghadap Fika dan mendapati kerutan di dahi Fika lalu melanjutkan omongan nya
"Segitu menjijikan nya kan gue? dengar Fika, soal lo lari setahun lalu udah gue maafin. Tapu saat ini memang seba.."
__ADS_1
"Aku nangis? saat kita.. Oooh, pas kamu gak melanjutkan ML kita?"
Ucapan Raven dipotong oleh Fika yang mau meyakinkan ingatanya kapan dia menangis di hadapan Raven,
"Saat itu aku bahagia Rav, ak.."
"Stop! gue gak mau dengar keboho.."
"Aku gak bohong Rav, saat itu aku bahagia banget mikir akhirnya kamu mau nerima aku lagi. Aku juga gak tau kenapa pake acara nangis, hanya saja aku senang bisa lampiaskan kangen ku ke kamu."
Masih dengan sesegukan karena sisa sia tangisan masih ada Fika menjelaskan perasaan nya kala itu.
Entah apa yang di rasakan Raven saat mendengar pengakuan Fika, yang pasti Raven hanya berdiri kaku di tempatnya.
"Rav, Aku minta maaf sudah sering nuduh kamu yang gak gak-gak, aku seharusnya langsung bertanya bukan malah narik kesimpulan sendiri."
"..."
"Aku nyadar kok pasti susah bagi kamu untuk maafin aku. aku berjanji akan berusaha untuk dapetin maaf kamu, Rav karena aku cinta kamu. Ak-.. Hmmph"
__ADS_1
❤ semoga pembaca syuka yaaa ❤