Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 52


__ADS_3

Fika bergegas memesan taksi online yang bisa mengantarkan ke kantor Raven. Fika bertekad menunjukan kemampuan nya sekretaris Raven.


Diara, saat ini Raven mungkin ngarepin lo. Tapi dengan jadi sekretaris Raven, gue akan berusaha ngerebut Raven. awas aja lo Diara!!


Fika tiba di depan ruang kantor Raven lalu mengetuk pintu namun beberapa kali mengetuk pintu masih tidak ada jawaban dari dalam.


"Loh Bu Fika? Pak Raven masih di cafe bawah Bu tadi saya ketemu, katanya mo beli sarapan untuk Bu Fika."


Fika melihat Shasa, sekretaris Raven yang terkenal handal. Fika ingat dulu saat mempersiapkan pernikahan nya dengan Raven, Shasa lah yang paling berjasa karena dia yang mengurus semuanya.


"Mbak Shasa, kok disini? bukanya cuti sampe bulan depan?"


"Semalam Pak Raven minta tolong saya masuk sampe jam 9 aja untuk training sekretaris pengganti. Tapi mana nih orangnya kok belon nongol."


"Mbak, maksud Pak Raven sekretaris pengganti itu saya."


"Hah? Sriusan Bu? astaga Pak Raven ini sedang ngerjain saya apa ngerjain Ibu sih?"


"hehehe, entahlah Mbak, yuk mbak apa nih yang harus saya lakukan pertama kali?"


"Bu Fika di meja saya aja yah, supaya lebih gampang saya ngajarin nya."


Fika mengambil posisi di bangku meja Shasa lalu mulai memperhatikan penjelasan penjelasan detail bahkan melakukan sesuatu sesuai instruksi Shasa.


Saat Raven hendak masuk kedalam ruangan nya, Raven hanya mendapatkan salam selamat pagi dari Shasa sedangkan Fika masih serius mengerjakan sesuatu di komputer Shasa.

__ADS_1


"Shasa, jangan lupa ingatkan siapa pun untuk bersikap sopan, terutama pada atasan apalagi kalo dia cuma sekretaris pengganti."


Fika yang merasa disindir dengan cepat mengangkat kepalanya lalu berdiri dan membungkum memberi salam pada Raven.


"Selama.."


Belum selesai Fika mengucapkan salam Raven telah masuk kedalam ruangn nya tanpa memperdulikan Fika.


"Iish.. gitu amat sih Raven. Mbak Sha, emang Pak Raven suka gitu ke bawahanya yah?"


"Hihihi, ini baru pertama kali saya liat Pak Raven nyuekin orang yang lagi ngasih salam Bu."


"Hhmmm, brati Pak Bos niat ngerjain saya nih."


Fika berucap sambil menepok jidatnya, seolah olah hal yang barusan adalah hal yang lucu. padahal dalam hati Fika tersayat.


"Kalo pagi begini, setelah Pak Raven saya akan ikut masuk lalu membacakan jadwal harian Pak Raven terutama jika ada Rapat dan Pertemuan penting. skarang bu Fika masuk gih lalu bacain jadwal bapak."


"Ooh Oke. saya masuk dulu yah."


Dengan semangat empat lima Fika masuk membawa jurnal yang berisi jadwal harian Raven.


"Permisi, Selamat Pagi Pak.. saya mau bacain jadwal bapak nih."


"Tugas sekretaris bukan cuma ngebacain, tapi juga menjelaskan isi jurnal itu."

__ADS_1


"Baik Pak."


Lalu Fika membacakan isi jurnal dan memberi penjelasan sedikit sesuai informasi yang dia dapat dari Shasa sang sekretaris merangkap asisten pribadi Raven sejak empat tahun lalu.


Raven tentu saja tidak begitu saja mempermudah pekerjaan Fika. Hingga Fika keluar dengan wajah sendu dan terlihat lelah.


"Bu Fika di kerjai bapak lagi yah?"


"Belum juga satu jam saya kerja dah cape banget rasanya, bukan karena kerjaan nya Mbak, tapi karena si boss nya nih, rese' gak ketulungan deh."


"Kalo sama bapak mah Iyain saja lah Bu. nama juga lagi sebel sebel cinta gitu Bu"


Shasa yang sudah sangat mengerti situasi rumah tangga atasanya sejak awal sangat memaklumi sikap pak bos terhadap bu bos. Maka yang bisa di lakukannya adalah menenangkan bu bos dan meyakinkan bu bos nya jika sikap pak bos nya itu karena masih dongkol namun masih tetap mencintai bu bos nya.


Fika yang mendengar ucapan Shasa tentang Raven mencintai nya hanya tersipu malu namun dalam otaknya berpikir.


Seandainya dirimu tau siapa yang Raven inginkan Mbak.


Fika mendengarkan instruksi selanjutnya tentang pekerjaannya dari Shasa.


"Dah jam sembilan Mbak gak balik?"


"Iya ini saya tinggal cuusss kok Bu. Skarang ibu bisa ngabari sekretaris atau orang orang yang ada janji dengan bapak, pastikan hari dan jam nya. Kalo biasanya sih Diara yang lakuin itu. Tapi gak apa kan ibu sendiri?"


Deg.

__ADS_1


Jantung Fika terasa berhenti mendengar Shasa menyebutkan nama Diara diantara penjelasan panjangnya.


__ADS_2